Home Pendidikan Sandiaga Uno Berikan Beasiswa Total Rp 25 Juta untuk 3 Anak Yatim...

Sandiaga Uno Berikan Beasiswa Total Rp 25 Juta untuk 3 Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

90
0
Bantuan beasiswa untuk 3 anak yatim piatu di Madiun, Jawa Timur dari Sandiaga Salahuddin Uno melalui The Sandi Uno Merchandise bekerja sama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Preneur. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Tiga orang kakak beradik yang menjadi yatim-piatu karena ditinggal kedua orangtuanya akibat COVID-19 mendapat beasiswa total sebesar Rp 25 juta dari Sandiaga Salahuddin Uno melalui The Sandi Uno Merchandise bekerja sama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Preneur.

Ketiga 3 anak yang merupakan kakak beradik di Madiun, Jawa Timur, tersebut ditinggalkan kedua orangtuanya, yang meninggal akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) beberapa waktu lalu. Ketiga anak tersebut adalah Yudha Saputra Wicaksana (24 tahun), Wahyu Khrysna Hermansyah (19 tahun) dan Wasyaveera Keysyha Saputri (12 tahun).

Bantuan beasiswa senilai Rp 25 juta dari Sandiaga Salahuddin Uno melalui The Sandi Uno Merchandise bekerja sama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Preneur itu disampaikan secara simbolis oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam “Silaturahmi Virtual Putra-Putri Yatim Piatu,” Minggu (25/7/2021) pukul 15.30 WIB.

“Atas nama keluarga besar kami dan tempat kami bekerja, kami menyampaikan rasa duka. Kami sangat merasakan keprihatinan dan ingin menyampaikan doa terbaik. Insya Allah bapak dan ibu Husnul Khatimah diberikan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT), dilapangkan kuburnya, diterangi di Alam Barzakh (Alam Kubur), diampuni segala dosanya dan diterima semua amal kebaikannya,” ujar Sandiaga Uno.

“Silaturahmi Virtual Putra-Putri Yatim Piatu,” Minggu (25/7/2021) pukul 15.30 WIB bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Foto : Istimewa .

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Baik secara kesehatan dan juga ekonomi. Pemerintah pun berusaha secara maksimal melakukan upaya penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Namun, Sandiaga menuturkan, masyarakat terkadang lupa bahwa ada sisi kemanusiaan yang harus tetap ditunjukkan antara sesama.

“Kita doakan Mas Yudha, Mas Kryshna dan Mba Keysyha tetap semangat menyelesaikan sekolahnya. Mungkin kita tidak bisa membantu banyak, jangan dilihat dari jumlahnya tapi dari niat kami untuk meringankan beban adik-adik dalam menyelesaikan tugas belajar. Harapan kami beasiswa yang akan disampaikan ini bisa memberikan motivasi dan memberikan satu optimisme bahwa Insya Allah bapak dan ibu sangat disayang Allah SWT dan sudah berada di tempat yang lebih baik,” ungkap Sandiaga Uno yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) dalam rilis yang diterima Bernasnews.com pada Minggu, 25 Juli 2021 malam.

Bersama The Sandi Uno Merchandise, Sandiaga Uno juga meluncurkan program bantuan beasiswa untuk anak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Bantuan beasiswa menyasar anak PKL yang berstatus pelajar SMP/MTs dengan besaran Rp 300 ribu per bulan, pelajar SMA/SMK/MA sebesar Rp400 ribu per bulan, dan mahasiswa Rp 500 ribu per bulan.

Sementara Yudha mewakili kedua adiknya bercerita tentang badai COVID-19 yang menerpa mereka sekeluarga. Awalnya, virus COVID-19 menerjang sang ibu pada awal bulan Juli lalu sehingga membuat sang ibu tidak bisa masuk kerja selama satu pekan. Selang tiga hari, gejala seperti pusing, rasa lelah yang mendalam dan hilangnya kemampuan indera penciuman dan perasa juga dirasakan oleh Yudha. Kemudian disusul oleh kedua adiknya, dan juga sang ayah. “Dan, tanggal 4 (Juli) ibu saya meninggal dan seminggu setelahnya disusul oleh bapak,” kata Yudha.

Mereka, kata Yudha, tidak pernah menyangka ditinggal oleh kedua orangtuanya dengan begitu cepat, dan dalam waktu yang berdekatan. Terlebih, mereka tidak bisa menunaikan kewajiban sebagai anak untuk memakamkan orangtua karena mereka juga tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Hanya bisa lihat dari rumah saat dimakamkan. Walaupun saya sudah 24 tahun, tapi kedua adik saya masih muda dan masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua. Rasanya tentu sangat sulit, tidak enak, kehilangan orang tua di usia yang masih sangat belia ini,” kata Yudha yang saat ini tengah kuliah semester akhir di Universitas Brawijaya (Unibraw), Kediri. 

Ia pun menyampaikan pesan agar masyarakat di luar sana untuk benar-benar patuh terhadap Protokol Kesehatan (Prokes), dan mengikuti vaksinasi agar dapat terhindar dari COVID-19. “Kehilangan orang yang dicintai itu tidak enak, sangat sakit,” kata Yudha.(lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here