Home News Sampah Mencemari Embung Tambakboyo

Sampah Mencemari Embung Tambakboyo

774
0
Tumpukan sampah mengapung di sudut barat Embung Tambakboyo, Condongcatur, Sleman, Minggu (23/8/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM –Keelokan Embung Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dinodai oleh banyaknya sampah yang terapung di embung tersebut maupun yang berada di tepi embung. Sebagian besar adalah sampah botol bekas minuman, bungkus/kotak makanan, plastik dan sebagainya.

“Sayang yah embung yang sebagus ini airnya kotor, tercemar oleh sampah-sampah plastik, botol-botol bekas minuman, kotak/bungkus makanan. Kok gak ada yang membersihkan,” komentar Ratnawati, salah satu dari ratusan warga yang beolahraga mengelilingi embung dengan luas genangan 7,80 hektar tersebut, Minggu (23/8/2020) pagi.

Seorang warga bersepeda santai sambil menggendong anaknya mengelilingi Embung Tambakboyo, Minggu (23/8/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dari pengamatan Bernasnews.com, hampir di sekeling embung ditemukan sampah. Sebagian besar adalah sampah-sampah yang dibuang atau ditinggalkan begitu saja di tepi embung oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. Bungkusan bekas makanan dan minuman ditinggalkan begitu saja di tepi embung setelah isinya habis dimakan/diminum. Padahal di sekeliling embung sudah ada tempat sampah yang disediakan oleh pengelola, meski jaraknya sangat berjauhan bahkan ada yang tidak kelihatan.

Sementara di sudut barat embung terlihat tumpukan sampah yang terapung. “Kok sampah-sampah tersebut dibiarkan yah, gak ada yang membersihkan,” celetuk seorang warga yang juga berolahraga di sekeliling embung saat melihat tumpukan sampah yang mengapung di sudut barat embung.

Sejumlah remaja duduk di tepi embung, Minggu (23/8/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Tak jauh dari sudut embung dengan sampah yang mengapung, dua warga melakukan pemancingan. “Sudah dapat ikan pak?” tanya Bernasnews.com.

“Iya, sudah dapat tiga ekor ikan nila,” jawab seorang pemancing sambil menunjuk sebuah kantong warna coklat berisi tiga ekor ikan nila yang agak besar hasil pancingannya.

Meski musim kemarau seperti sekarang, namun embung dengan volume tampungan air 400 ribu meter kubik itu tetap digenangi air meski agak kotor. Di sekeliling embung yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) tersebut menjadi tempat wisata olahraga (sport tourism).

Pemandangan Embung Tambakboyo, Minggu (23/8/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Setiap hari, terutama pada hari Sabtu dan Minggu atau pada hari-hari libur, ratusan bahkan ribuan warga berolahraga di sekelilig embung. Ada yang berlari-lari kecil/jogging, ada yang bersepeda dan sebagainya. Sementara ratusan pedagang, baik yang menetap maupun musiman, menjajakan dagangan di tepi embung.

Di sisi barat dan utara embung tersedia sejumlah warung makan dan kamar mandi. Hanya di sisi timur tak ada warung makan/minum maupun fasilitas kamar mandi. Embung Tambakboyo yang dibangun sejak 2003 sampai dengan 2008 tersebut berada di atas tanah milik tiga desa yakni Condongcatur dan Maguwoharjo, keduanya masuk Kecamatan Depok serta Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, sebenarnya terlihat indah dan tertata, namun sayangnya airnya kotor tercemar sampah.

Embung Tambakboyo Condongcatur, Sleman, Minggu (23/8/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Padahal embung dengan luas mencapai 7,8 hektare yang mampu menampung air hingga 400.000 meter kubik tersebut selain sebagai pemasok air bersih permukaan, juga sebagai konservasi sumber daya air serta pariwisata.

“Seharusnya ada petugas yang secara rutn keliling embung untuk selalu mengingatkan warga agar menjaga kebersihan embung dengan tidak membuang atau meninggalkan sampah di sembarang tempat. Karena hal itu semua unuk kepentingan bersama,” kata seorang warga yang sedang berolahraga. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here