Saatnya Kita Membuka Lumbung Kemurahan Hati dan Kepedulian

    427
    0
    Mgr Robertus Rubiyatmoko (tengah) memimpin misa secara konselebrasi pada Perayaan Ekaristi Kamis Putih, Kamis (9/4/2020) malam. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

    BERNASNEWS.COM – Meski hanya diikuti secara online atau live streaming, misa Kamis Putih pada Kamis (9/4/2020) sore hingga malam itu tetap khusuk layaknya misa tatap muka di gereja. Umat dengan penuh semangat dan sukacita mengikuti misa secara online maupun yang disiarkan langsung beberapa stasiun televisi tersebut.

    Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko memimpin misa Kamis Putih yang disiarkan secara live streaming, Kamis (9/4/2020) pukul 19.00. Misa yang berlangsung hampir dua jam itu diikuti ribuan umat dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY.

    Mengawali homilinya, Mgr Robertus Rubiyatmoko mengaku sempat heran dan bertanya-tanya mengapa umat tetap antusias mengikuti misa meski hanya secara online atau live streaming. Padahal misa secara online tidak bertemu langsung dan tidak menerima komuni atau tubuh dan darah Kristus dalam bentuk roti dan anggur tapi hanya menerima komuni batin.

    Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memimpin Perayaan Ekaristi Kamis Putih yang disiarkan secara live streaming, Kamis (9/4/2020) mulai pukul 19.00 WIB. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

    “Sejak misa secara online pada 21 Maret lalu saya terheran-heran dan bertanya-tanya mengapa kok Anda semua begitu tekun dan setia mengikuti misa meskipun hanya secara online atau live streaming dengan menggunakan HP, laptop, layar monitor atau bahkan ada yang dengan mendengarkan radio. Apa toh yang membuat panjenengan semua begitu semangat mengikuti misa secara online? Apa sebabnya, apa motivasinya?” tanya Mgr Robertus.

    Uskup kelahiran Jogja ini pun kemudian menjawab sendiri. “Saya yakin Anda semua begitu setia, tekun mengikuti perayaan Ekaristi secara online tidak hanya hari minggu, namun harian pun tentu karena alasan yang mendasar. Dan dari hasil sharing-sharing, ada alasan karena ada kerinduan yang sangat mendalam yakni kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan, kerinduan untuk bisa merasakan kehadiran dan sapaan Tuhan, kerinduaan akan berkat Tuhan yang terwujud dalam apa yang disampaikan dalam Perayaan Ekaristi,” kata Mgr Robertus.

    Suasana rumah salah satu umat Lingkungan St Maria Ratu Rosari, Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Wedomartaki, Ngemplak, Sleman, DIY saat mengikuti Perayaan Ekaristi Kamis Putih yang disiarkan secara live streaming, Kamis (9/4/2020) malam. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

    Mgr Robertus pun memberikan beberapa contoh apa yang disampaikan umat kepadanya baik melalui whatsapp maupun telepon. Semuanya merasa karena ada kerinduan akan Yesus Kristus, ingin bertemu dengan Tuhan yang sangat disayangi dan dicintainya. Dan ternyata kerinduan itu mendatangkan sukacita, karena Yesus hadir di antara mereka. Mereka pun mengaku merasakan berkat yang luar biasa dari Tuhan.

    Menurut Uskup KAS ini, Ekaristi merupakan jawaban atas kerinduan itu. Ekaristi sungguh merupakan tanda yang nyata dan kelihatan dimana Allah menyapa umat manusia. Dan Perayaan Ekaristi muncul sejak Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir bersama murid-muridNya yaitu pada perayaan Kamis Putih.

    Pada kesempatan itu, Mgr Robertus mengatakan bahwa Yesus telah memberikan teladan kasih dan pengorbanan bersama murid-muridNya. “Yesus memberikan diriNya sebagai anak domba yang harus dikorbankan. Dan bagi kia umat manusia, di saat seperti ini, waktunya kita membuka lumbung kemurahan hati, lumbung kepedulian dan tabungang kasih kita agar bisa berbagi kebahagiaan,” kata Mgr Robertus Rubiyatmoko. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here