Home News Roy Suryo Kritik Salah Satu Scene Sinetron Ikatan Cinta

Roy Suryo Kritik Salah Satu Scene Sinetron Ikatan Cinta

170
0
Salah satu scene di Sinetron Ikatan Cinta edisi Rabu, 18 Agustus 2021, yang dikritik Pemerhati Multimedia-Telematika & Public Health KRMT Roy Suryo M.Kes.Foto: kiriman Roy Suryo

BERNASNEWS.COM – Pemerhati Multimedia-Telematika & Public Health KRMT Roy Suryo M.Kes mengkritisi salah satu scene di Sinetron Ikatan Cinta edisi Rabu, 18 Agustus 2021. Sebab, dalam scene tersebut semua pemain tidak ada yang menerapkan prokes, tanpa jaga jarak & tanpa mengenakan masker sama sekali.

Selain itu, mereka tampak saling berpegangan, bahkan cipika cipiki, yang mana hal tersebut sangat tidak disarankan saat dlam suasana Pandemi Covid-19 seperti waktu yang digambarkan dalam sinetron.

“Maaf, saya bukan ikut2an salah satu Menko yang sempat berkomentar soal Skenario Hukum dalam sinetron tersebut, namun ini lebih kepada contoh yang kurang baik yang bisa terjadi akibat tayangan sinetron ini,” kata KRMT Roy Suryo dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis 19 Agustus 2021.

Roy Suryo mengaku tahu “Ikatan Cinta” biasanya “timeless”, artinya ceritanya bebas tidak terkait waktu atau kondisi yang spesifik. Namun, dalam tayangan edisi Rabu 18 Agustus 2021 ada scene dengan suasana “76th RI” yang jelas-jelas Indonesia dalam pandemi saat ini (shooting jelas dilakukan baru-baru ini, karena ada tagline “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” juga.

Sinetron Ikatan Cinta edisi Rabu, 18 Agustus 2021, yang dikritik Pemerhati Multimedia-Telematika & Public Health KRMT Roy Suryo M.Kes.Foto: kiriman Roy Suryo

Menurut Roy Suryo, meski di awal selalu ditulis “Semua Pemain & Crew sudah mengikuti Swab/ Tes Antigen”, namun karena sinetron ini diputar di semua lapisan masyarakat & jelas-jelas ada adegan “76th RI” yang artinya di tengah-tengah pandemi, maka jadi kurang tepat khusus pada scene (yang menjadi tidak “timeless” tersebut) & bisa ditiru masyarakat.

Dikatakan, memang beda kalau “timeless” seperti biasanya, tidak terkait waktu dan kondisi yang spesifik sama sekali tidak masalah, karena bisa saja diartikan kisah tersebut terjadi bukan saat Pandemi Covid-19 sedang melanda Indonesia.

“Saya sudah berkomunikasi juga dengn KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), Insyaa Allah ada tanggapan KPI terhadap pelanggaran ProKes ini. Sekali lagi tolong diingat, ini saran dan kritik membangun demi kebaikan bersama dan makin baiknya sinetron “Ikatan Cinta” tersebut diterima masyarakat,”kata Roy Suryo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here