Home News Ribuan Mahasiswa asal Luar DIY Ikuti Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika

Ribuan Mahasiswa asal Luar DIY Ikuti Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika

164
0
GKR Hemas melihat persiapan vaksinasi Bhineka Tunggal Ika yang akan dilaksanakan di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Senin dan Selasa 30-31 Agustus 2021. Foto : kiriman Widihasto Wasana Putra

BERNASNEWS.COM – Ribuan mahasiswa asal luar DIY akan mengikuti vaksinasi dosis pertama Sinovac yang diselenggarakan Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia bertajuk Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Senin dan Selasa 30-31 Agustus 2021.

Sebagian dari peserta vaksin akan hadir mengenakan busana adat daerah masing-masing dan dimeriahkan dengan pertunjukkan gamelan Sunda dan tari Bali serta defile bregada rakyat Yogyakarta.

Menurut Widihasto Wasana Putra dari Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Minggu (29/8/2021), tercatat ada 1.500 mahasiswa yang ada di Jogja dari seluruh provinsi di Indonesia serta 500 masyarakat umum yang telah mendaftar vaksin akan mengikuti vaksinasi Bhineka Tunggal Ika. Para mahasiswa daerah sangat antusias mengikuti vaksinasi tersebut. “Hanya setengah hari pendaftaran dibuka kuota 2.000 orang langsung penuh,” kata Hasto.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengungkapkan program vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika adalah upaya GKR Indonesia turut mendukung Pemerintah DIY dalam menjangkau kalangan mahasiswa luar daerah yang tengah belajar di Yogyakarta. Hal itu untuk menjaga keselamatan mereka sebagai generasi masa depan.

Tema Bhinneka Tunggal Ika dipilih sebagai upaya GKR Indonesia ikut merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih saat pandemi global covid 19 seperti saat ini, semangat kebersamaan dan gotong royong diantara segenap komponen warga sangat diperlukan.  

GKR Hemas melihat persiapan vaksinasi Bhineka Tunggal Ika yang akan dilaksanakan di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Senin dan Selasa 30-31 Agustus 2021. Foto : kiriman Widihasto Wasana Putra

Pelaksanaan Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika terasa spesial karena berbarengan dengan momentum peringatan tahun ke sembilan disahkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012. Hal ini menurut GKR Hemas perlu terus diingatkan karena salah satu tujuan Keistimewaan DIY sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 5 ayat 1 huruf c adalah mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Amanat Undang-Undang ini wajib diimplementasi dalam praktek nyata,” kata GKR Hemas. 

Pelaksanaan vaksin dimeriahkan penampilan musik gamelan yang dibawakan mahasiswa asrama Kujang Jawa Barat, tari Bali dan defile dari komunitas Paguyuban Bregada Rakyat DIY. Mereka akan tampil dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

Tari Bali akan dibawakan oleh Pratis Kunthi Provita, siswi kls XI SMK Negeri 1 Kasihan yang berasal dari Buleleng Bali. Ia juga tercatat sebagai peserta vaksin. Ia akan menyajikan tari Teruna Jaya, sebuah tarian daerah yang berasal dari Kabupaten Buleleng. Menceritakan tentang seorang putera atau pemuda yang menginjak dewasa dengan tampilan ekspresi kuat, emosional tinggi, serta ulahnya yang energik dalam memikat hati seorang wanita. Meskipun menceritakan tentang seorang pemuda, tari Taruna Jaya termasuk tari putera keras yang biasanya ditarikan oleh seorang perempuan. 

Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika terlaksana berkat kerjasama dan dukungan sejumlah pihak antara lain Korem 072/PMK, Dinkesyah DIY, Kodim 0724 Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kebudayaan DIY, BKKBN DIY, Dekranas DIY, Kwarda Pramuka DIY, Yayasan Royal Lentera Biru, Klinis, Kecamatan Kraton, Puskesmas Kraton serta sejumlah komunitas relawan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here