Home Pariwisata Resto Menu Rumahan Kini Jadi Serbuan Penghobi Kulineran dan Komunitas Goweser

Resto Menu Rumahan Kini Jadi Serbuan Penghobi Kulineran dan Komunitas Goweser

1475
0
Warung Kebon Echi, resto dengan menu rumahan dan tradisional. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Selain sebagai tempat ngopi atau menikmati minum kopi, resto dengan konsep menyajikan menu rumahan, terkhusus menu-menu masakan jaman dahulu kini menjadi serbuan bagi wisatawan penghobi kuliner. Dan satu lagi, venue resto mengasyikan untuk kongkow, aksesbilitas cukup mudah dijangkau, juga jalur yang asyik untuk gowes meskipun di tengah perkampungan.

Rombongan tamu yang bermaksud memesan tempat untuk pertemuan diterima langsung oleh sang pemilik Warung Kebon Echi, Kamis (20/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Ada satu lagi resto semacam itu, Warung Kebon Echi, Jalan Kaliurang KM 12,5 atau tepatnya di Dusun Candikarang, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, DIY. Meskipun letaknya di tengah perkampungan pedesaan tetapi lingkungan sekitar masih segar dan lega, sangat jauh beda dengan perkampungan di perkotaan.

Warung Kebon Echi ini menawarkan aneka menu masakan rumahan, antara lain, sayur ndeso, sayur lodeh, brongkos, mangut lele, dan aneka oseng-oseng. Untuk lauknya, tempe dan tahu goreng/ bacem, ayam dan ikan goreng/ bakar, telur dadar kremes, dan pernak pernik jenis sambal. Untuk minuman, dari yang panas, teh poci, kopi hitam, hingga berbagai macam es jus buah.

Berbagai lauk dan menu sayuran disajikan secara prasmanan langsung dari dapur Warung Kebon Echi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Resto atau lebih tepatnya warung ini kami buka 10 Agustus 2020 lalu, konsep awalnya untuk membidik mahasiswa yang banyak kos di sekitar Jalan Kaliurang. Karena adanya pandemic Covid-19 dan diberlakukannya kuliah dari rumah, sehingga mereka belum kembali ke kos-kosan maka konsep kami ubah kekinian dengan menu unggulan masakan rumah,” ungkap Wawan pemilik Warung Kebon Echi, Kamis (20/8/2020).

Sementara pengadaan menu atau pemasak setiap harinya adalah ibunda dibantu oleh bu lik (adik ibu) dan warga sekitar, lanjut Wawan, kebetulan ibu dahulu pernah punya usaha catering dan menguasai beberapa masakan tradisional Jawa. “Dalam perkembangan waktu itu usaha catering kalah dengan yang bermodal besar maka ditutuplah usaha itu. Setelah saya resign (keluar) dari pekerjaan dan pingin usaha sendiri, ibu saya boyong ke sini untuk membantu pengawasan masak,” papar Wawan.

Rombongan keluarga dari Kota Yogyakarta berkunjung untuk mencoba makan siang di Warung Kebon Echi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Warung Kebon Echi masih berusia beberapa hari, namun dengan mengandalkan kekuatan media sosial (medsos) telah banyak tamu yang berkunjung, hari Minggu lalu dari komunitas mobil Anvanza usai dari pertemuan di Kaliurang menyempatkan makan siang. “Alhamdulillah, ada beberapa teman-teman komunitas gowes juga sudah memesan tempat,” ujar Wawan. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here