Home News Repdem Jogja Peringati Hari Kelahiran Pancasila dengan Cara Berbeda

Repdem Jogja Peringati Hari Kelahiran Pancasila dengan Cara Berbeda

513
0
Ketua DPN REPDEM Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Antonius Fokki Ardiyanto S.IP bersama kader Repdem lainnya memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020, dengan belajar memelihara lele dan kangkung dalam satu ember di Omah Paseduluran dan Budi Farm di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN Repdem) Yogyakarta memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020, dengan cara berbeda. Bukan dengan upacara bendera disertai pidato berbusa-busa layaknya peringatan hari besar nasional pada umumnya, namun mereka memperingati hari lahir dasar negara Indonesia, Pancasila, itu dengan menggelar kegiatan belajar memelihara lele dan kangkung dalam satu ember.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Ketua DPN Repdem Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Antonius Fokki Ardiyanto S.IP ini dilaksanakan bekerja sama dengan Omah Paseduluran dan Budi Farm yang berada di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman.

Ketua DPN REPDEM Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Antonius Fokki Ardiyanto S.IP bersama kader Repdem dengan serius menyimak penjelasan tentor tentang memelihara lele dan kangkung dalam satu ember di Omah Paseduluran dan Budi Farm di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2020). Foto : Istimewa

Kegiatan ini dipilih dengan pertimbangan utama bahwa di tengah pandemi Covid-19, persoalan lanjutan yang akan muncul di masyarakat perkotaan adalah masalah ketahanan pangan. Ketika pendapatan keluarga belum maksimal dan gerak ekonomi belum terungkit maka persoalan ketahanan pangan di tingkat keluarga akan muncul.

“Menyadari hal tersebut maka Repdem Yogyakarta memilih acara peringatan hari lahir Pancasila dengan belajar memelihara ikan lele dan kangkung dalam satu ember. Harapan yang muncul adalah kader-kader Repdem di Kota Yogyakarta bisa menjadi pelopor di lingkungan wilayah RT/RW masing-masing untuk menggerakkan hal tersebut memelihara lele dan kangkung dalam satu ember sebagai hobby keluarga yang menghasilkan pangan,” kata Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Ketua DPN Repdem Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, dalam rilis yang diirim ke Bernasnews.com, Senin (1/6/2020).

Ketua DPN REPDEM Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Antonius Fokki Ardiyanto S.IP bersama kader Repdem foto bersama disela-sela belajar cara memelihara lele dan kangkung dalam satu ember di Omah Paseduluran dan Budi Farm di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2020). Foto : Istimewa

Kegiatan yang diikuti 30 kader Repdem tersebut berlangsung sangat antusias dan peserta mengikuti dengan serius apa yang disampaikan oleh tentor tentang cara dan tahapan memelihara lele dan kangkung (sayur lain sejenis bisa) dalam satu ember.

Di samping itu juga dijelaskan dengan detail tentang karakteristik mahluk bernama lele dengan segala kekhasannya tersebut. Dari apa yang dijelaskan tersebut, peserta banyak mendapatkan ilmu baru di Omah Paseduluran Sleman.

Ketua DPN REPDEM Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Antonius Fokki Ardiyanto S.IP melihat tanaman cabai di Omah Paseduluran dan Budi Farm di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2020). Foto : Istimewa

Selain itu, peserta juga diajak ke Budi Fish yang ada di sisi timur Omah Paseduluran untuk belajar cara pembuatan pelet (makanan lele) dan belajar proses pembibitan, pembuahan dan pemeliharaan nila serta ikan patin. Khusus ikan patin ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan permintaan sangat banyak termasuk ekspor ke Jepang.

Dalam kesempatan ini Mas Budi selaku pengelola sekaligus pemilik “menantang” kader-kader Repdem untuk berani atau tidak dan serius menjadi petani ikan dan persoalan penjualan bisa disetorkan ke Budi Firm.

Omah Paseduluran dan Budi Farm di Kalurahan Pandowohardjo, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2020). Foto : Istimewa

Setelah acara pembelajaran maka peserta makan siang dengan lauk lele dan sayur ndeso di Omah Paseduluran. Sembari makan maka obrolan yang muncul, peserta salah satunya Swieke dari Kampung Mangkukusuman menyampaikan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan benar-benar praktek dalam mengamalkan Pancasila di hari lahirnya yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena bicara keadilan maka bicara kesejahteraan dan bicara kesejahteraan harus dimulai dari ketahanan pangan. Di akhir acara banyak peserta yang membeli ember dan bibit lele untuk dapat dipraktekkan di rumah masing -masing. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here