Home News Relawan Minta Jokowi Pecat Menkumham Yasonna Laoly

Relawan Minta Jokowi Pecat Menkumham Yasonna Laoly

1357
0
Aznil Tan (kiri), Koordinator Nasional Poros Benhil, salah satu kelompok relawan Jokowi. Foto : Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.C0M – Para relawan yang tergabung dalam berbagai organisasi relawan pendukung Capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin pada Pilpres 2019 memberi ultimatum terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam ultimatum yang ditandatangani ketua/pimpinan kelompok relawan itu, Sabtu (4/4/2020), mereka mengancam akan mencabut dukungan kepada Presiden Jokowi jika pemerintah membebaskan narapidana koruptor dengan alasan apa pun.

“Sehubungan dengan rencana akan dibebaskannya para napi koruptor oleh Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) karena alasan mencegah penyebaran wabah virus Corona, kami dari para relawan Jokowi dan aktivis yang memiliki persamaan pemikiran dan komitmen dalam pemberantasan korupsi dengan ini memberi ultimatum kepada Presiden Jokowi,” tulis para relawan dalam ultimatum terbuka tersebut.

Pertama, meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menolak rencana pembebasan/ pelepasan para koruptor yang diajukan oleh Menkumham Yasonna Laoly tersebut dengan alasan dan ketentuan/syarat apapun.

Kedua, meminta Presiden Jokowi untuk segera memecat Menkumham Yasonna Laoly karena melanggar komitmen negara dalam pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta merusak reputasi Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Demikian Ultimatum Terbuka ini kami sampaikan. Apabila ultimatum ini tidak dihiraukan dalam waktu 7 x 24 jam maka kami akan mencabut dukungan selama ini kepada Presiden Jokowi dan akan melakukan pembangkangan nasional secara lebih luas,” tulis para relawan dalam ultimatur terbuka tertanggal 4 April 2020 yang dikirim kepada berbagai media, termasuk Bernasnews.com, Sabtu (4/4/2020).

Hingga berita ini ditayangkan sudah 22 pimpinan kelompok relawan yang menandatangani ultimatum tersebut, yakni Aznil Tan (Kooordinator Nasional Poros Benhil), Maman Fathurochman (Aktivis 98 FKSMJ/Babad Banten), Lyan Riki Mulyadi, Aidil Fitri SH (Ketum LPI Tipikor), Nikolas HK (2PUI), Ali Sutra (Warga Negara Indonesia), Mizar “Tagep” (Ketum DERAP ’98), Jeni Widianingrum, Arlon HP Sinambela (Aktivis 98 Jabar), Irwan Nulhakim (Aktivis 98 IPB), Louis Martin (Ketum Kabar Indonesia 24 Jam) dan Khairul Alira (Kita Aceh For Jokowi/KA-JKW).

Kemudian, M Fachry (Aktivis 98 FKSMJ), C Suhadi (Praktisi Hukum/Ketum Relawan Negeriku Indonesia Jaya, M Kunang (Praktisi Hukum), Adi Kurniawan (Baranusa) dan Oscar Dani Susanto (Ketum Komunitas Kritis Indonesia), Surya Adhia SE (Komunitas Pedagang Emas dan Permata), Dwi Tjahjono ST MM (Ketua Relawan Bersama Bangun Bangsa), Chalid Tualeka (Direktur Eksekutif Warta Politik), Syahrir (Relawan/Analisis Ekonomi Fiskal dan Monter serta Atin. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here