Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsRektor UST Dapat "Anugerah Bhakti Tamansiswa" dari Ikasata

Rektor UST Dapat “Anugerah Bhakti Tamansiswa” dari Ikasata

BERNASNEWS.COM – Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta Ki Drs H Pardimin MPd PhD mendapat “Anugerah Bhakti Tamansiswa” tahun 2019 dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sarjanawita Tamansiswa (Ikasata). Penghargaan diberikan karena Rektor UST dinilai memiliki prestasi, kinerja, loyalitas, dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan dan memajukan UST selama ini.

Penghargaan yang diberikan setiap tahun untuk tokoh berprestasi di lingkungan UST itu diserahkan oleh Ketua Ikasata Ki Drs Tri Suparyanto MM dalam acara Silaturahmi dan Syawalan Pengurus Harian Ikasata di Kopi Rolasan Hargobinangun, Pakem, Sleman, Sabtu (22/6/2019).

“Alumni UST merasa bangga karena UST makin maju dan berkembang pesat. Dan untuk tahun ini penghargaan diberikan kepada Pak Pardimin selaku Rektor UST,” kata Tri Suparyanto yang juga Staf Ahli Bupati Bantul ini.

“Anugerah Bhakti Tamansiswa” merupakan penghargaan yang diberikan Ikasata kepada tokoh-tokoh di lingkungan UST, yang sudah mengabdi bertahun-tahun, punya komitmen, dedikasi, loyalitas dan kerja keras untuk memajukan UST serta ada hasil yang nyata.

Para pengurus harian Ikasata foto bersama Rektor UST Ki Drs H Pardimin PhD, Sabtu (22/6/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Tri Suparyanto menilai UST bangkit, maju dan berkembang pesat di bawah kepimpinan Rektor UST Pardimin PhD selama dua periode. Dan karena prestasi itu, Pardimin “dipaksa” oleh Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa dan Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa selaku pengelola UST untuk kembali menjadi Rektor UST pada periode ketiga.

“Kami tahu Pak Pardimin menolak untuk menjabat lagi pada periode ketiga, bahkan sebelumnya juga menolak untuk menjabat pada periode kedua, namun karena melihat kemampuan manajerial, kapasitas akademik, dedikasi dan loyalitas untuk memajukan UST, maka ia ‘dipaksa’ untuk tetap menjadi Rektor UST untuk periode ketiga. Dan ‘pemaksaan’ itu menjadi tantangan bagi Pak Pardimin bagaimana memajukan dan mengembangkan UST. Dan ternyata ia berhasil menjawab tantangan tersebut,” kata Tri Suparyanto.

Beberapa prestasi Ki Pardimin, menurut Tri Suparyanto, antara lain sejak kepemimpinannya semua program studi (prodi) di lingkungan UST mendapat Akreditasi A dan B, bahkan secara institusi meraih Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi. “Bahkan hingga saat ini ada 7 prodi di UST yang mendapat Akreditasi A, sementara yang lain Akreditasi B. Ini prestasi yang luar biasa,” kata Tri Suparyanto.

Selain itu, menurut Tri Suparyanto, UST semakin maju, jumlah mahasiswa selalu meningkat setiap tahun, semua prodi terakreditasi A dan B serta tingkat keterserapan lulusan semakin besar. Dan sebagai alumni UST, Tri Suparyanto merasa bangga karena UST bisa sejajar dengan perguruan tinggi swasta lainnya, bahkan dengan perguruan tinggi negeri, di DIY maupun di Indonesia, sejak kepemimpinan Rektor UST Pardimin.

Menurut Tri Suparyanto, hingga kini UST telah menghasilkan 20.000 alumni yang bekerja di berbagai bidang dan tersebar di seluruh Indonesia. Dan daya serap lulusan UST sangat besar dan cepat sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

Rektor UST Ki Drs H Pardimin PhD (tengah) saat memberikan penjelasan tentang perkembangan UST, Sabtu (22/6/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

“Salah satu bukti konkrit dari kepercayaan itu adalah setiap tahun calon mahasiswa baru yang mendaftar dan yang diterima di UST selalu meningkat. Dan mereka berasal dari seluruh pelosok Tanah Air,” kata Tri Suparyanto.

Rektor UST Ki Drs H Pardimin PhD mengaku tak layak menerima penghargaan itu karena masih ada yang lebih baik dari dirinya. Dan ia sendiri bekerja bukan untuk mendapat penghargaan atau pujian, tapi benar-benar secara tulus dan ikhlas ingin mendedikasikan hidupnya untuk UST.

“Sebenarnya masih ada yang lebih layak untuk mendapat penghargaan ini. Dan saya sebenarnya seperti Ki Hadjar Dewantara tak mau diberi penghargaan atau pujian, karena saya benar-benar ingin bekerja tanpa mengharapkan penghargaan apa pun,” kata Pardimin yang mendapat gelar doktor dari perguruan tinggi terkemuka di Malaysia dalam bidang Matematika ini. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments