Home Opini Regulator Tak Konsisten Menangani Covid-19?

Regulator Tak Konsisten Menangani Covid-19?

323
0
Herman Tony, Sekretaris BPD PHRI DIY. Foto : Dok Pribadi


BERNASNEWS.COM- Satgas Covid-19 PHRI DIY mengadakan zoom meeting dengan tema Sosialisasi Protokol Kesehatan Selama Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 selama dua hari berturut-turut yang dimulai hari Selasa (22/12/2020).

Kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk anggota PHRI DIY termasuk pengurus BPC PHRI se-DIY dan Satgas Covid-19 PHRI dari tiap-tiap BPC PHRI. Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Herryadi Baiin mengawali dengan menjelaskan peraturan baru terkait penanganan Covid-19 yakni Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 3 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Liburan Natal dan Tahun Baru 2020 dalam Pandemi Covid-19 dan Instruksi Gubernur DIY Nomor 7/Instr/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 Pada Saat Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kedua peraturan tersebut diberlakukan beberapa hari yang lalu. Selama liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 protokol kesehatan harus ditegakkan secara ketat dengan adanya kewajiban rapid test antigen/rapid test swab bagi orang yang hendak melakukan perjalanan ke daerah lain.

Setelah penjelasan dari Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY langsung ditawarkan kesempatan kepada seluruh peserta zoom meeting untuk menyampaikan pertanyaan atau berbagi pengalaman terkait dengan peraturan baru dimaksud. Ternyata ada banyak pertanyaan yang disampaikan secara langsung maupun melalui kolom chat.

Banyak pertanyaan terkait dengan rapid tes antigen/tes swab. Sebagai contoh, apakah tamu harus ditolak jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan bahwa ia telah menjalani rapid tes antigen dengan hasil negatif? Begitu pula ada pertanyaan terkait jam operasional yang dibatasi sampai jam 22.00. Misalnya, apakah kegiatan malam pergantian tetap harus berhenti jam 22.00? Jika memang harus berhenti, ada kemungkinan besar tamu hotel mencari kegiatan di luar hotel. Itu berarti mereka berpotensi menciptakan kerumunan yang dilarang oleh kedua peraturan tersebut di atas. Nah, siapa yang akan bertanggungjawab untuk memantau kegiatan mereka di luar hotel?

Munculnya pertanyaan-pertanyaan tersebut jelas mengindikasikan bahwa peraturan-peraturan baru terkait protokol kesehatan selama liburan Natal dan Tahun Baru (NATARU) tersebut belum dipahami dengan baik oleh masyarakat luas terutama pengelola usaha di bidang pariwisata. Hal tersebut mudah dimengerti mengingat peraturan dimaksud diberlakukan secara mendadak.

Penilaian tersebut sulit dihindarkan. Betapa tidak! Liburan NATARU sudah ada di depan hidung dan mata. Segala persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya dalam menghadapi liburan panjang sebelumnya. Tetapi, semuanya harus ditata ulang untuk menyesuaikan dengan peraturan baru yang mendadak dibuat pemerintah.

Lebih jauh, banyak orang harus membatalkan rencana liburan NATARU yang telah dibuat jauh hari sebelumnya. Pembatalan tersebut otomatis menimbulkan kerugian besar secara ekonomi. Selama ini sering disampaikan bahwa dua liburan panjang pada Agustus dan Oktober tahun 2020 ini menjadi testing penerapan protokol kesehatan. Selalu dilakukan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan pasca-liburan panjang masing-masing.

Selain itu, setiap hari disampaikan statistik Covid-19 sehingga diketahui tingkat penularannya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Kalau evaluasi dan statistik tersebut benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan, maka tidak perlu ada peraturan mendadak seperti telah disebutkan di atas.

Awal Desember 2020 ini dilaksanakan Pilkada Serentak di berbagai wilayah Tanah Air. Banyak pihak amat mengkhawatirkan akan terjadi kluster baru Covid-19. Ternyata kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Malah pelaksanaan pilkada serentak mendapatkan pujian dari banyak pihak. Mengapa? Jawabannya jelas : tidak ada peraturan mendadak terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak. Segala sesuatunya termasuk penerapan protokol kesehatan disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Lalu, mengapa hal yang sama tidak dilakukan untuk mempersiapkan liburan NATARU dalam pandemi Covid-19 ini? Apakah peraturan mendadak itu menunjukkan adanya ketidakkonsisten pihak-pihak berwenang dalam membuat regulasi?

Padahal sudah tersedia informasi lengkap berupa evaluasi penerapan protokol kesehatan selama liburan panjang sebelumnya dan statistik Covid-19 yang terus berjalan hingga saat ini. Semoga tidak ada lagi peraturan mendadak mengingat Covid-19 tetap ada bersama kita dan liburan panjang masih akan ditemui tahun 2021. (Herman Tony, Sekretaris BPD PHRI DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here