Home News Refleksi Akhir Tahun 2021, Masalah HAM Makin Kompleks dan Penting

Refleksi Akhir Tahun 2021, Masalah HAM Makin Kompleks dan Penting

74
0
Kepala Pusat Studi Hukum UII Anang Zubaidy SH MH (tengah). Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Di masa globalisasi dan era disruptif seperti saat ini, masalah HAM telah berubah menjadi semakin kompleks dan penting. Salah satu realitas yang telah menjadi bagian hidup kita adalah penggunaan internet yang tidak terpisahkan dalam segala aspek kehidupan.

Dikutip dari data yang dirilis oleh Internet World Stats, pengguna internet di Indonesia hingga Maret 2021 mencapai 212,35 juta jiwa. Jumlah tersebut menyentuh angka 80 persen lebiih dari total seluruh penduduk Indonesia.

Hal ini menyebabkan semakin pentingnya perlindungan data pribadi sebagai bagian dari perlindungan, pemenuhan dan penghormatan atas HAM sekaligus sebagai bentuk respon atas semakin meluasnya penggunaan teknologi.

Menurut Anang Zubaidy SH MH, Kepala Pusat Studi Hukum (PSH) UII, masalah tersebut menjadi bahan Refleksi Akhir Tahun bidang Hukum dengan tema Peluang dan Tantangan ke Depan yang diangkat FH UII melalui zoom meeting pada hari Senin 27 Desember 2021.

Acara tersebut menghadirkan 4 narasumber yakni Dr Aroma Elmina Martha SH MH, Dosen FH UII, Yance Arizona SH MH MA (Dosen FH UGM, Prof Susi Dwi Harijanti SH LLM PhD (Guru Besar FH Universitas Padjajaran) dan Herlambang P Wiratraman SH MH PhD (Dosen FH UGM dan Anggota ALMI/Akademi Ilmuan Muda Indonesia.

Selain masalah tersebut, menurut Anang Zubaidy dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Senin 27 Desember 2021 pagi, masalah lain yang disoroti adalah mengenai tingginya kasus kekerasan seksual sepanjang tahun 2021.

Dikatakan, berdasarkan data yang dirilis oleh Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan (Catahu) sepanjang tahun 2020 tercatat sejumlah 299.911 kasus kekeresan terhadap perempuan. Realitas tersebut kemudian direspon dengan terus bergulirnya pembahasan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang masih menuai pro dan kontra.

Masih dalam konteks kasus yang sama namun dalam lingkup perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenritekdikti) menerbitkan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, yang juga menuai kontroversi mengenai kepentingan perlindungan atas kekerasan seksual di ruang perguruan tinggi atau liberalisasi cara pandang terhadap berbagai perilaku seksual.

“Untuk merespon keempat isu tersebut, PSH FH UII menyelenggarakan Refleksi Akhir Tahun bidang Hukum dengan tema Peluang dan Tantangan ke Depan,” kata Anang Zubaidy. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here