Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsRefleksi 17 Tahun Perjalanan Tala Ia Menuju Perubahan

Refleksi 17 Tahun Perjalanan Tala Ia Menuju Perubahan

BERNASNEWS.COM – Tala Ia adalah alasan aku ada untuk suatu perubahan. Begitulah sebuah ungkapan yang jamak selalu terdengar di telinga setiap umat manusia yang berhimun di dalAmnya yang juga memberi makna bahwa siapa pun tidak dapat melakukan suatu pErubahan yang cepat dengan cara yang sama apabila menangani dalam status quo (stabilitas yang dapat diprediksi dan sebagainya). Akan tetapi manusia akan tetap mencari yang stabil, terstruktur, dan metode yang dapat diprediksi  untuk mengatasi krisis-krisis dan perubahan-perubahan yang tidak dapat di prediksi.

Perubahan adalah menjadi suatu kebutuhan, baik perubahan yang datang dengan cepat maupun lambat. Pada konteks kehidupan umat manusia, manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia dituntut dan memiliki fitrah untuk hidup berkelompok. Dengan demikian maka, akan lebih baik jika manusia senantiasa hidup berkelompok (organisasi).

Dalam konteks perjalanan sebuah organisasi, bagaimana pun tidak dapat melakukan suatu perubahan. Perubahan bagi suatu organisasi yang dimana manusia yang berhimpun di dalamnya dilakukan oleh manusia, manusialah yang menginginkan terjadinya perubahan dalam orgaisasi sehingga melalui kesepakatan bersama anggota-anggota dapat mencapai tujuan tersebut.

Perubahan dalam tubuh organisasi bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi, melainkan yang lebih berkepentingan ialah manusia yang berhimpun di dalamnya. Organisasi dijadikan sebagai suatu objek oleh aktifitas umat manusia untuk mencari kebermanfaatan yang sebesar-besarnya dari organisasi melalui kegiatan-kegiatan manusia yang di dalamnya.

Manusia dalam melakukan suatu perubahan dalam tubuh organisasi, tentunya tidak terlepas dari tantangan yang dialami. Akan tetapi tantangan demikian haruslah menjadi kenyataan yang wajib dihadapi dan tak bisa dihindarkan. Kehidupan adalah tantangan, dan tantangan akan menjadikan orang menjadi hidup. Manusia hidup perlunya melakukan perubahan karena perubahan itulah ia akan dapat menhadapi tantangan yang tidak luput dari kehidupan. Menghindari tantangan artinya tidak memiliki kepastian kapasitas untuk melakukan perubahan, bagaimanapun juga menghadapi perubahan berarti menerima resiko dan tantangan.

Sejarawan inggris, Arnold toynbee memberikan suatu pandangan bahwa, keberhasilan umat manusia bergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan tanggapan yang pantas terhadap tantangan. Apabila anda tidak menghasilkan tanggapan yang pantas, anda akan kalah. Apabila tantangan terlampau besar besar buat anda, anda akan kalah. Apabila anda tidak mempunyai tantangan sama sekali , anda juga akan kalah. Anda hanya akan berhasil jika anda menghasilkan tanggapan yang pantas terhadap tantangan yang mengena. Alhasil, manusia tidak dapat hidup dengan sempurna jika tidak dengan berkelompok atau berorganisasi, mewajibkan manusia yang berhimpun di dalamnya melakukan perubahan dengan cara yang bersifat organisatoris.

Pentingnya Melakukan Perubahan

Pentingnya perubahan dalam tubuh organisasi adalah satu konsekuensi logis yang harus dilakukan oleh setiap manusia yang berhimpun di dalamnya. Betapa pun demikian, suatu perubahan tidak dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kemampuan dan keunggulan dalam berpikir dan bertindak. Perubahan bentuk pemikiran dalam bertindak yang dapat dilakukan setelah melewati proses telaah yang paling mendasar terhadap fenomena yang terjadi dengan menghubungkannya melalui prediksi berkenaan dengan apa yang terjadi dimasa sekarang dan yang akan datang.

Individu-individu yang melakukan perubahan adalah individu yang memiliki kapasitas yang unggul dalam hal kelihaian atau kecerdasan sehingga mampu berpikir secara abstrak namun dapat diwujudkan dalam bentuk visi yang realistis dan rasional agar menjadi suatu yang konkrit.

Setiap organisasi tentunya selalu menginginkan perubahan, namun adakalanya mereka tidak mampu memanfaatkan momentum. Seyogyanya perubahan memerlukan momentum. Momentum hanya dapat digapai dengan ditandai oleh individu-individu yang memiliki ketajaman pandangan terhadap fenomena yang terjadi dan dapat memprediksi bahwa fenomena tersebut jika dimanfaatkan akan memberi makna implikasi yang positif terhadap perubahan dan perkembangan organisasi.

Di sisi lain, pentingnya melakukan suatu perubahan adalah untuk mengatasi krisis yang akan dihadapi oleh organisasi, terutama krisis pada masa yang akan datang. Krisis dalam tubuh organisasi lazimnya terjadi disebabkan faktor kurang adaptifnya organisasi menghadapi berbagai dinamika perubahan, baik perubahan secara individual,  secara struktur internal, maupun faktor eksternal organisasi. Krisis dalam organisasi disadari berpengaruh terhadap kenerja kerja organisasi secara keseluruhan. Kinerja kerja organisasi yang mengalami stagnatisasi sehingga memberi alarm kepada seluruh anggota dan juga jajaran struktural untuk terus melakukan analisis penyebab terjadinya krisis.

Krisis tidak selamanya menjadi bumerang yang juga diartikan sebagai sesuatu yang negatif pada organisasi yang akan melakukan perubahan. Walaupun tak bisa dipungkiri dengan tuntutan perubahan terjadi karena kriris dianggap sebagai variabel yang determinan. Akan tetapi kriris yang dimaksud adalah sebagai suatu upaya titik balik untuk menjadi yang lebih baik atau lebih baru. Suatu keadaan yang tidak stabil maka perubahan adalah cara yang akan menentukan akan segera terjadi. Apakah perubahan itu baik atau buruk adalah penilaian normatif yang harus dilakukan oleh semua individu yang ada di dalamnya.

Perubahan akan selalu dipersiapkan agar organisasi dapat secara anitipatif menghadapi lika-liku krisis yang tak berkesudahan. Krisis bukan berarti akan menjadikan organisasi menuju degradasi kevakuaman ataupun bahkan menuju ke titik nol, namun justru krsisis harus menjadi sebuah kenyataan untuk dimanajemeni agar mampu memperkuat organisasi mencapai tujuannya dan dapat terhindar dari dampak-dampak negatif baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Perubahan suatu organisasi dilakukan secara terukur dan terencana maka akan menjadikan organisasi terhindar dari berbagai terpaan krisis negatif yang membahayakan eksistensi organisasi dimasa yang akan datang.

Tantangan 17 Tahun Menuju Perubahan

Secara substansial, suatu perubahan dapat diartikan sebagai pergeseran satu kebiasaan menuju kebiasaan yang lain (baru) yang sama sekali berbeda dan tidak biasanya dilakukan oleh individu, kelompok maupun organisasi dari waktu yang sebelumnya. Perubahan dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang dianggap stagnan tidak lagi untuk dipertahankan akibat mengurangi daya gerak sehingga membatasi akselerasi organisasi dalam menghadapi masa sekarang dan yang akan datang. Perubahan perlunya dilakukan sebagai bentuk upaya perlawanan atau resistensi menghadapi dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Penyesuaian menjadi senjata untuk mengantisipasi problem-problem di luar dugaan agar tidak terjadi kegagapan.

Perubahan akan terjadi dengan adanya tantangan dan perlawanan. Perlawanan yang maksud bukan berarti untuk menghancurkan sebuah perubahan, namun tantangan dan perlawanan tersebut harus dianggap sebagai dinamika karena sedang berada dalam proses pencarian menuju ke arah yang lebih baik. Perlawanan itu bisa timbul akibat faktor-faktor lain, oleh sebab faktor-faktor inilah harus diidentifikasi sebagai bagian dari upaya untuk mengeliminir perlawana terhadap suatu perubahan. Katakanlah perlawanan sepertiperbedaan persepsi, ketidaktentuan arah dan tujuan, hilangnya rasa dan lainnya.

Pada dasarnya, perlawanan dilakukan oleh orang-orang karena perubahan yang biasanya diawali dengan ketidknmenentuan. Kondisi ini akan membuat orang merasa tidak nyaman apalagi jika proses perubahan berlangsung membebani baik secara fisik maupun psikis, sebab perubahan akan sulit untuk menghindari yang namanya perlawanan. Berbagai macam bentuk orang melakukan perlawanan mengindikasikan bahwa dalam melakukan perubahan bukanlah hal yang mudah tanpa mengenali bentuk-bentuk perlawanan.

Perlawanan dasarnya adalah manusiawi, alhasil jika hal tersebut menyangkut kepentingan seseorang dalam organisasi. Jika perubahan itu membahayakan dirinya maka akan adanya perlawanan. Bagaimanapun upaya menyelamatkan dalam proses perubahan akan terjadi dalam organisasi. Organisasi harus memiliki kekuatan atau kekuasaan yang besar sehingga bentuk politik perubahan yang terjadi dalam rencana perubahan tersebut bersifat dinamis agar dapat memungkinkan prosesnya diserap oleh jajaran struktural secara menyelurruh dan utuh.

Oleh karena itu, berdasarkan uraian perlawanan terhadap suatu perubahan maka, perlunya dilakukan upaya dalam tubuh organisasi agar tidak menjadikan perlawanan sebagai tantangan yang bersifat permanen, tetapi menjadikannya sebagai cermin untuk mengevaluasi diri organisasi sebagai sebuah sistem yang membutuhkan perubahan setiap saat demi menjamin sustainabilitas/keberlangsungan organisasi.

Perlawanan harus dianggap sebagai sebuah proses dan dinamika yang ditempatkan dalam memperbaiki diri yang mungkin saja perlunya dilakukan pembinaan dan pengembangan untuk mempertahankan eksistensi dan keberlangsungan organisasi di masa sekarang dan yang akan datang.

Sebuah Harapan

Perubahan dan perkembangan perjalanan organisasi Tala Ia menuju tahun ke-17 adalah sebuah keniscayaan dan merupakan konsekuensi logis kebutuhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Persaingan yang ketat mengharuskan organisasi harus menyesuaikan diri di era globalisasi, sebab kemampuan mengenal  secara mendalam persaingan dan tantangan menjadi tolak ukur untuk melakukan perubahan dalam tubuh organisasi.

Perubahan dan perkembangan yang dimaksud adalah bahwa, bukan hanya sekadar mengikuti trend untuk melakukan perbaikan, tetapi perubahan dilakukan dengan strategi yang mumpuni demi menjamin keberlangsungan dan eksistensi organisasi. Sadar dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap perubahan perkembangan dan perbaikan organisasi untuk mencapai tujuannya adalah tuntutan keharusan bagi segenap individu yang berhimpun did alamnya untuk menjawab tuntutan tersebut.

Sebagai penutup, jika anda ingin merangkai mimpi itu dengan sendiri maka itu hanyalah sebuah impi, tetapi jika mimpi itu dirangkai bersama-sama dalam satu wadah organisasi maka itu adalah awal dari sebuah kenyataan. (Emanuel Kant) Tala Ia adalah wadah yang tepat untukmu menempah.

Memasuki tahun ke-17 adalah sebuah kenyataan dalam menjawabi tantangan jaman, tetap tumbuh dan berkembang biak dibumi mataram. Tala Ia Jaya

“Buku biliken teratu, pena matan pulu pito, pai pupul tala ia puin taan kemuin tou, gahan taan kenahan ehaken, balik gelekat lewotanah”. (Syahfuad Nur Rahmat, Koordinator Dewan Pertimbangan Organisasi Tala Ia)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments