Home Ekonomi RB Dwi Wahyu : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Konsep Gotong-royong

RB Dwi Wahyu : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Konsep Gotong-royong

86
0
Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Pimpinan Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu B SPd MSi. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi dunia, termasuk Indonesia dan lebih khusus lagi DIY, terpuruk. Dan agar ekonomi bisa bangkit kembali perlu waktu lama dan strategi yang tepat.

Menurut Pimpinan Komis B DPR DIY RB Dwi Wahyu B, untuk membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi dengan menerapkan konsep ekonomi kerakyatan. Inti dari konsep ini adalah gotong-royong dengan mengedepankan skema kekeluargaan. Bentuk konkrit dai skema kekeluargaan ini adalah dengan membeli dan menjual produk di lingkungan terdekat, sehingga terjalin ekonomi yang saling support atau mendukung dan produktif.

Sementara untuk menentukan prioritas pembangunan ekonomi, menurut Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, sangat tergantung pada mapping atau peta wilayah. Ia memberi contoh, jika mayoritas masyarakatnya petani maka sektor pertanian menjadi pilihan paling logis. Demikian pula ketika di daerah perkotaan yang mengandalkan UKM sebagai sektor strategis maka sektor inilah yang menjadi pilihan yang paling tepat.

Namun, jika harus memilih skema prioritas, menurut RB Dwi Wahyu B, maka sektor ketahanan pangan menjadi bidang strategis masa depan yang harus menjadi prioritas. J”ek-Ma, milyader China, mulai merancang ini,” kata RB Dwi Wahyu kepada Bernasnews.com, Senin 22 Februari 2021.

Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY ini, ekonomi produktif menjadi pilihan untuk mengatasi masalah ekonomi. Kantong-kantong ekonomi produktif harus dijalankan dengan membuat skema-skema hibah/proyeksi program yang langsung diserap masyarakat dan bergulir.

Untuk itu, APBD DIY harus berpihak ke sana. “Tinggalkan model-model penyerapan yang konsumtif, yang membuat roda perekonomian warga tidak berkelanjutan,” kata RB Dwi Wahyu.

Selain itu, menurut RB Dwi Wahyu harus tetap mendorong pariwisata sebagai lokomotif ekonomi DIY. “Wisata adalah industri kepercayaan. Terus lakukan campaign bahwa wisata di DIY aman dan sehat. Lakukan pengetatan protokol kesahatan sebagai citra yang hendak dibangun,” kata RB Dwi Wahyu.

Dalam konteks yang lain, industri hotel juga harus inovatif dalam merespon. Misalnya membuat event hotel yang menarik, pameran lukisan dan sebagainya (bisa bermitra dengan sponsor/pemerintah) atau menjual paket sarapan/dinner yang lebih inovatif (murah dan menarik).

Selain itu, harga kamar disesuaikan, agar segmentasi pasar lokal bisa respon terhadap itu. Misalnya, membuat paket family trip (menyasar segmen kelas menengah lokal).

Dan tugas penerintah adalah harus menyeimbangkan pola tersebut. Ekonomi tetap jalan, tetapi pelayanan kesehatan juga dibuka akses-nya dengan baik. “Hanya itu pilihannya. Dengan terus melakukan kampanye protokol kesehatan secara masif.,” kata RB Dwi Wahyu. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here