Home News Rayakan 25 Tahun Kelulusan, Alumni JB-Stece 96 Gelar Vaksinasi Mandiri

Rayakan 25 Tahun Kelulusan, Alumni JB-Stece 96 Gelar Vaksinasi Mandiri

1069
0
Ketua Pelaksana Panitia AA Kunto A (kiri) bersama panitia lain saat meninjau calon lokasi vaksinasi Kamis, 16 September 2021, di SD Negeri Kempong yang terletak di Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo. Foto : kiriman AA Kunto A

BERNASNEWS.COM – Apa ungkapan terbaik untuk merayakan kebahagiaan? Satu saja: bersyukur. Apa ungkapan terbaik untuk mewujudkan syukur itu? Juga satu: berbagi. Lalu, kenapa sediakan doorprize ratusan ekor ayam? Simak selengkapnya.

Sama-sama lulus SMA tahun 1996, alumni SMA Kolese de Britto (JB) dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece) memutuskan untuk mengungkapkan syukurnya dengan menggelar aksi kemanusiaan vaksinasi mandiri Covid-19 untuk masyarakat umum. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, DIY dan TNI-Polri, vaksinasi akan diadakan pada hari Kamis, 16 September 2021 di SD Negeri Kempong yang terletak di Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang. Sebanyak 1.000 vaksin Sinovac disediakan untuk masyarakat setempat dan umum, baik dosis satu maupun dua.

(Baca juga: Sambut Tahun Ajaran Baru, SMA Kolese De Britto Vaksin 1.000 Siswa dan Keluarganya)

Vaksinasi dipilih sebagai wujud dukungan kepada pemerintah mempercepat kekebalan kelompok (herd imunity) terhadap Covid-19. Sedangkan Kulon Progo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan mengingat masih banyak warga yang belum divaksin. Dengan mendekat ke lingkungan tempat tinggal warga maka diharapkan kendala jarak dan waktu tidak lagi menghalangi warga yang tinggal di kawasan Bukit Menoreh untuk ikut vaksinasi.

Suasana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus SMA Kolese de Britto beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

“Selama ini warga kami belum vaksin bukan karena tidak mau tetapi karena lokasi vaksinnya jauh,” imbuh Sunija, PLT Lurah Banjaroyo, saat meninjau persiapan kegiatan di SD Negeri Kempong yang berada persis di pinggir jalan utama ke arah Puncak Suroloyo dan Peziarahan Maria Sendang Sono tersebut.

“Kami memiliki 80.000 vaksin untuk segera dihabiskan. Pencapaian kami saat ini lebih dari 60 persen. Sampai Oktober nanti, target kami 75 persen tersalurkan. Kami senang teman-teman alumni JB-Stece 96 mau membantu kami,” ungkap drg Th Baning Rahayujati Mkes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kulon Progo saat rapat koordinasi persiapan acara.

(Baca juga: Alumni SMA Kolese de Britto Bedah Rumah Penjual Es)

“Kita utamakan melayani masyarakat. Jika ada warga dari luar kalurahan setempat yang datang dan minta divaksin layani saja. Yang penting kebutuhan warga setempat terpenuhi dulu,” tandas Th Baning Rahayujati

Sedangkan AA Kunto A, Ketua Pelaksana Panitia, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Senin (3/9/2021), mengungkapkan alasan mengapa mereka memilih merayakan 25 tahun kelulusan dengan mengadakan vaksinasi massal.

“Tergerak oleh semangat man for and with others yang ditanamkan selama kami sekolah, rasanya dalam situasi pandemi sekarang, rasa syukur kami hanya pantas diwujudkan dengan berbagi kepada sesama. Di depan mata, banyak saudara kita belum divaksin. Mereka berhak atas perlindungan kesehatan dan terbebas dari rasa takut terinfeksi Covid-19. Bersamaan, pemerintah gencar mempercepat vaksinasi di mana-mana,” kata AA Kunto.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus SMA Kolese de Britto beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

“Beberapa waktu lalu, alumna Stece 96 juga sudah mengadakan vaksinasi di Kota Yogyakarta. Kami merasakan antusiasme peserta vaksin untuk hadir. Untuk itulah kami mendukung teman-teman alumni De Britto 96 adakan acara ini. Kami berteman baik sejak kami sekolah. Maka baik juga jika 25 tahun kelulusan kami dirayakan bersama dengan cara ini,” ujar Wakil Ketua Panitia Silvia Megatari yang bekerja dan berdomisili di Jakarta ini.

Untuk itu, tambahnya, mereka menggelar vaksinasi di lokasi yang dekat dengan permukiman warga yang tinggal terpencar di kawasan perbukitan itu. Dengan mendekat, mereka berharap warga yang terkendala transportasi, atau kesulitan membagi waktu karena aktivitas di sawah, ladang, atau pekerjaan lain, bisa meluangkan waktu sebentar untuk menerima vaksinasi lalu kembali bekerja.

“Sejak Februari, hampir setiap hari kami mengadakan vaksinasi. Vaksinasi di lokasi seperti ini menjangkau warga yang selama ini kesulitan jika harus datang ke Puskesmas. Kami yakin warga antusias hadir,” sambut dokter Theresia Rudatun, Kepala Puskesmas Kalibawang, sambil menyatakan kesiapan tenaga kesehatan, ambulans, dan peralatan medisnya untuk kegiatan vaksinasi ini.

Sebagai apresiasi kepada warga penerima vaksin, panitia menyediakan ratusan ayam sebagai doorprize. Kenapa doorprize-nya ayam? Terang Kunto, “Kami ingin suasana vaksinasi ini menyenangkan. Meski protokol kesehatan dan kaidah medis sangat ketat, kami ingin warga tidak kehilangan kegembiraan. Sedangkan ayam merupakan simbol kesederhanaan dan kehidupan. Ayam hewan rumahan yang dimiliki kebanyakan warga. Daging ayam protein jika dikonsumsi. Jika tetap dirawat, ayam bertelur. Telur itu lambang hidup.”

Lurah Senija menimpali, “Semula panitia hendak menyediakan doorprize kambing. Kami usul, bagaimana jika ayam saja dalam jumlah banyak? Supaya apa? Supaya banyak warga yang berkesempatan mendapatkan.” Jadilah ayam, sederhana dan menggembirakan sekaligus selaras dengan semangat percepatan pemerintah supaya vaksinasi merata ke semua warga negara. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here