Home News Ratusan Pemudik dari Luar DIY Datang ke Kabupaten Sleman Tiap Hari

Ratusan Pemudik dari Luar DIY Datang ke Kabupaten Sleman Tiap Hari

365
0
Data jumlah pemudik ke Kabupaten Sleman hingga Sabtu (18/4/2020) pukul 15.30 WIB. Sumber : Gugus Tugas Covid-19 Sleman

BERNASNEWS.COM – Meski pemerintah telah menghimbau dan meminta warga untuk tidak mudik selama pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut, namun jumlah pemudik dari lua DIY yang datang ke Kabupaten Sleman selalu meninggkat setiap hari.

Data yang diperoleh Bernasnews.com dari Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Kabupaten Sleman, hingga Sabtu (18/4/2020) pukul 15.30 WIB, jumlah pemudik yang datang ke Sleman sebanyak 6.204 orang atau meningkat dibanding sehari sebelumnya atau Jumat (17/4/2020) sebanyak 6.157 orang. Sementara pada Kamis (16/4/2020) pukul 15.30 WIB, jumlah pemudik ke Sleman 6.070 orang.

Data jumlah pemudik ke Kabupaten Sleman hingga Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB. Sumber : Gugus Tugas Covid-19 Sleman

Menurut Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo, para pemudik datang dari luar DIY, luar Jawa bahkan ada yang datang dari luar negeri. Dan pemerintah tidak melarang warga untuk mudik tapi hanya meminta dan menghimbau agar untuk tidak mudik selama pandemi wabah Covid-19.

Hal ini dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona karena virus tersebut hanya bisa berpindah dari satu orang ke orang yang lain selama manusia bergerak atau berpindah-pindah.

Data jumlah pemudik ke Kabupaten Sleman hingga Kamis (16/4/2020) pukul 15.30 WIB. Sumber : Gugus Tugas Covid-19 Sleman

Dari data pemudik Sabtu (18/4/2020), paling banyak datang ke Kecamatan Tempel sebanyak 677 orang disusul Kecamatan Tempel sebanyak 502 orang, sementara paling sedikit datang ke Kecamatan Cangkringan sebanyak 173 orang dan Kecamatan Minggir sebanyak 226 orang.

Menurut Hardo Kiswoyo,tiap pemudik wajib melaporkan diri ke Ketua RT setempat dan memeriksakan diri pada petugas kesehatan. Bila sehat harus melakukan isolasi atau karantina mandiri, namun bagi yang sakit akan mengikuti karantina di asrama haji di Ring Road Utara. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here