Home News RAT Puskopcuina XXXII, Jadikan Koperasi Pilihan Rasional Masyarakat

RAT Puskopcuina XXXII, Jadikan Koperasi Pilihan Rasional Masyarakat

368
0
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyerahkan wayang gunungan sebagai simbol dibukanya acara RAT Puskopcuina XXXII Tutup Buku 2020, Jumat (28/5/2021), di Yogyakarta. (Foto: AG.Irawan)

BERNASNEWS.COM — Pandemi Covid-19 telah membuat sektor ekonomi terpuruk. Banyak sektor bisnis harus menutup usahanya. Koperasi pun menjadi pilihan rasional masyarakat guna menyelamatkan perekonomian, khususnya usaha mikro.  Pemerintah berterima kasih kepada seluruh gerakan Credit Union di Indonesia yang selama pandemi ikut menyelamatkan ekonomi rakyat. Pemerintah tidak bisa sendirian untuk menghadapi pandemi Covid-19, sebab tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi ini akan berakhir.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union Indonesia atau Puskopcuina XXXII Tahun 2020 di Yogyakarta, Jumat (28/5/2021) pagi. Dalam sambutannya, Teten mengucapkan  terimakasih kepada sejumlah CU di berbagai daerah di Indonesia yang telah ikut mensejahterakan anggotanya.

“Mari bersama kita pikirkan bagaimana untuk mengembangkan model bisnis koperasi yang mulai menggarap sektor produksi. Sehingga koperasi mampu mendukung pengadaan bahan baku industri manufaktur. Saat ini banyak negara cari keunggulan khasnya untuk dijadikan basis produksi,” terangTeten.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki (berdiri di podium) memberikan sambutan dalam RAT Puskopcuina XXXII Tutup Buku 2020, Jumat (28/5/2021), di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta. (Foto: AG.Irawan)

Turut hadir dalam acara pembukaan Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Ketua Pengurus Puskopcuina Edi Vinsensius Petebang, Asisten Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pengembangan Tri Saktiyana, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi.

Teten berpesan kepada pengurus KSP Puskopcuina untuk melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha lainnya. Untuk itu, spin off masuk ke sektor produksi menjadi pilihan. Koperasi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produk sendiri serta dapat menciptakan lapangan kerja. Terlebih saat ini Indonesia masih banyak bergantung pada produk pangan impor seperti garam, kedelai, jagung, beras, dan gula.

“Saya sudah banyak berdiskusi dengan teman-teman di KSP yang asetnya sudah triliunan rupiah itu, untuk masuk ke sektor produktif. Mereka harus bisa create bisnis yang produktif sehingga bisa mengembangkan pelaku usaha yang selama ini mikro,” ungkap Teten.

Sementara Ketua Pengurus Puskopcuina Edi Vinsensius Petebang mengatakan, Puskopcuina merupakan Koperasi Credit Union (CU) sekunder terbesar di Indonesia dari sisi aset dan jumlah anggotanya. “Saat ini Puskopcuina mewakili 506.455 orang anggota individu dari 44 CU primer yang tersebar di 18 provinsi dengan kantor pelayanan tersebar di 23 provinsi mulai dari Nias Sumatera Utara sampai dengan Merauke Papua per 31 Desember 2020,” terangnya.

Edi menambahkan, anggota CU merupakan masyarakat kecil dengan jumlah aset secara gerakan mencapai Rp 7 triliun. “ Visi kami adalah menjadi federasi nasional credit union yang terintegrasi, terpercaya dan berkelanjutan,” ujar Edi.

Sejumlah anggota KSP Credit Union dari berbagai daerah di Indonesia turut menghadiri RAT Puskopcuina XXXII Tutup Buku Tahun 2020, di Yogyakarta, Jumat (28/5/2020). Foto: AG.Irawan.

RAT yang mengusung tema “Mewujudkan integrasi Gerakan Credit Union melalui Efektivitas Puskopcuina” ini dilaksanakan secara luring dan daring yang dihadiri oleh 44 Koperasi CU primer, 33 CU hadir offline dan 11 CU hadir online. Jumlah peserta 216 orang, hadir secara offline 167 orang dan online 49 orang. Rangkaian kegiatan yaitu Pembukaan dan cordially welcome, seminar dan launching Puskopcuina sebagai Federasi Nasional. Juga memperkenalkan aplikasi ESCETE dan Buku SOP Koperasi CU. Agenda ditutup dengan RAT dan Puskopcuina Night.

Ketua Panitia Lokal Budi Santosa mengungkapkan, RAT Puskopcuina Tahun Buku 2020 diselenggarakan di Yogyakarta dengan tuan rumah penyelenggara KSP Credit Union Cindelaras Tumangkar (CUCT) Yogyakarta yang merupakan salah satu CU Primer anggota Puskopcuina. Pihaknya juga mengungkapkan, manfaat menjadi anggota CU, mulai dari mendapatkan pendidikan literasi keuangan, pemberdayaan ekonomi, juga pelayanan keuangan berkelanjutan.

Salah seorang peserta RAT Puskopcuina XXXII,  Romo Fredy Rante Taruk, Pr, yang mengelola CU Sauan Sibarrung Toraja Sulawesi Selatan mengapresiasi keikutsertaan masyarakat di daerahnya dalam keanggotaan koperasi. “Ini sebagai sarana edukasi yang efektif guna pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, khususnya ekonomi dan pendidikan,” terang dia. Diharapkan kehadiran  Puskopcuina bisa memperkuat usaha masyarakat dalam menggarap sektor strategis yang diyakini mampu meningkatkan bargaining power KSP dalam pasar global. (AG.Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here