Home News Raperda Jogja Smart Province Sudah Menjadi Kebutuhan untuk Implementasi TIK yang Lebih...

Raperda Jogja Smart Province Sudah Menjadi Kebutuhan untuk Implementasi TIK yang Lebih Progresif

108
0
Anggota Komisi A DPRD DIY DR R Stevanus C Handoko. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Anggota Komisi A DPRD DIY Dr R Stevanus C Handoko S.Kom MM mengatakan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jogja Smart Province sudah menjadi kebutuhan untuk implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang lebih progresif.

Sementara Jogja Smart Province bukan sekadar sebuah aplikasi, namun sudah berupa ekosistem digital yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

Menurut Sekretaris Fraksi Gabungan Nasdem, Demokrat dan PSI DPRD DIY ini, ada 3 pilar utama yang menyokong ekosistem digital dalam mewujudkan Jogja Smart Province yakni struktur, suprastruktur dan infrastruktur.

Struktur terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), blueprint JSP dan perencanaan anggaran, ssuprastruktur terkait dengan organisasi, regulasi yang menjadi payung hukum, proses implementasi dan infrastruktur terkait dengan infrastrukur digital (harddware dan software/ TIK termasuk di dalamnya terkait dengan kondisi social environment.

Menurut Stevanus, 3 hal penting tersebut tidak bisa berdiri sendiri-sendiri atau berjalan sendiri, dibutuhkan keselarasan/ harmonisasi kerja. Ketiga pilar tersebut menjadi penyokong pengembangan integrated management system untuk Layanan Pemerintahan Cerdas (Smart Governance) terkait dengan tata kelola pemerintahan.

Sementara Layanan Komunikasi Publik Cerdas (Smart Branding) terkait dengan komunikasi publik dan province branding terkait dengan bagaimana pemerintah daerah dalam komunikasi publik yang tepat, cepat dan terarah. Selain itu bisa juga memanfaatkan segala resource yang bisa digunakan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Anggota DPRD DIY dari PSI Dr R Stevanus CH S.Kom MM. Foto : Dok Pribadi

Selain itu, kebudayaan cerdas (Smart Culture) terkait dengan sektor budaya, pelestarian, pengembangan dan digitalisasi aset/sejarah kebudayaan. Kemudin, Layanan Kemasyarakatan Cerdas (Smart Society) terkait dengan sektor pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Selnjutnya Kehidupan Cerdas (Smart Living) terkait dengan sektor mobilitas, transportasi, pelayanan kesehatan dan pariwisata, Layanan Perekonomian Cerdas (Smart Economy) terkait dengan sektor ekonomi dan bisnis, pengembangan dan fasilitasi sektor ekonomi dan bisnisn . DLayanan Lingkungan Cerdas (Smart Environment) tTerkait dengan sektor kewilayahan dan lingkungan.

Menurut Stevanus, dengan adanya integrated management system terhadap ekosistem layanan digital diharapkan tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan berbasiskan kearifan lokal dapat terwujud.

Hingga saat ini terdapat beberapa peraturan yang terkait dengan implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan pemerintahan yakni Perpres No 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Perpres No 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, UU No 19 tahun 2016 tentang ITE, UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah, PP No 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dn UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Namun demikian peraturan tersebut belum cukup lengkap untuk mendukung implementasi Jogja Smart Province. “Saya berharap dalam waktu dekat, terjadi konsensus dan dukungan atas rencana penyusunan Perda Jogja Smart Province di DIY.
Jika melihat blue print Jogja Cyber Province yang dimiliki oleh Gubernur DIY pada tahun 2005, sudah saatnya DIY memiliki Perda Jogja Smart Province,” Stevanus.

Dikatakan, perkembangan Teknologi di Indonesia dan khususnya di DIY sudah cukup baik. Transformasi digital berbagai sektor terus berjalan. Sebagai contoh berdasarkan informasi dari Bank Indonesia wilayah DIY, salah satu bentuk transformasi digital di sektor ekonomi/ UMKM dengan masifnya penggunaan QRIS di DIY. Hingga saat ini telah terdaftar 317 ribu pengguna QRIS dalam transaksi jual beli berbagai produk dan jasa di berbagai platform digital.

Selain itu platform digital yang dimiliki Unicorn dan Decacorn yang beroperasi di DIY juga mendorong berkembangnya ekosistem digital lainnya untuk saling bersinergi dan berkolaborasi memperkuat ekonomi masyarakat. Perusahaan berskala nasional bahkan internasional tumbuh berkembang di DIT.Produk dan jasa berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dihasilkan cukup memberi warna bahwa DIY tidak bisa dipandang sebelah mata terkait dengan perkembangan dan pemaanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Stevanus mengatakan bahwa berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) DIY berada di Nomor 2 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Dimana skor IP-TIK DIY berada di level 6,12 ( Level nasional di angka 4,99 ).

Data ini menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital dan potensi pengembangan di DIY sudah sangat baik dan memiliki potensi luar biasa jika mampu dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di DIY seperti demikian, menurut Stevanus, maka tidak dapat dipungkiri pergeseran business process dan business model pelaku bisnis di DIY tidak terelakkan. Adaptasi dengan kondisi semacam ini perlu dilakukan untuk tetap dapat bertahan dan berkembang.

Menutu Stevanus,Jogja yang dikenal dengan kearifan lokal dalam berusaha, seperti Gotong Royong, kerjasama menjadi spirit yang mendukung terus berkembangnya transformasi secara bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama yang berkelanjutan. Terkait kebudayaan lokal yang sudah menjadi jati diri warga dan bangsa ini, akan menjadi roh dalam berkehidupan dan berbangsa walaupun teknologi terus berkembang pesat.Selain itu, saya berharap bahwa kecepatan kita beradaptasi, mengembangkan kemampuan, akan sangat membantu proses persaingan global yang tidak bisa dihindari.

“Sekali lagi, semoga usaha mendorong adanya Perda Jogja Smart Province mendapatkan dukungan semua pihak agar misi, visi Jogja Cyber Province yang sudah lama dikumandangkan di DIY bisa mulai diimplementasi secara lebih progresif,” kata Stevanus C Handoko. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here