Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniRamadhannomic dan Kesalehan Sosial

Ramadhannomic dan Kesalehan Sosial

bernasnews.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu bagi umat muslim diseluruh dunia termasuk umat muslim di Indonesia. Dalam bulan Ramadhan semua amalan dilipatgandakan. Dalam mencapai amalan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan amalan badan maupun non badan. Amalan badan dapat dilakukan ketika kita dapat melakukan ibadah seperti Shalat Tarawih, membaca Alquran, mengikuti kajian dan aktivitas lainnya.

Amalan non badan dapat dilakukan dengan cara memberikan sebagian harta kita melalui berbagai cara seperti zakat, infak dan shodaqoh. Selain mendatangkan kesempatan beramal, bulan Ramadhan juga dapat memberikan peluang bisnis atau memunculkan efek yang disebut dengan Ramadhannomic.

Ramadhannomic merupakan efek ekonomi yang terjadi di bulan Ramadhan, efek ini muncul karena dari sisi penawaran naik dan harga yang ditawarkan naik. Berdasarkan teori bahwa ketika penawaran naik maka harga turun dan sebaliknya. Namun kondisi ini berdeda dengan teori, disaat penawaran naik juga diikuti oleh naiknya harga dan permintaan yang naik juga.

Naiknya permintaan ini disebabkan masyarakat meningkatkan permintaan dan ada kecenderungan saat bulan Ramadhan prilaku masyarakat cenderung boros karena meningkatkan jumlah konsumsinya. Padahal dalam surat Al-Isra Allah SWT firman dalam surat Al-Isra 27 yang artinya ”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Namun ada fenomena baru di bulan Ramadhan kali ini, di tengah Pandemi Covid-19, rasa saling menolong antar sesamanya telah terbangun sehingga prilaku boros tersebut ternyata untuk mendermakan sebagai hartanya bagi kaum yang membutuhkan terutama yang sedang menunaikan ibadah puasa, sehingga kenaikan konsumsi di bulan Ramadhan merupakan upaya untuk membangun kesalehan sosial di tengah-tengah pandemic Covid-19.
Kesalehan sosial tersebut sesuai dengan firman Allah surat Al-Isra ayat 26 yang artinya “Dan berikan hanya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Namun demikian berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 26 tersebut, maka dalam rangka untuk membangun kesalahan soaial berprilaku boros tetap dilarang oleh Allah SWT.

Di sisi lain, semakin banyaknya masyarakat yang melakukan kesalehan sosial maka berdampak terhadap UMKM, karena UMKM dapat bergeliat lagi di tengah-tengah Pandemi Covid-19. Menggeliatnya UMKM sebagai akibat semakin banyaknya salehnya masyarakat, yang dapat bermanfaat terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu perlu kata kuncinya adalah bagaimana upaya untuk membangun kesalehan sosial. Berdasarkan pendapat penulis bahwa kesalehan sosial dapat terbagun apabila masyarakat memiliki kecerdasan sosial. Kecerdasan Sosial merupakan kemampuan seseorang dalam memahami kondisi sesamanya dalam lingkungannya secara optimal dan bereaksi dengan tepat untuk sukses secara social atau bersama-sama. (Dr. Jumadi, SE, MM, Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universits Widya Mataram Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia Wilayah DIY, Ketua Departemen Pemberdayaan Desa dan UMKM Masyarakat Ekonomi Syariah DIY)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments