Home Seni Budaya RA Amara Bangga Tampil Bersama Orchestra GBN Meriahkan HUT RI di Istana...

RA Amara Bangga Tampil Bersama Orchestra GBN Meriahkan HUT RI di Istana Negara

270
0
Principal (Ketua) Perkusi Klasik RA Amara Imesadya Emillavta memainkan musik perkusi dan timpani Orchestra Gita Bahana Nusantara, pada HUT Proklamasi ke-76 RI Jakarta secara daring, Selasa (17/8/2021). Foto: kiriman YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Mahasiswi Semester 1 Jurusan Pendidikan Musik, Mayor Perkusi Klasik, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Raden Ajeng Amara Imesadya Emillavta (18) merasa bangga terpilih ikut Orchestra Gita Bahana Nusantara (GBN) memeriahkan acara kenegaraan memperingati HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta secara daring, Selasa (17/8/2021).

“Perasaan saya sungguh campur aduk. Saya senang terpilih menjadi salah satu pemain orchestra GBN yang memeriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI. Saya bangga menjadi pemain Timpani, salah satu alat percusi, mengiringi peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021. Namun juga sedikit sedih dan kecewa karena tidak dapat hadir secara langsung di Istana Negara Jakarta sesuai rencana dan bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo,” kata gadis manis berkaca mata yang dipanggil Rara ini ketika ditemui di Yogyakarta, Jumat (20/8/2021).

Menurut Rara yang bercita-cita menjadi dosen serta pekerja seni lepas di bidang musik perkusi dan alat tradisional ini, GBN adalah acara orchestra yang tampil setiap tahun di Istana Negara Jakarta. Pagelaran ini kolaborasi instrumen musik nasional yang merupakan gabungan pemusik orchestra dari vokalis muda terbaik yang dipilih melalui audisi dari seluruh Indonesia. Namun berbeda dengan sebelumnya, dalam dua tahun terakhir ini GBN dilaksanakan secara daring dari mulai latihan dan rekaman karena pandemi Covid 19.

Principal (Ketua) Perkusi Klasik RA Amara Imesadya Emillavta memainkan musik perkusi dan timpani Orchestra Gita Bahana Nusantara, pada HUT Proklamasi ke-76 RI Jakarta secara daring, Selasa (17/8/2021). Foto: kiriman YB Margantoro

“Saat audisi, kami datang pada tempat audisi. Audisi GBN diadakan di dua tempat yaitu di Jakarta dan Yogyakarta. Proses ini dilakukan secara offline dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata putri kedua dari Ita Endang Mariantari ini.

Bermusik sejak kecil

Rara yang adik kandung Raden Ajeng Amabel Amatyas Eka Emillavta (Mahasiswi Korea National University) ini tertarik seni musik sejak dia masih kecil. Dia belajar biola selama beberapa tahun, dan seiring waktu dia mulai tumbuh minat pada instrumen perkusi. Hal ini membuat dia melanjutkan studi Jurusan Perkusi di SMKN 2 Yogyakarta atau Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta) dan lulus tahun 2021.

“Perjalanan saya di orkestra musik dimulai di sini, terutama dalam instrumen perkusi. Sebelum belajar di sekolah ini, saya belum pernah mempelajari instrumen perkusi, jadi itu sangat menantang pada awalnya. Tetapi dengan banyak kerja keras dan ketekunan studi di sini selama tiga tahun, saya telah berpartisipasi dalam banyak pertunjukan orkestra atau konser,” kata dia.

Gadis berzodiak gemini yang hobi menonton film dan membaca buku ini adalah pemain perkusi di “Musik Biru de Loano” Orchestra yang dipimpin oleh konduktor/komposer Addie MS. Dia juga telah berkolaborasi dengan siswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Dia meraih Juara  I di pentas nasional dan Peringkat III di pentas internasional Asian Virtual Championship (AVC) dalam instrumen Marimba yang diselenggarakan oleh Asian Marching Band Confederation (AMBC) pada tahun 2020.  

Menurut Rara, sejak tahun pertama studi di SMM Yogyakarta dia telah bekerja sebagai guru musik freelance. Dia membantu teman-teman yang mengajarkan menyanyi instrumen perkusi dan biola untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus (Autisme). Kesempatan ini diberikan kepadanya setelah menjadi sukarelawan dalam membantu siswa dengan kebutuhan khusus di sekolahnya.

“Dari pengalaman ini saya belajar bahwa jika kita terus berlatih tanpa putus asa dan percaya diri maka kita akan memperoleh keberuntungan. Ini mengubah sudut pandang saya dari orang yang semula takut untuk mencoba hal-hal baru, kepada seseorang yang terus ingin belajar dan mendapatkan pengalaman baru. Pengalaman saya di berbagai kompetisi sangat penting, karena dari kejuaraan ini saya tahu kemajuan permainan pengembangan dan pengetahuan saya tentang Instrumen perkusi. Ini akan menjadi modal masa depan saya yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Rara. (YB Margantoro, Praktisi Media dan Literasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here