Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsPustakawan Harus Kembangkan Diri dan Siap Layani Pemustaka Informasi

Pustakawan Harus Kembangkan Diri dan Siap Layani Pemustaka Informasi

bernasnews.com – Pustakawan harus memiliki kemauan dan kemampuan mengembangkan diri dan di sisi lain harus siap melayani pemustaka informasi. Untuk mengembangkan diri, hal mendasar yang dapat dilakukan adalah lebih aktif untuk membaca dan menulis.

“Aktif membaca dan menulis bagi pustakawan sebenarnya tidak sulit, sebab mereka bertugas di perpustakaan yang sangat kaya buku-buku bacaan. Sedangkan pemustaka masa depan yakni pemustaka informasi adalah mereka yang meletakkan dasar perekonomiannya pada pengelolaan informasi. Dengan demikian, apresiasi terhadap informasi diharapkan akan meningkatkan kehidupan masyarakat,” kata Pustakawan Unit Penunjang Akademik (UPA) Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta Antonio Tilman, S.SiT., S.H., M.Hum kepada bernasnews.com di kampus setempat, Jalan Tata Bhumi Nomor 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (24/6/2022).

Ayah dua orang anak kelahiran  Aileu, Timor Leste yang kini menetap di Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta ini sependapat dengan pimpinannya, Yoseph Nai Helly, S.SiT, MM. Bahwa kemampuan literasi pustakawan khususnya di STPN Yogyakarta harus terus diasah. Untuk itu, dia mencoba aktif mengikuti pelatihan kepenulisan yang diadakan di perpustakaan kantornnya atau di lingkup Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) DIY.

Beberapa karya tulisnya antara lain terakomodasi di buku Membaca Indonesia 75 Tahun, Esai-Esai Pustakawan, Bila Pustakawan Bercerita. Saat ini dia sudah merampungkan naskah buku Pelaksanaan Reforma Agraria Memberi Kesejahteraan pada Petani.

Menurut Antonio, tanah mempunyai arti sangat penting dalam kehidupan manusia karena dalam kehidupan kesehariannya selalu berhubungan dengan tanah. Tanah relatif tetap, sedangkan aktivitas yang sedang memerlukan tanah semakin meningkat.

Tanah bagi masyarakat Indonesia mempunyai nilai ekonomis, sosial dan politis. Bernilai ekonomis karena tanah dapat menghasilkan apabila diusahakan, baik untuk pertanian, perkebunan atau dalam bentuk lain. Nilai tanah pun dari hari ke hari tidak pernah turun. Tanah juga merujuk pada “harga diri” seseorang, sehingga sekecil apapun tanah akan dibela sampai mati.

“Reforma Agraria akan merupakan salah satu isi penting kenegaraan karena masalahnya menyangkut hubungan kelembagaan antara rakyat, wilayah, dan pemerintah yaitu komponen-komponen penting Negara berdasarkan Konvensi Montevvideo 1933. Dengan demikian, Reforma Agraria tidak dapat dipandang sekadar sebagai masalah sosial ekonomi belaka,” kata dia.

Sesuai ketugasannya di unit referensi perpustakan, Antonio mengatakan, pustakawan membangun koleksi referensi merupakan hal penting karena pustakawan lebih mengerti mengenai jenis-jenis koleksi yang akan dibutuhkan pemustaka.

“Pustakawan harus selalu siap menerima pertanyaan-pertanyaan dari berbagai pemustaka yang hadir di ruang referensi perpustakaan. Maka tugas pustakawan referensi memberikan pengarahan kepada mereka. Ada tiga hal penting tugas kami di sini yakni menerima pertanyaan yang diajukan, petugas membantu dalam pencarian referensi, dan pelayanan pendidikan pemustaka,” kata Antonio Tilman. (mar)   

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments