Home Pendidikan P+us Treat, Cara Mudah Mengolah Sampah Botol Plastik Bekas

P+us Treat, Cara Mudah Mengolah Sampah Botol Plastik Bekas

64
0
Putri Amalia, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII/ Program Fast Track S1-S2 Jurusan Teknik Industri FTI UII ini, dalam jumpa pers secara daring dang luring dari Kampus FTI UII pada Rabu, 9 Juni 2021. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Putri Amalia, salah satu dari 4 mahasiswa yang lolos program Double Degree MTI UII dan NTUST semester ganjil 2021/2022, tengah mengembangkan inovasi membuat alat mengolah sampah botol plastik dengan nama P+us Treat. Alat berbentuk tabung ini untuk memudahkan mengolah sampah plastik, khususnya botol plastik bekas air mineral.

“Alat inovatif ini diharapkan kelak dapat berkontribusi menekan lebih besar 45 persen sampah plastik tidak terkelola dari total sampah plastik sekitar 65 juta ton setiap tahun,” kata Putri Amalia, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII/ Program Fast Track S1-S2 Jurusan Teknik Industri FTI UII ini, dalam jumpa pers secara daring dang luring dari Kampus FTI UII pada Rabu, 9 Juni 2021.

Menurut Putri Amalia, rencana penelitian yang dilakukan tentang pengelolaan limbah, khususnya limbah sampah plastik, adalah program saat ini yakni kampanye tentang pemisahan sampah untuk coffeeshop (sedang dalam tahap piloting) dan pembuatan reverse vending machine sebagai tempat daur ulang botol plastik yang sedang dalam pengembangan.

Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD IPM. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Selanjutnya PlusTreat bersama coffee shop akan membantu mengolah atau mengubah sampah plastik atau tidak langsung dibuang ke TPS. Hasil pengolahan di P+us Treat ini kemudian diambil, diolah dan disalurkan ke perusahaan pengolahan plastik. Dikatakan, setelah menikmati kopi, dengan P+usTreat, tinggal memasukan sampah sesuai kategorinya, ada 1 untuk sedotan, 1 untuk sisa kopi dan es dan 1 lagi untuk cup dan tutupnya.

“Dengan adanya P+us Treat, diharapkan penikmat kopi, terutama anak muda, dapat merasakan bahwa memilah sampah itu mudah, gak ribet, sehingga mereka tergerak untuk memilah sampah di tempat tinggal masing-masing,” kata Putri Amalia.

Alat inovasi P+us Treat merupakan salah satu karya Putri Amalia yang mengantarkannya mendapatkan beasiswa. Melalui program tersebut, Putri Amalia mengaku dapat mengembangkan ilmu dengan standar salah satu universitas terkemuka di Asia yaitu NTUST.

Selain itu, menurut Putri Amalia, beberapa strategi yang dilakukan untuk meraih beasiswa adalah membangun portofolio (pengalaman yang relevan) sejak dini, meningkatkan kredibilitas, misalnya dengan publish paper, aktif berorganisasi dan volunteer (intra & extra kampus) dan adanya rekomendasi dosen dan konsultasi.

Putri Amalia, salah satu dari 4 mahasiswa yang lolos program Double Degree MTI UII dan NTUST semester ganjil 2021/2022,

Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD IPM mengatakan, FTI UII merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan program kerja sama dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan, sejak tahun 2018.
 
Pada awal semester ganjil 2021/2022 kembali merealisasikan program Dual Degree bagi mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII. Satu dari 4 mahasiswa yang dinyatakan diterima program tersebut, Putri Amalia, mendapatkan beasiswa dari NTUST.
 
“Program Dual Degree sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa. Dengan pengalaman kuliah yang memiliki budaya berbeda dan mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif, diharapkan mampu bersaing di era global,” kata Winda Nur Cahyo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here