Home News Proyek SAH: Jalan Pembela Tanah Air Badran Ditutup

Proyek SAH: Jalan Pembela Tanah Air Badran Ditutup

124
0
Jalan Pembela Tanah Air (Jalan Peta), Badran, Yogyakarta ditutup untuk pengerjaan gorong-gorong, Kamis (17/10/2019). (Nuning/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Jalan Pembela Tanah Air Badran (Jalan Peta) yang menghubungkan Jalan HOS Cokroaminoto ke arah Stasiun Tugu Yogyakarta, sudah lebih dari seminggu ini ditutup karena adanya proyek penggalian jalan guna pemasangan gorong-gorong saluran air hujan (SAH). Proyek gorong-gorong sepanjang lebih kurang 600 meter tersebut merupakan upaya dari Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengatasi banjir atau genangan air apabila musim penghujan di wilayah Jalan Indraprasta (Sisi Barat Jalan HOS Cokroaminto) Yogyakarta.

“Proyek pembuatan gorong-gorong sepanjang 600 meter ini adalah upaya untuk mengatasi banjir di Jalan Indraprasta jika musim penghujan. Ditarget seluruh pekerjaan selesai selama 4 bulan termasuk pengembalian aspal seperti semula. Jadi untuk pengerjaan di Jalan Peta ini minggu depan harus sudah rampung, sebab tanggal 9 November 2019 hasil pekerjaan sudah diserahterimakan,” terang Petugas Proyek, Sriyanto dari PT Remaja Mandiri Selaras kepada Bernasnews.com, Kamis (17/10/2019).

Pengerjaan proyek tersebut oleh masyarakat sekitar Jalan Peta, khususnya para pemilik usaha diharapkan bisa selesai sesuai target, bahkan bila perlu dikerjakan secara lembur maraton. Sehingga proyek bisa cepat selesai dan tidak merugikan para pemilik usaha setempat.

Aris (47 tahun) yang buka usaha toko batik di Jalan Peta, mengatakan, selama ada pengerjaan proyek dan akses jalan ditutup sama sekali usahanya tidak ada pemasukan. “Karena akses jalan ditutup maka otomatis tidak ada pemasukan sama sekali, jadi toko batik juga sementara ikut tutup. Saya sangat berharap proyek ini bisa dipercepat selesainya,” ungkap Aris.

Sementara penurunan omset juga dialami oleh para pengusaha service dinamo dan elektronik yang buka lapak berjajar di pinggir Jalan Peta, rata-rata selama penutupan jalan omset pemasukan menurun. “Usaha service masih bersyukur ada pemasukan, namun secara omset jelas terjadi penurunan lebih dari 50 persen akibat ditutupnya jalan,” imbuh Angga, pengusaha jasa service. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here