Home Ekonomi Program Pengungkapan Sukarela Dibuka, Antusiasme Wajib Pajak Tinggi

Program Pengungkapan Sukarela Dibuka, Antusiasme Wajib Pajak Tinggi

39
0
Staf Khusus Menteri Keuangan RI Yustinus Prastowo. Foto : Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM – Pemerintah membuka Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Program ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau wajib pajak (WP) sampai dengan 30 Juni 2022. Antusiasme wajib pajak (WP) pun tinggi untuk mengikuti program tersebut.

Menurut Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi, PPS memberi kesempatan kepada wajib pajak (WP) yang jujur dan terbuka menyampaikan laporan harta kekayaan yang wajib kena pajak sehingga akan mendapatkan penghapusan sanksi dengan syarat wajib pajak (WP) bersangkutan membayar pajak dengan tarif tertentu.

Kabar baik! Program Pengungkapan Sukarela (PPS) sdh bisa dimanfaatkan s.d 30 Juni 2022! Melalui PPS, pemerintah memfasilitasi WP yg sungguh2 mau jujur & terbuka dgn memberikan penghapusan sanksi, dengan syarat WP membayar pajak dgn tarif tertentu. Saya bahas #PPS#UUHPP,” cuit Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Yustinus Prastowo di akun twitternya.

Menurut Yustinus Prastowo, dalam program ini (PPS), ada 2 kebijakan yakni kebijakan pertama untuk WP yang sudah mengikuti tax amnesty (TA) dan kebijakan kedua untuk WP Orang Pribadi yang belum mengungkap harta selama tahun 2016-2020 dengan benar. “Demi keadilan, tarif PPS ditetapkan jauh lebih tinggi daripada tarif TA,” kata Yustinus Prastowo.

Dikatakan, terhadap dua skema tersebut mendapat beberapa fasilitas. Lalu apa alasan agar sebaiknya ikut PPS? Menurut Yustinus Prastowo, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mempunyai akses terhadap data dan informasi WP. Sistem administrasi juga semakin baik, sehingga WP melaporkan atau tidak, tetap akan diketahui oleh Ditjen Pajak.

Karena itu, menurut Yustinus Prastowo, PPS merupakan saat yang tepat untuk memperbaiki kepatuhan pajak. Yustinus Prastowo pun bersyukur karena aAntusiasme WP mengikuti PPS tersebut cukup tinggi. Ini terbukti, baru 5 hari digelar, sudah ada 10.24 WP melaporkan hartanya. “Semoga kesadaran dan kepatuhan semakin tinggi,” harap Yustinus Prastowo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here