Home Pendidikan Prof Yandi Syukri, Guru Besar ke-21 UII

Prof Yandi Syukri, Guru Besar ke-21 UII

98
0
Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (tengah) menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar/Profesor kepada Dr apt Yandi Syukri S.Si MSi (kanan) di Kampus UII, Senin (19/10/2020). Foto : Humas UII

BERNASNEWS.COM – UII kini memiliki 21 dosen dengan jabatan akademik Profesor atau Guru Besar menyusul penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Kenaikan Jabatan Akademik Profesor bagi Dr apt Yandi Syukri S.Si MSi, Senin (19/10/2020).

Jumlah guru besar tersebut akan segera bertambah karena sampai saat ini ada 4 dosen yang telah diusulkan menjadi Guru Besar ke LLDIKTI/DIKTI Jakarta, sedangkan 4 dosen lainnya sedang dalam proses Guru Besar di lingkungan UII. Sementara itu, ada 143 dosen UII lainnya yang layak diajukan jadi Guru Besar baik secara reguler maupun loncat jabatan.

Ike Agustina S.Psi M.Psi, Psikolog, Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Islam Indonesia, dalam laporannya pada acara penyerahan SK Pengangkatan Guru Besar/Profesor Dr apt Yandi Syukri, mengatakan, saat ini di UII ada 55 dosen berpendidikan doktor dan berjabatan fungsional lektor kepala (reguler) serta 88 dosen berpendidikan doktor dan berjabatan fungsional Lektor (loncat jabatan).

Profesor Dr apt Yandi Syukri S.Si MSi (tengah) foto bersama Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (kanan) dan Kepala LLDikti Wilayah V Prof Didi Achjri PhD (ketiga dari kiri), Sekretaris LLDikti Wilayah V Bhimo Widyo Andoko SH MH, usai penyerahan SK Pengangkatan di Kampus UII, Senin (19/10/2020). Foto : Humas UII

Sementara dosen berpendidikan doktor ada 198 orang atau 26 persen dari 735 dosen ber-NIDN, 21 Profesor, 55 Lektor Kepala, 88 Lektor, 29 Asisten Ahli, 5 Tenaga Pengajar, dosen berjabatan fungsional Lektor Kepala 78 orang, berjabatan fungsional Lektor Kepala dan berpendidikan Doktoral sejumlah 55 dosen, berjabatan fungsional Lektor Kepala berpendidikan Master sejumlah 23 dosen.

Sementara Rektor UII Prof Fahtul Wahid ST MSc PhD mengatakan, profesor termasuk kalangan elit negeri ini. Karena dari data pada akhir 2019 menunjukkan bahwa dari 261.827 dosen, hanya 5.664 (2,16 persen) yang mempunyai jabatan akademik profesor.

Sebagai warga elit, hal ini membawa dua implikasi. Pertama, harapan publik sangat tinggi kepada para profesor, sebagai pengembang ilmu pengetahuan yang mengawal standar akademik tertinggi. Kedua, jabatan profesor seharusnya tidak dimaknai sebagai akhir perjalanan akademik, namun justru ini momentum untuk lebih kontributif.

Profesor Dr.apt Yandi Syukri S.Si M.Si (tengah) diapit Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (kanan) dan Kepala LLDikti Wilayah V Prof Didi Achjari PhD (kiri). Foto : Humas UII

Isu-isu publik pun perlu mendapatkan perhatian dan semakin ditekuni. Akar kata profesor sudah mengindikasikan hal ini. Kata profesor berasal dari bahasa Latin profess yang diserap ke dalam bahasa Inggris yang berarti “secara terbuka menyatakan atau secara publik mengklaim kepercayaan, keyakinan, atau opini”.

Karenanya, seorang profesor tidak hanya menyimpan isu-isu penting yang terinformasikan atau dibenarkan, tetapi bersedia menyatakan, mempertahankan atau merekomendasikan isu-isu penting secara terbuka, baik di dalam kelas maupun melalui tulisan.

Pada kesempatan itu, Rektor UII mengajak semua profesor, terutama di Universitas Islam Indonesia, untuk ngemong orang lain, terutama yang lebih muda, untuk tumbuh dan berkembang. Dan bukan sebaliknya, minta diemong dan membuat repot banyak orang.

Acara serah terima Surat Keputusan Profesor Dr.apt Yandi Syukri S.Si M.Si secara virtyal itu dihadiri Kepala LLDikti Wilayah V Prof Didi Achjari PhD, Sekretaris LLDikti Wilayah V Bhimo Widyo Andoko SH MH, Ketua Umum PYBW UII Drs Suwarsono Muhammad MA (yang mengikuti acara melalui kanal zoom), Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII Dr Siti Anisah, ketua dan anggota majelis guru besar UII serta para wakil rektor, dekan, wakil dekan, sekretaris eksekutif, kepada badan, direktur, kajur, sekjur, kaprodi, sekprodi, dosen dan tenaga pendidikan di lingkungan UII serta para mitra dan jurnalis media. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here