Home Pendidikan Prof Noor Cholis Idham Terima SK Guru Besar, Kini UII Miliki...

Prof Noor Cholis Idham Terima SK Guru Besar, Kini UII Miliki 22 Guru Besar

333
0
Rektor UII Prof Fathul Wahid (tengah) menyerahkan SK Guru Besar kepada Noor Cholis Idham ST M.Arch PhD, Selasa (9/3/2021). Foto : Humas UII

BERNASNEWS.COM – Sampai 6 Maret 2021, UII memiliki 22 guru besar atau profesor dari berbagai bidang ilmu. Hal ini menyusul diterimanya SK Guru Besar oleh Noor Cholis Idham ST M.Arch PhD, Dosen Arsitektur UII, di bidang arsitektur pada hari Selasa 9 Maret 2021.

Prof Noor Cholis Idham merupakan guru besar pertama Jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII sejak jurusan tersebut didirikan tahun 1987 atau 34 tahun lalu. Penyerahan SK Guru Besar untuk Noor Cholis Idham dilakukan oleh Kepala LLDikti V Prof Didi Achjari secara live streaming di kanal Youtube UII.

Mengutip data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti, pddikti.kemdikbud.go.id, 09/03/2021), Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD menyebutkan bahwa sampai saat ini dari 291.623 dosen yang terdaftar di 4.611 perguruan tinggi di Indonesia, baru 5.364 (data Sinta, sinta.ristekbrin.go.id pada 9 Maret 2021) atau hanya 1,8 persen yang mempunyai jabatan akademik guru besar.

Kepala LLDikti V Prof Didi Achjari (kiri) menyerahkan SK Guru Besar kepada Rektor UII Prof Fathul Wahid (kanan) untuk diteruskan kepada Noor Cholis Idham ST M.Arch PhD, Selasa (9/3/2021). Foto : Humas UII

Menurut Prof Fathul, banyak harapan publik digantungkan kepada pemegang jabatan akademik ini. Meski dari sisi cacah, guru besar adalah kalangan terbatas, namun tidak boleh bersikap elitis. Guru besar tidak lantas merasa berhak mengasingkan diri dan hidup di menara gading, tetapi justru sebaliknya, harus tetap membumi dan 3 terlibat dalam banyak aktivitas akademik dan pemecahan masalah nyata di lapangan.

“Guru besar adalah pengawal pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan zaman, syarat penting majunya sebuah peradaban manusia. Bukti sejarah masa lalu di kalangan muslim pada tahun 800-an sampai 1500-an dapat dirujuk ulang dan menjadi basis,” kata Prof Fathul Wahid.

Sementara menurut Ike Agustina SPsi MPsi Psikolog, Direktur Sumber Daya Manusia UII, mengatakan, selain memiliki 22 dosen dengan jabatan guru besar, saat ini di UII memiliki 59 dosen dengan pendidikan doktor dan mempunyai jabatan akademik lektor kepala. “Mereka tinggal selangkah lagi menjadi guru besar,” kata Ike Agustina.

Dari kiri ke kanan : Kepala LLDikti Prof Didi Achjari, Prof Noor Cholis Idham, Rektor UII Prof Fathul Wahid dan Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs Suwarsono Muhammad MA foto bersama usai penyerahan SK Guru Besar kepada Noor Cholis Idham ST M.Arch PhD, Selasa (9/3/2021). Foto : Humas UII

Dikatakan, sebagai pionir pendidikan tinggi Indonesia, UII selalu adaptif dalam menghadapi perubahan tanpa harus kehilangan nilai-nilai luhur bangsa. Salah satunya adalah dengan menyiapkan dosen-dosen yang kompeten dan memiliki kualitas unggul untuk berkontribusi menghasilkan generasi penerus masa depan yang berilmu dan berkarakter.

Menurut Ike Agustina, Prof Noor Cholis Idham menyelesaikan gelar Ph.D dan Master di Eastern Mediterranean University dan menyelesaikan sarjana di universitas yang sama di mana dia mengajar sekarang. Fokus penelitiannya pada arsitektur dan keamanan bangunan serta arsitektur vernakular dan tropis.

Ia juga penulis banyak buku dan paper tentang keselamatan dan gempa bumi, kenyamanan tropis, sistem struktur bangunan, dan arsitektur Islam. “Thesis S3 dan S2 yang diraihnya sangat konsern selain terhadap arsitektur rumah rakyat (Jawa), juga terkait dengan aspek keamanan dan kenyamanannya,” kata Ike Agustina.

Dikatakan, Noor Cholis Idham tercatat sebagai Guru Besar pertama di Jurusan Arsitektur FTSP UII sejak jurusan tersebut berdiri tahun 1987. Ia pernah menjabat sebagai Kaprodi Arsitektur sejak tahun 2013 dan pernah dinobatkan sebagai Kaprodi Terbaik di UII pada tahun 2015 setelah melakukan banyak inisiasi kerjasama internasional Prodi Arsitektur dengan banyak universitas luar negeri antara lain Turki, Jerman dan Korea.

Kepala LLDikti Prof Didi Achjari menyambut baik atas diangkatnya Noor Cholis sebagai Guru Besar karena jabatan akademik guru besar di Indonesia masih sangat sedikit. Prof Didi juga sangat mendukung upaya UII yang melakukan investasi dengan mendukung kegiatan penelitian dan menyekolahkan dosen.

“Dukung itu merupukan investasi, bukan cost. Karena investasi baru memetik hasilnya dalam jangka panjang, bukan tanam hari ini lalu besok panen. Dan investasi dalam bidang pendidikan sangat penting untuk masa depan bangsa,” kata Prof Didi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here