Home News Prof. Hermien dalam Kenangan Rekan Sejawat

Prof. Hermien dalam Kenangan Rekan Sejawat

646
0
Prof AM Hermien Kusmayati (Alm). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Prof. Dr. AM Hermien Kusmayati telah meninggal dunia pada hari Sabtu (2/ 5/2020) dikarenakan sakit. Anggota Parampara Praja Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) dan mantan Rektor ISI Yogyakarta periode 2010-2014, wafat dalam usia 68 tahun. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Parampara Praja DIY, Dr. Y. Sri Susilo melalui pesan elektronika, Minggu (3/5/2020).

Prof AM Hermien Kusmayati merupakan lulusan Jurusan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta pada 1979.  Beliau menempuh pendidikan lanjutan dan meraih gelar Magister (1988) dan Doktor (1999) di UGM. Almarhumah dimakamkan, Minggu (3/5/2020), di Makam Seniman Budayawan, Girisapto, Imogiri, Bantul, DIY. “Almarhumah meninggalkan banyak kenangan bagi rekan-rekan kerja di Parampara Praja DIY,” ungkap Y. Sri Susilo.

Seperti diketahui, Parampara Praja DIY (PP DIY) adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat UU No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, yang kemudian diturunkan dalam Perdais No 3 Tahun 2015 Bab 1 Pasal 1 tentang Kelembagaan. Parampara Praja DIY beranggotakan delapan orang. Parampara Praja DIY bertugas memberi pertimbangan atau masukan kepada Gubernur terutama mengenai Keistimewaan DIY.

Prof AM Hermien Kusmayati (kanan) saat berfoto bersama dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Prof Dr. Mahfud MD dan segenap anggota Parampara Praja DIY. (Foto: Istimewa)

Prof. Mahfud MD, Menkopolkam RI dan Ketua PP DIY Non-Aktif, menyampaikan kenanangan singkat, bahwa Almarhumah (Prof. Hermien) adalah sosok yang sangat dedikatif terhadap tugas dan profesinya. Sementara itu anggota PP DIY Prof. Edy Suandi Hamid, Guru Besar FBE UII dan Rektor UWM, mengungkapkan, Almarhumah Prof. Hermien sangat aktif, kontributif, dan penuh dedikasi di lembaga Parampara Praja.

Lanjut Edy menyatakan, bahkan pada saat dalam kondisi tidak sehat, menjelang beliau meninggal masih memaksakan diri ikut diskusi via Zoom. “Bagi kami, kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam dan tidak mudah mencari sosok seperti Almarhumah yang rajin, cerdas, halus, dan keibuan,” tutur Edy Suandi Hamid.

Prof. Sutaryo, Guru besar FKKM UGM, menyatakan, bahwa Prof. Hermien merupakan tokoh penting di balik perkembangan Akademi Komunitas di DIY. “Empu Tari, Akademisi, Rektor (mantan) yang keibuan, baik dengan semua orang”, ungkap Prof. Sutaryo. Di samping itu, Almarhumah sangat santun dalam memberikan usulan di Parampara Praja dan sangat memperhatian perkembangan kesenian daerah.

Senada dengan Aryanti Luhur Tri Setyani, SH selaku Kabag Pelayanan dan Umum Paniradya Keistimewaan Pemda DIY, mengungkapkan, Prof, Hermien adalah sosok yang rendah hati dan sederhana (humble), halus dalam bertutur kata. Menurutnya, pemikiran beliau sebagai anggota PP DIY sangat membumi dan sangat memperhatikan nasib “wong cilik”.

Sementara itu, Dr. Y. Sri Susilo, Tenaga Ahli PP DIY dan juga Dosen FBE UAJY, menyatakan, meskipun almarhumah guru besar namun tidak sungkan untuk bertanya kepada yang lebih muda. “Selamat jalan Prof. Hermien, RIP,” tutup Y. Sri Susilo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here