Home Pendidikan Prof Budi Agus Riswandi jadi Guru Besar ke-24 UII

Prof Budi Agus Riswandi jadi Guru Besar ke-24 UII

354
0
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof DrDidi Achjari SE M.Com Akt (kiri) menyerahkan SK kepada Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD untuk diteruskan kepada Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum di Gedung Kuliah Umum Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 31 Agustus 2021. Foto: Bernasnews.com/ tangkapan layar kanal YouTube UII

BERNASNEWS.COM – Prof Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum merupakan guru besar ke-24 UII menyusul diterimanya SK Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek pada Selasa, 31 Agustus 2021. Prof Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum merupakan Dosen Fakultas Hukum UII menerima SK Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Ilmu Hukum.

SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof DrDidi Achjari SE M.Com Akt kepada Rektor UII Prof. Fathul Wahid ST MSc PhD yang diteruskan kepada Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum di Gedung Kuliah Umum Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 31 Agustus 2021.

Direktur Sumber Daya Manusia UII Ike Agustina S.Psi M.Psi, Psikolog dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Selasa (31/8/2021), mengatakan, keberhasilan yang diraih Dr Budi Agus Riswandi diharapkan mampu memberikan daya dorong bagi 7 Dosen UII lainnya yang saat ini sedang mengikuti program percepatan profesor. “Program percepatan profesor diinisiai pada tahun 2019. Program ini telah terbukti mampu mempercepat pencapaian gelar tertinggi bagi dosen di lingkungan Universitas Islam Indonesia,” kata Ike Agustina.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (kiri) menyerahkan SK kepada Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum di Gedung Kuliah Umum Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 31 Agustus 2021. Foto: Bernasnews.com/tangkapan layar kanal YouTube UII

Menurut Ike Agustina, program percepatan profesor bertujun untuk membantu para peserta dalam menghasilkan luaran karya ilmiah yang dapat dipergunakan sebagai syarat pengajuan jabatan akademik profesor. Skema yang ditawarkan dalam program percepatan ini antara lain skema penelitian kolaboratif dan skema coaching clinic.

“Peserta program ini wajib melibatkan kolaborator/coach yang telah memiliki jabatan akademik Profesor, memiliki h-Index scopus dan memiliki rekam jejak publikasi sebagai penulis pertama dalam jurnal internasional bereputasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir,” kta Ike Agustina.

Dikatakan, jumlah profesor di UII berpotensi akan terus bertambah, mengingat banyak dosen yang telah memenuhi ketentuan untuk mengajukan jabatan akademik tertinggi ini. Saat ini di UII ada 66 dosen UII dengan pendidikan doktor dan mempunyai jabatan akademik lektor kepala.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD. Foto: Bernasnews.com/tangkapan layar kanal YouTube UII

Budi Agus Riswandi yang lahir di Bantarujeg pada 27 Mei 1975 merupakan dosen tetap pada Program Studi Hukum, FH UII sejak 1 Oktober 2001. Ia menyelesaikan gelar Doktor dari dari UGM tahun 2016, menyelesaikan program magister (2001) serta meraih gelar sarjana (2001) di UII tempat ia mengajar hingga sekarang.

Prof Budi Agus ktif mengajar di beberapa program studi di Fakultas Hukum UII pada mata kuliah Hak Kekayaan Intelektual, Hukum Perusahaan, Hukum Investasi, Hukum Perikatan, Hukum Telematika, Hukum Perlindungan Konsumen dan Hukum Dagang.

Menurut Ike Agustina, Prof Budi Agus Riswandi cukup aktif menulis beberapa buku, antara lain (1) Program CSR dalam mendorong peran sistem paten dalam mendukung inovasi teknologi UKM di Indonesia, (2) Hukum Merek Kolektif, Teori dan Praktik di Indonesia dan Beberapa Negara, (3) Isu-isu penting Hak Kekayaan Intelektual, (4) Pembatasan dan pengecualian Hak Cipta di Era Digital, (5) Doktrin perlindungan Hak Cipta di Era Digital, dan (6) Wakaf Hak Kekayaan Intelektual.

Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana FH UII ini juga berkolaborasi dalam melakukan penelitian-penelitian bidang hukum yang didanai oleh Dikti maupun internal UII. Sejumlah karya ilmiah telah berhasil dipublikasikan dalam beberapa jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Selain itu iau juga aktif mendiseminasikan keilmuannya dalam beberapa seminar nasional maupun interasional sebagai narasumber dan trainer dalam beberapa pelatihan.

Atas kinerjanya tersebut, di UII Budi Agus Riswandi beberapa kali dianugerahi sebagai Dosen Berprestasi dan Terproduktif level UII, serta dosen peraih Nilai Kinerja Dosen terbaik level Fakultas. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh terpilih Hukum dan HAM Yogyakarta dan beberapa penghargaan lainnya yang membanggakan.

Saat ini, Budi Agus Riswandi diamanahi sebagai Direktur Eksekutif Pusat Hak Kekayaan Intelektual, Hukum, Teknologi dan Bisnis Fakultas Hukum UII yang memberikan pelayanan pengurusan Hak Cipta, Paten, Merek, serta Desain Industri secara online yang kehadirannya memberikan kemudahan dan pelayanan bagi masyarakat serta menjadi media bagi Forum UMKM untuk berbagi informasi tentang HKI.

Selain itu, Guru Besar ketujuh di FH UII ini juga berkiprah di berbagai asosiasi dan lembaga pemerintah antara lain sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) yang diikuti oleh seluruh sentra HKI di lingkungan Perguruan Tinggi Se-Indonesia.

Ia juga menjadi konsultan ahli antara lain Konsultan Ahli dan pendiri Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan menjadi saksi ahli dalam beberapa kasus diantaranya saksi ahli dalam kasus Merek Tempo Gelato di Pengadilan Niaga Semarang (2020) dan Saksi Ahli dalam Tindak Pidana Hak Cipta Musik dan Lagu Jogja Istimewa yang ditangani Polda DIY (2019).

Budi Agus Riswandi sendiri merupakan Guru Besar ke-7 di FH UII yang didirikan tahun 1945. FH UII merupakan fakultas pertama yang didirikan oleh para pendiri bangsa dan saat ini telah berhasil meraih akreditasi unggul berdasarkan keputusan BAN-PT No. 8840/SK/BAN-PT/AK-ISK/S/VI/2021.

Tahun ini, Tiga dari empat Program Studi di FH UII juga telah berhasil mendapatkan akreditasi unggul dari BAN PT yang menambah prestasi membanggakan selain raihan rekognisi internasional dari AUN QA di tahun 2020. Selain itu, FH UII saat ini juga sebagai Penerima Hibah Akreditasi Internasional Dikti untuk FIBAA, Jerman. Fakultas Hukum UII juga telah menghasilkan lebih dari 14.833 alumni yang dipercaya sebagai profesional hukum yang berintegritas baik di tingkat lokal maupun nasional. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here