Home Pendidikan Prodi Teknik Industri UII Menerapkan Kurikulum Baru dengan Skema MBKM

Prodi Teknik Industri UII Menerapkan Kurikulum Baru dengan Skema MBKM

99
0
uasana jumpa pers di FTI UII, Selasa 7 Desember 2021. Foto: Jerri Irgo

BERNASNEWS.COM – Program Studi (Prodi) Teknik Industri FTI UII menerapkan kurikulum baru dengan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Perubahan signifikan kurikulum ini, salah satunya rekomendasi skema lulusan yang terdiri dari 4 jalur.

Pertama,reguler/fast track. Skema ini merupakan skema umum yang telah diterapkan, namun ada fasilitas program fast track yang bekerjasama dengan Magister Teknik Industri UII. Dengan program fast track mahasiswa bisa melanjutkan studi S2 dengan lebih cepat.

Kedua, jalur magang. Skema magang setara dengan 20 SKS (magang 6 bulan), 11 SKS (magang 3 bulan) dan 14 sks (program bangkit) yang dapat diambil oleh mahasiswa yang mengambil jalur ini. Ketiga, jalur wirausaha/rintisan bisnis. Bagi mahasiswa yang memiliki passion di bidang wirausaha dapat mengambil jalur ini setara dengan 20 SKS yang dapat diikuti mulai semester 5 (lima).

Keempat adalah pertukaran pelajar. Skema ini memungkinkan mahasiswa dapat belajar di universitas mitra, baik di dalam maupun luar negeri.

“Berbagai program telah dilakukan untuk mengenalkan skema lulusan ini. Untuk mendorong terciptanya Entrepreneurial Department, melalui SDM (Dosen, Tendik, dan mahasiswa) yang memiliki mindset kewirausahaan, pada tahun 2021,” kata Dr Taufiq Immawan ST MM, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Sarjana FTI UII, kepada wartawan Selasa, 7 Desember 2021.

Sementara itu UII melalui Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan (DPPK)/Simpul Tumbuh menganugerahkan hibah yang diberi nama “ELO GRANT” bagi 3 program studi terbaik. Program ini dilakukan melalui beberapa tahapan sejak tahun 2020.

Program ELO GRANT tersebut dilakukan melalui tiga tahap, pertama pemetaan mindset kewirausahaan. Pemetaan dilakukan berdasarkan 15 parameter kewirausahaan Entrecomp Uni Eropa yang ditanamkan pada semua mata kuliah yang diajarkan. Tujuan pemetaan mindset ini agar 15 parameter penunjang mindset kewirausahaan tersebut tertanam pada diri seluruh mahasiswa, tidak hanya dari mata kuliah kewirausahaan syariah yang merupakan (MKU) mata kuliah wajib universitas saja, namun melekat erat pada seluruh mata kuliah yang diajarkan.

Kedua, pengukuran HEI-Innovate. HEI-Innovate adalah alat refleksi diri bagi institusi pendidikan tinggi yang ingin menggali potensi inovatif yang diperkenalkan oleh komisi Eropa. Pengukuran ini memandu institusi melalui proses identifikasi, prioritas dan perencanaan tindakan di delapan bidang utama yang akan mengarahkan strategi yang dapat dilakukan bagi manajemen (Program Studi) dalam meningkatkan mindset kewirausahaannya.

Dan ketiga, penganugerahan ELO Grant bagi 3 program studi terbaik. Dengan semangat untuk menjadi Entrepreneurial Department, Program Studi Teknik Industri termasuk dalam 3 prodi terbaik yang telah mengimplementasikan pemetaan mindset kewirausahaan dan pengukuran HEInnovate yang diejawantahkan ke dalam proposal peningkatan kapasitas mindset kewirausahaan di program studinya.

“Pengukuran-pengukuran dan rencana peningkatan kapasitas mindset kewirausahaan yang telah dilakukan tersebut berkorelasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) skema wirausaha/rintisan bisnis,” kata Taufiq Immawan.

Dukungan lain dari program MBKM ini adalah dengan memberikan insentif kepada mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai wirausaha yang berbasis ilmu pengetahuan dengan menerapkan keilmuan yang telah didapatkan di bangku kuliah. Pada kesempatan ini Prodi Teknik Industri mengapresiasi kepada 3 kelompok mahasiswa yang telah menyusun skema bisnis.

Ketiga kelompok tersebut adalah Salacca yakni Salak Organic Mask. Ini merupakan produk masker wajah berbahan dasar biji salak. Kemudian, Anoman’s, game dan aplikasi untuk mendukung pertumbuhan pariwisata lokal melalui kombinasi perjalanan dan kehidupan lokal dalam pengalaman baru. Selain itu, peminjaman Kebutuhan Anak (Kinder Care). Ini merupakan platform peminjaman mainan anak.

“Ketiga kelompok ini menerima hibah senilai total Rp 12 juta yang diberikan untuk merealisasikan ide bisnisnya. Tidak hanya itu, pendampingan wirausaha juga akan diberikan kepada 3 kelompok ini,” kata Tufiq Immawan.

Dikatakan, beberapa dosen Prodi Teknik Industri telah mengikuti pelatihan pendampingan wirausaha. Program ini diberikan untuk memberikan trigger sekaligus mengenalkan program MBKM dengan berbagai skema lulusan. Dengan adanya MBKM maka mahasiswa dapat mendesain sejak awal jalur lulus yang dipilih sesuai passion dan skill unggul yang dimiliki, sehingga selepas lulus dari Prodi Teknik Industri UII dapat segera mengaplikasikan keilmuan di lingkungan barunya.

Sementara Muhammad Ridwan Andi Purnomo ST MSc PhD, Ketua Jurusan Teknik Industri, mengatakan, jJaminan terhadap kualitas pendidikan terus menjadi perhatian utama UII, bukan sekdar jargon. Hal iniu dibuktikan melalui pengakuan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Pada bulan November 2021, misalnya, Prodi Teknik Industri UII meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT dengan SK nomor 12389/SK/BAN-PT/AK-ISK/XI/2021. Akreditasi unggul adalah peringkat yang diperoleh universitas atau perguruan tinggi dan prodi yang memenuhi aturan BAN-PT.

“Akreditasi ditetapkan oleh peraturan BAN-PT Nomor 1 tahun 2020 tentang Mekanisme Akreditasi untuk Akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. Ketika perguruan tinggi dan program studi berhasil mendapatkan akreditasi unggul, dapat dikatakan bahwa universitas dan program studi tersebut sangat baik mengenai prestasi yang ada di dalamnya,” kata Muhammad Ridwan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here