Home News Prihatin, Sejumlah Media Cetak Berguguran Berhenti Terbit

Prihatin, Sejumlah Media Cetak Berguguran Berhenti Terbit

437
0
koran cetak. Foto : istimewa

BERNASNEWS.COM – Sungguh prihatin. Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah media cetak, baik terbit harian, mingguan atau bulanan, berguguran. Media-media tersebut berhenti terbit dengan berbagai alasan.

Di antara alasan yang muncul adalah karena pembaca dan pelanggan serta pemasukan iklan makin berkurang atau menurun, sementara biaya produksi terus meningkat atau naik. Hal ini terjadi karena munculnya media-media online dan media sosial (medsos).

Dan kondisi media cetak makin terpuruk dan diperparah oleh adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang membuat kondisi ekonomi makin lesu dan berdampak pada industri media, terutama media cetak.

Salah seorang wartawan Harian Suara Pembaruan menyampaikan informasi kepada rekan-rekan wartawan, yang juga diterima Bernasnews.com, Selasa, 19 Januari 2021, dengan menulis begini :

Teman2 baik..
Aku mau memberitahukan, mulai 1 Februari 2021, Koran Harian Suara Pembaruan akan berhenti cetak. Dikarenakan bangkrut dan tidak mampu lagi melawan keganasan pandemi Covid-19.

Terima kasih atas kerjasama dan bantuan teman2 selama ini..
Terima kasih utk kenangan2 manies selama liputan dilapangan bersama kalian.

Mudah2an kita bisa ketemu di lapangan ya dengan semangat yg baru lagi..

I am gonna miss all of you..
Salam hangat.

Dan ketika Bernasnews.com mengonfirmasikan kebenaran informasi tersebut kepada wartawan Harian Suara Pembaruan lainnya, Edi Hardum, membenarkannya. “Iya. Sudah tak kuat. Kabar duka, satu koran gugur lagi,” kata Edi Hardum.

Hal ini pun dibenarkan oleh Aditya Laksamana Yudha, Pemimpin Redaksi Koran Harian Umum Suara Pembaruan. “Iya betul per 1 Februari 2021 Suara Pembaruan berhenti terbit,” kata Aditya Laksmana Yudha yang dikutip Bernasnews.com dari sebuah sumber.

Selanjutnya Harian Suara Pembaruan yang sebelumnya bernama Sinar Harapan itu akan bermigrasi ke media online melalui sejumlah platform, seperti Beritasatu.com, Investor.id, BeritasatuTV, Harian Investor Daily, Majalah Investor dan Jakartaglobe.id.

Sebelumnya, pada awal Januari 2021, koran Harian Indo Pos dan Koran Tempo melakukan hal yang sama, yakni berhenti terbit. Menurut sejumlah sumber yang dikutip Bernasnews.com, Harian Koran Tempo beralih ke online. Koran Harian Indo Pos berhenti terbit sehingga tak lagi mengunjungi pembaca sejak 30 Desember 2020.

Jauh sebelumnya atau pada tahun 2017 dan 2018, sejumlah media cetak yang sudah berusia puluhan tahun juga tak mampu bertahan dari gempuran media online dan media sosial. Sebut saja Harian Bernas yang terbit di Yogyakarta berhenti terbit per 1 Maret 2018 dalam usia 71 tahun atau atau hanya kurang 8 bulan genap berusia 72 tahun.

Kemudian, tabloid Mingguan Olahraga BOLA berhenti terbit pada 18 Oktober 2018 dalam usia 34 tahun (terbit pertama tahun 1984). Dan setahun sebelumnya, atau tepat 1 Januari 2017, Harian Joglosemar yang terbit di Solo, Jawa Tengah berhenti terbit dalam usia 10 tahun. (lip)

Sumber : dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here