Home Opini Presidensi G20 Indonesia

Presidensi G20 Indonesia

107
0
Dr. Y. Sri Susilo, SE, MSi, Dosen Fakultas Bisnis & Ekonomika UAJY (Atma Jogja), Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Pengurus Pusat ISEI dan Pengurus KADIN DIY. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Indonesia resmi mendapatkan kepercayaan untuk memegang Presidensi G20 (Group of Twenty) pada tahun 2022. Peran Indonesia ini akan dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Serah terima presidensi tersebut telah dilakukan dari Italia ke Indonesia pada penutupan Forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma 30-31 Oktober 2021 yang lalu.

Untuk diketahui, G20 adalah kelompok informal dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB). G20 merupakan forum ekonomi utama dunia yang memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan setidaknya 85% perekonomian dunia (Kemenko Perekonomian, 2021).

Anggota Forum G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

G20 tidak memiliki sekretariat permanen. Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 memiliki tuan rumah (Presidensi) yang ditetapkan secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya. Untuk memastikan seluruh pertemuan G20 lancar setiap tahun maka dilakukan koordinasi kesinambungan agenda prioritas G20 antara presidensi saat ini dan yang akan datang.

Dalam pertemuan G20 tersebut berlangsung dalam dua jalur (Kementerian Kominfo, 2021). Jalur pertama yaitu finance track yang membahas isu-isu di bidang ekonomi, keuangan, fiskal dan moneter. Jalur kedua adalah sherpa track yang membicarakan isu-isu ekonomi nonkeuangan, seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.


Recover Together, Recover Stronger

Indonesia mengusung tema besar “recover together, recover stronger” untuk forum G20 tahun 2022. Tema tersebut diambil dengan mengedepankan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi. Di samping itu, tema tersebut tidak hanya relevan bagi kelompok negara G20 saja, melainkan juga untuk semua negara.

Selanjutnya terdapat beberapa isu strategis sherpa track yang diangkat oleh Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 (Bank Indopnesia, 2021). Pertama, sinergi antara Indonesia dan dunia internasional dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 dan penentuan arah ekonomi pasca krisis.Kedua,  Presidensi G20 juga akan dimanfaatkan sebagai sarana promosi isu-isu yang menjadi prioritas nasional, seperti digitalisasi, pengembangan SDM, dan pemberdayaan perempuan serta pemuda.

Di sisi lain, terkait dengan jalur finance track Indonesia akan menyiapkan agenda keuangan berkelanjutan, sejalan dengan tema yang diusung Presidensi G20 Italia tahun ini. Terlepas dari tema besar Indonesia yang sangat kuat kaitannya dengan pemulihan pasca pandemi, beberapa permasalahan akut yang ditemukan dalam perekonomian global juga diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Isu-isu tersebut di antaranya seperti ketimpangan, perubahan iklim, digitalisasi, serta multipolarisasi geopolitik global.

Persiapan Indonesia

Sebagai Presidensi G20, Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia, pada tanggal 27 Mei lalu. Tugas panitia nasional ini meliputi (Sekretariat Negara, 2021):

Pertama, menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk di dalamnya penentuan tema, agenda prioritas, dan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia. Kedua, menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

Ketiga, mengadakan persiapan dan penyelenggaraan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group melalui kemitraan dengan Troika G20, negara anggota G20, dan organisasi internasional.

Keempat, mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Side Events. Kelima, mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Road to G20 Indonesia 2022. Keenam, melakukan monitoring penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

Keppres  tersebut juga menunjuk susunan panitia nasional yang terdiri dari Pengarah, ketua, Penanggung Jawab Bidang, Koordinator Harian dan Sekretariat. Dengan adanya Keppres tersebut maka diharapkan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 dapat berjalan baik dan lancar.

Catatan Penutup

Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat mewakili suara negara-negara berkembang-tidak hanya negara anggota G20 namun tetap menjunjung multilateralisme G20. Di samping itu, dapat dicapai konsensus oleh seluruh anggota G20 untuk bersama-sama mendorong pemulihan dan pembangunan ekonomi global pasca COVID-19 yang inklusif dan berkelarjutan.

Penulis berharap juga dapat memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia. Dalam arti dapat menjalankan peran sekaligus memperoleh manfaat yang optimal dari Presidensi G20 Indonesia. Semoga! (Dr. Y. Sri Susilo, SE, MSi, Dosen Fakultas Bisnis & Ekonomika UAJY (Atma Jogja), Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Pengurus Pusat ISEI dan Pengurus KADIN DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here