Home News Presiden Sempat Minta Ganti Kapolda Kalau Kasus Covid-19 Naik Terus

Presiden Sempat Minta Ganti Kapolda Kalau Kasus Covid-19 Naik Terus

55
0
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Sekretariat Presiden

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo mengaku sempat meminta Kapolda diganti kalau kasus Covid-19 di daerah tersebut meningkat. Namun permintaan itu tidak terwujud karena kasus Covid-19 terus turun di semua daerah. Bahkan dari 56.000 kasus pada 15 Juli 2021, kini kasus harian Covid-19 turun terus hingga angka kasus harian hanya 300-an per hari.

“Saya sempat mengingatkan Kapolri, hati-hati kalau kira-kira (daerah, red) yang naik terus (kasus covid, red) saya bisa perintahkan untuk ganti (Kapolda, red). Dan ternyata turun, turun, turun dan turun terus kasusnya. Artinya semua takut dicopot,” kata Presiden yang disambut tawa oleh para peserta dalam pengarahan kepada Kepala Satuan Wilayah Tahun 2021 Kabupaten Badung, Bali, 3 Desember 2021.

Presiden pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri dan TNI yang bekerja keras dan bahu-membahu dengan komponen masyarakat lainnya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Sehingga yang tadinya kasus harian Covid-19 mencapai 56.000 kasus pada 15 Juli 2021 dan sejak itu turun terus hingga kini menjadi 300-an kasus per hari.

Menurut Presiden Jokowi, ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa dan tidak semua negara mengalami iniDengan demikin, Indonesia kini berada di level 1 bersma China, India, Jepang dan Taiwan. “Ini negara besar sekali, kita harus bersyukur. Perkembangan Covid-19 di Indonesia yang dulu kita pontang panting di pertengahan Juli 2021 karena sampai 56.000 kasus harian, namun sekarang hanya 300-an kasus harian. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polri dan jajaran TNI yang betul-betul cepat dalam pelaksanaan di lapangan, mati-matian bersama komponen masyarakat lainnya mengendalikan Covid-9,” kata Presiden Joko Widodo.

Menurut Preisden Jokowi, meski kasus Covid-19 sudah turun namun kit tetap harus waspada dan hati-hati. Sebab, sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron sudah tersebar di sejumlah negara bahkan sudah sampai di negara tetangga Singapura.

Varian baru ini penularannya lebih cepat 5 kali lipat dibanding varian Delta sebelumnya. Bahkan bisa masuk ke sela-sela antibodi kita yang sudah imun, bisa menerobos. Hati-hati, ini efeknya bisa kemana-mana, tidak hanya kesehatan tapi juga ekonomi,” kta Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, efek pandemi ini melebar kemana-mana dan pada suatu titik bisa larinya ke keamanan, ke ketertiban masyarakat. Kalau kita tidak bisa mengendalikan maka bisa efeknya kemana-mana, seperti langkah energi di beberapa negara, langkanya kontainer, yang berarti distribusi barang ke sebuh negara, sebuah pulau, sebuah kota, provinsi bisa terganggu.

Karena itu, hal ini jangan dianggap remeh.Hal-hal seperti ini juga berdampak pada inflasi yang naik yang artinyamasyarakat membeli sesuatu yang biasanya Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu, menjadi mahal. “Hati-hati juga urusan inflasi.Jajaran Polri harus tahu mengenai ini berdampak pada yang namanya kenaikan harga,” kata Presiden Jokowi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here