Home News Presiden Jokowi: TPIP dan TPID Jaga Ketersediaan Barang dan Stabilitas Harga

Presiden Jokowi: TPIP dan TPID Jaga Ketersediaan Barang dan Stabilitas Harga

142
0
Presiden Joko Widodo. Foto: kominfo.go.id

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan tugas Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan daerah (TPID) adalah menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga barang-barang utama kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga di tengah menurunnya kemampuan daya beli masyarakat.

Selain itu, TPIP dan TPID harus proaktif mendorelong ekonomi yang tumbuh makin produktif selain fokus mengendalikan inflasi. TPIP dan TPID juga diminta membantu produktifitas ekonomi petani dan nelayan.

“Kita juga dapat memanfaatkan momentum pandemi ini untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian,” kata Presiden Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021 secara virtual dari Istana Negara Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021). Dalam acara pembukaan Rakornas tersebuti, diumumkan DIY sebagai penerima TPID Awards Terbaik 2020 untuk wilayah se-Jawa dan Bali.

Menurut Presiden Jokowi, upaya stabilisasi harga harus diperkuat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemulihan ekonomi nasional. Berbagai upaya tim pengendalian inflasi daerah dalam rangka strategi yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi,dan Komunikasi Efektif (4K) harus terus dilakukan, termasuk terus mendorong UMKM pangan melalui digitalisasi. 

Dikatakan, dalam pengendalian inflasi selama ini masih sering bersifat konvensional dan cenderung bersifat symptomatic action. Untuk itu diperlukan upaya Pengendalian Hulu Hilir, Inflasi Terjaga ULIR SIAGA yang merupakan penanganan gejolak harga dengan metode preventif melalui optimalisasi tata niaga/rantai pasok yang terstruktur dan terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Sementara dari sisi hulu, produksi pangan terus diperkuat melalui penggunaan bibit unggul, penataan kalender tanam hingga pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Upaya perbaikan produksi ini secara efektif mampu meningkatkan produktivitas pertanian, di tengah keterbatasan lahan.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rakornas tersebut mengungkapkan bahwa berdasarkan data DPKP DIY, produksi padi mengalami peningkatan dari 810.980 GKP /ton tahun 2019 menjadi 848.140 GKP/ton tahun 2020, dan komoditas jagung mengalami peningkatan produksi dari 369.147 ton tahun 2019 menjadi 369.147 ton tahun 2020.

Selain itu, akses di tingkat produsen juga diperluas melalui pembentukan pasar lelang digital diPanen.id. “Pasar lelang komoditas secara digital ini secara efektif mampu mengurangi informasi asimetris dan memperluas jangkauan penjualan. Implikasinya ketika masa panen raya, komoditas yang dijual melalui pasar lelang diPanen.id memiliki harga yang lebih baik dibandingkan pasar lelang lainnya,” kata Sultan HB X yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Rabu (25/8/2021).

Sementara dari sisi hilir, dilakukan inovasi perluasan akses konsumsi melalui penggunaan teknologi digital. Pembatasan aktivitas selama pandemi telah diantisipasi dengan mendorong integrasi UMKM dengan transportasi online maupun e-commerce. Dengan terhubung ke platform digital, konsumen tetap bisa berbelanja kebutuhan harian dari rumah.

Menurut Sri Sultan HB X, dengan adanya pandemi ini potensi UMKM di Yogyakarta digerakan dengan program SiBakul dimana bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain seperti POS Indonesia, Gojek dan sebagainya. Hal ini sebagai bentuk partisipasi membiayai ongkos kirim untuk tujuan ekspor maupun pengiriman se-Indonesia, dalam negeri bisa hampir lebih dari 4000 UMKM. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here