Home News Presiden Jokowi Minta BUMN dan Swasta Utamakan Kebutuhan dalam Negeri Sebelum Diekspor

Presiden Jokowi Minta BUMN dan Swasta Utamakan Kebutuhan dalam Negeri Sebelum Diekspor

35
0
Presiden Joko Widodo. Foto: tangkapan layar video di [email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan perusahaan swasta dan BUMN maupun anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan, perkebunan maupun pengolahan sumber daya alam lainnya agar mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.

Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Ini mutlak. Jangan sampai dilanggar dengan alasan apa pun. Perusahaan yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bisa diberikan sanksi bila perlu bukan cuma tidak mendapatkan izin export tapi juga pencabutan izin usahanya,” tegas Presiden Jokowi dalam video yang diunggah di akun instagram resminya pada Senin 3 Januari 2022.

Dalam video yang viral di media sosial termasuk di grup-grup whatsapp itu, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, BUMN beserta anak perusahaannya yang bergerak baik di bidang pertambangan perkebunan maupun pengolahan sumber daya alam lainnya untuk menyediakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.

Menurut Presiden Jokowi yang dikutip Bernasnews.com dari video tersebut bahwa ini merupakan amanat dari pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Yang pertama, kata Presiden Jokowi soal pasokan batubara. Presiden perintahkan pada kementerian ESDM, kementerian BUMN dan PLN agar segera mencari solusi terbaik demi kepentingan nasional. Prioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Untuk PLN dan industri dalam negeri sudah ada mekanisme DMO (domestic market obligation) yang mewajibkan perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN.

Yang kedua, menurut Presiden Jokowi, terkait pasokan LNG. “Saya juga minta kepada produsen LNG baik itu Pertamina maupun perusahaan swasta untuk mengutamakan kebutuhan di dalam negeri lebih dahulu. Selain itu saya perintahkan kementerian-kementerian untuk mencari solusi permanen dalam menyelesaikan masalah ini,” kata Presiden Jokowi.

Dan yang ketiga adalah soal minyak goreng. Dikatakan, karena harga CPO di pasar eksport sedang tinggi maka Presiden perintahkan menteri perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri. Skala prioritas utama pemerintah adalah kebutuhan rakyat yakni harga minyak goreng harus tetap terjangkau. “Jika perlu Menteri Perdagangan bisa melakukan lagi operasi pasar agar harga tetap terkendali,” kata Presiden Jokowi.

https://www.instagram.com/jokowi/

Menurut Presiden Jokowi, batu bara dan gas alam cair harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri seperti PLN dan industri dalam negeri lain. Apalagi sudah ada mekanisme domestic market obligation (DMO) yang mewajibkan perusahaan tambang memenuhi kebutuhan pembangkit PLN.

Menanggapi harga minyak goreng yang melambung, seorang warganet paris pemilik akun @paris_aini meminta Presiden Jokowi agar melakukan blusukan lagi ke pasar untuk memantau harga minyak goreng. “Blusukan pak ke pasar,, harga minyak goreng sedang dikeluhkan saat ini setelah harga telor,, sehat terus bapak,” tulis @paris_aini di kolom komentar.

“setuju sih Pak Harga Minyak goreng turun harganya, jgn hanya Minyak goreng Pak, tetapi bahan sembako sprti tomat, cabai, bawang merah, bawang putih, gula, telur, sayur, buah, beras, bolehlah Pak diturunkan harganya setidaknya jgn smpe harga drastis, Kami masyarakat keluh kesah Pak kenaikan harga sembako­čśľ,mohon Pa,” tulis paull pemilik akun @paulsng22 di kolom komentar. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here