Home News Presiden Jokowi Dorong Pertamina dan PLN Siapkan Transisi dari Energi Fosil ke...

Presiden Jokowi Dorong Pertamina dan PLN Siapkan Transisi dari Energi Fosil ke Energi Hijau

41
0
Energi hijau dalam bentuk geotermal, energi angin, arus bawah laut dan lain-lain. Foto:[email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Pertamina dan PLN agar segera menyiapkan perencanaan transisi dari energi fosil ke energi hijau. Sebab, energi hijau sangat ramah lingkungan sehingga tidak bisa ditunda-tunda lagi.

“Saya menerima para Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina dan PT PLN pekan lalu di Istana Bogor. Saya mendorong Pertamina dan PLN segera menyiapkan perencanaan transisi dari energi fosil menjadi energi hijau karena transisi energi ini memang tidak bisa ditunda-tunda,” cuit Presiden Jokowi di akun twitternya @jokowi pada Sabtu, 20 November 2021.

Menurut Presiden Jokowi, hingga saat ini suplai energi terbesar di Indonesia adalah dari batu bara mencapai 67 persen, disusul dari bahan bahan bakar atau fuel 15 persen dan gas sebanyak 8 persen. Karena itu, komposisinya perlu diubah menjadi sebagian besar dari energi hijau yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan perubahan iklim.

“Suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara sebesar 67 %, kemudian bahan bakar atau fuel 15 %, dan gas 8 %. Peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan perubahan iklim,” kata Presiden Jokowi dikutip Bernasnews.com dari akun twitternya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki energi hijau lainnya dalam bentuk geotermal, energi angin, arus bawah laut dan lain-lain. Semua ini merupakan kekuatan yang harus disadari dan segera dimanfaatkan untuk masa depan anak cucu kita.

Menanggapi hal itu, seorang warganet Ari Wibowo di akun @Ari_Wi6owo mengatakan, salah satu solusi untuk mewujudkan energi hijau adalah energi nuklir. Sebab, energi nuklir sangat ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, tingkat kemtian sangat rendah dan penghasil energi tersebesr.

“Solusinya energi nuklir. Paling ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, tingkat kematian sangat rendah, penghasil energi terbesar dibanding alternatif lainnya,” kata Ari Wibowo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here