Home Opini PPKM Diperpanjang, UMKM Kebingungan

PPKM Diperpanjang, UMKM Kebingungan

399
0
Antonius Satria Hadi, SE, MSc, Mahasiswa Ph.D. University of Kuala Lumpur/ Dosen Program Studi Kewirausahaan, Universitas Widya Mataram. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Setelah pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bersifat darurat, kini PPKM diperpanjang sampai akhir Juli 2021 dengan istilah PPKM Level 3 dan Level 4. Kebijakan ini diambil guna menurunkan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sebelumnya di Pulau Jawa dan Bali. Pada konferensi persnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kebijakan PPKM ini mampu menurunkan jumlah kasus Covid-19.

Kebijakan ini dilaksanakan mulai tanggal 3 – 20 Juli 2021, lalu diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Pada kebijakan PPKM ini, sektor yang bersifat non essential, 100% dialihkan untuk bekerja dari rumah (WFH) sedangkan untuk yang sifatnya essensial diperbolehkan 50% tetap bekerja di kantor dan sisanya secara daring.

Jika pada kebijakan terdahulu (PSBB) pelaku usaha restoran, warung makan dan cafe boleh melayani makan di tempat (dine in) pada jam tertentu, kini pemerintah hanya memperbolehkan pelaksanaan kegiatan pesan antar serta take away. Sedangkan mall, butik dan toko non kebutuhan primer ditutup selama masa PPKM.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor bisnis yang juga terkena dampak dari kebijaksanaan ini. Menurut survei BPS, 78.35% UMKM mengalami penurunan permintaan konsumen, 62.21% mengalami kendala keuangan, 32.23% terpaksa melakukan PHK akibat terdampak pandemic Covid-19. Tak lantas lepas tangan, pemerintah tetap memberikan stimulasi agar pelaku bisnis tetap bertahan di tengah pandemi yang tak kunjung usai ini.

Beberapa sumber menyebutkan, APBN memberikan stimulasi dana pada klaster UMKM dan korporasi sebesar Rp 171,77 triliun dan klaster perlindungan sosial sebesar Rp 153,86 triliun. Data yang terkumpul menyebutkan dana bantuan produktif usaha mikro pada bulan Juni telah disalurkan kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dan akan ditambah Rp 3,6 triliun kepada 3 juta penerima baru pada bulan Juli hingga bulan September.

Dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) ini diharapkan dapat memperpanjang ‘nafas’ para pelaku usaha yang masih harus menanggung gaji karyawan, membayar biaya operasional seperti listrik, sewa tempat dan biaya produksi. Pemerintah berharap para pelaku UMKM masih mampu beroperasi sekaligus taat terhadap kebijakan PPKM.

Kucuran dana sebesar 1,2 juta rupiah yang difasilitasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) diapresiasi sangat baik oleh para pelaku UMKM. Meski jumlahnya tak sebanyak periode sebelumnya, para pelaku UMKM akan mengalokasikan pada pemenuhan bahan baku agar proses produksi tetap berjalan.

Di sisi lain, para pengusaha kecil ini tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah terhadap sektor perekonomian lainnya. Seperti bantuan BLT kepada para korban PHK, menghapus denda dan pajak, relaksasi terhadap kredit lunak agar daya beli masyarakat kembali kuat. Karena jika produksi dapat berjalan namun tidak ada permintaan barang dari konsumen maka program BPUM menjadi solusi ‘kosong’.

Agar tak menjadi mimpi buruk yang berkepanjangan, para pelaku UMKM diharapkan dengan cepat dapat bermigrasi dari penjualan secara luring menjadi daring guna meningkatkan penjualannya. Salah satu fasilitatornya adalah e-marketplace Shopee yang sebelumnya telah bekerja sama dengan 180 ribu UMKM agar dapat melakukan penjualan, baik skala nasional maupun skala internasional.

Seperti yang kita ketahui UMKM memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam perekonomian. Pemerintah menjalankan perannya dengan memberikan stimulasi berupa BPUM, pelaku usaha tetap bertahan meski harus menekan biaya produksi, kini peran masyarakat menjadi kunci agar roda perekonomian terus berjalan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui produk-produk UMKM. (Antonius Satria Hadi, SE, MSc, Mahasiswa Ph.D. University of Kuala Lumpur/ Dosen Program Studi Kewirausahaan, Universitas Widya Mataram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here