Home News PPKM Diperpanjang hingga 13 September 2021, DIY Turun ke Level 3

PPKM Diperpanjang hingga 13 September 2021, DIY Turun ke Level 3

174
0
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) serta Wakil Menkes saat menyampaikan penjelasan secara virtual terkait perpanjangan PPKM pada Senin (6/9/2021). Foto: kominfo.go.id

BERNASNEWS.COM – Pemerintah terus melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam menerapkan kebijakan PPKM dan menetapkan level PPKM sesuai kondisi daerah. Untuk DIY, pemerintah menurunkan status dari level 4 ke level 3 karena kondisi dan perkembangan kasus Covid-19 yang semakin membaik.

“Jumlah daerah yang berada di Level 2 mengalami peningkatan signifikan dari 27 kabupaten dan kota bertambah menjadi 43 daerah. Sementara untuk wilayah aglomerasi, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan dari Level 4 menjadi Level 3, sedangkan wilayah Bali masih berada pada Level 4,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) saat mengumumkan perpanjangan PPKM secara virtual, Senin (6/9/2021).

Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, situasi pandemi Covid-19 di wilayah Jawa-Bali terus mengalami perbaikan.Hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya jumlah wilayah yang berada pada Level 4 PPKM. “Situasi perkembangan Covid-19 di Jawa-Bali terus mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal ini ditandai dengan semakin sedikitnya kota/kabupaten yang berada di Level 4. Per 5 September 2021, hanya 11 kota/kabupaten di Jawa-Bali yang ada pada Level 4 dari sebelumnya berjumlah 25 kota/kabupaten,” kata Menko Marves.

(Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Kembali Catat Rekor Terendah Selama Penerapan PPKM)

Luhut mengaku telah berkoordinasi dengan Pemda Bali untuk meningkatkan upaya bersama dalam mengendalikan Covid-19 di wilayah tersebut. Dan diperkirakan butuh waktu satu minggu lagi bagi Bali untuk turun ke Level 3 dari Level 4 karena (jumlah) perawatan pasien di RS yang masih tinggi. “Saya sudah komunikasikan juga kepada Gubernur Bali tadi malam agar beramai-ramai mengatasi masalah ini,” kata Luhut B Pandjaitan yang dikutip Bernasnews.com dari laman kominfo.go.id yang diunggah pada Senin (6/9/2021) malam.

Menurut Menko Marves, sejumlah indikator penanganan Covid-19 yang terus mengalami perbaikan, mulai dari tingkat kasus konfirmasi, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit dn tingkat kematian. Hal ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak yang patut disyukuri.

(Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia: Kasus Sembuh 13.049 Orang dan Kasus Positif 4.413 Orang)

Dengan kondisi pandemi yang semakin baik dan implementasi protokol kesehatan dengan dukungan aplikasi PeduliLindungi yang terus berjalan, maka menurut Menko Marves, dalam periode 7-13 September 2021 pemerintah kembali melakukan penyesuaian terhadap sejumlah ketentuan pembatasan, yakni :

1. waktu makan di tempat atau dine in di dalam mal menjadi 60 menit dengan kapasitas 50 persen

2. dilakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di kota yang menerapkan PPKM Level 3 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi platform PeduliLindungi

3. kabupaten dan kota dengan Level 2 juga akan diwajibkan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada tempat-tempat wisata yang sudah diperbolehkan buka

4. dilakukan uji coba protokol kesehatan dengan dukungan aplikasi PeduliLindungi untuk mal dan pusat perbelanjaan di Bali dengan sejumlah batasan tertentu. 

Menko Luhut juga menekankan agar semua pihak tidak lengah dalam menghadapi pandemi dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Pemerintah tidak bosan-bosan mengingatkan seluruh komponen masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sesuai dengan instruksi dari pemerintah,” kata Menko Luhut.

Dikatakan, disiplin penerapan protokol kesehatan, peningkatan cakupan vaksinasi yang cepat untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta upaya 3T (testing, tracing dan treatment) yang baik merupakan strategi pemerintah dalam menghadapi Covid-19. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here