Home News Posko Pendukung Covid-19 Ditutup, Relawan Tangani Bencana Lain

Posko Pendukung Covid-19 Ditutup, Relawan Tangani Bencana Lain

287
0
Apel penutupan Posko Pendukung Covid-19 BPBD DIY, Rabu (26/8/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM –Terhitung sejak Rabu 26/8/2020), Pemda DIY menutup posko pendukung Covid-19 yang berada di BPBD DIY. Selanjutan relawan yang bekerja 24 jam selama enam bulan aau sejak Maret hingga Agustus 2020 dialihkan untuk penanganan bencana lain di DIY.

Sejak Maret 2020 hingga ditutup Rabu 26/8/2020), Posko Pendukung Covid-19 ini sering bertugas mengevakuasi dan pemakaman jenazah sesuai protap penanganan Covid-19. “Kami kembalikan ke fungsi masing-masing, terkait pengantaran jenazah menjadi tugas rumah sakit, sedangkan pemakamaman menjadi tugas BPBD Kabupaten/Kota termasuk satgas desa,” kata Biwara Yuswantana, Wakil Ketua Sekretariat Gugus Penanganan Covid-19 DIY, Rabu 26/8/2020).

Dikatakan, sebelum posko ditutup ihaknya telah melakukan evaluasi selama enam bulan. Peran masing-masing pihak termasuk BPBD kabupaten/kota dirasa telah berjalan dengan baik terkait pencegahan, penanganan dan dukungan pemakaman pasien-pasien Covid-19 di DIY.

“Selanjutnya kami di pemda, dengan tim yang ada mendukung saja. Gugus tugas di kabupaten/kota berjalan dengan baik. Supervisi dan cipta kondisi dalam penanganan jenazah, dekontaminasi berjalan dengan baik, rumah sakit paham melakukan apa, satgas desa melakukan apa, September mulai berjalan,” kata Biwara.

Untuk itu, Biwara mengucapkan terima kasih atas peran, tugas dan fungsi yang dilakukan semua pihak yang tergabung dalam Posko Pendukung Operasi Satuan Tugas Covid-19 DIY.

Menurut Biwara, walnya TRC BPBD DIY berperan mendukung tugas penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, tugas itu berkembang merambah evakuasi dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 sehingga bersama para relawan mereka membentuk Posko Pendukung Operasi Gugus Tugas Covid-19 DIY.

“Masyarakat belum memahami betul tentang ini, sehingga kemudian teman Tim Reaksi Cepat (TRC) didukung relawan bersinergi membentuk posko terpadu,” kata Biwara.

Menurut Biwara, setelah dilakukan evaluasi TRC BPBD DIY kembali berperan dan memiliki tugas menanggulangi dampak bencana lain, seperti kekeringan dana persiapan menyongsong musim hujan. “Kami akan kembali ke reguler. Mulai September 2020 kami transisi untuk bisa melaksanakan tugas reguler,” kata Biwara.

Anggota BPBD Kota Yogyakarta Heri Joko Pitono membenarkan penutupan posko pendukung tersebut. “Betul pak, tapi cuma untuk penanganan covid tetap. Sekarang berganti menjadi Satgas, bukan gugus tugas lagi,” kata Heri Joko Pitono yang dihubungi Bernasnews.com, Rabu (26/8/2020). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here