Home News PON XX Papua, Looking Eastward: Torang Bisa

PON XX Papua, Looking Eastward: Torang Bisa

275
0
Kirab api PON, Sabtu (1/10/2021). Foto: Tim Penerangan Kodam Cendrawasih

BERNASNEWS.COM –

Di Timur Matahari mulai bercahaya

Bangun dan berdiri kawan semua

Marilah mengatur barisan kita

Seluruh pemuda Indonesia

(WR Supratman,1931)

SYAIR di atas adalah penggalan lagu Di Timur Matahari Terbit, karangan Wage Rudolf Supratman. Diciptakan pada tahun 1931. Sebelum kita merdeka. Lagu yang berisi ajakan kepada pemuda Indonesia (pemuda dan pemudi) untuk berjuang membela tanah air. Mengajak dan memberikan semangat bagi pemuda Indonesia untuk merapatkan barisan, demi kemerdekaan.  Demi tanah air. 

Kirab api PON, Sabtu (1/10/2021). Foto: Tim Penerangan Kodam Cendrawasih

Hari ini, 90 tahun kemudian, lagu itu menemukan kembali ruhnya di ujung timur Indonesia, provinsi Papua.  Mengajak para olahragawan untuk datang dan bertanding dalam berbagai cabang olah raga. Hampir 10.000 atlit dan ofisial terbaik dibidangnya dari seluruh Indonesia, berkumpul di sini.  Tepatnya 6.496 atlet dan 3.300 tenaga oficial.

Melalui semangat citius (lebih cepat), altius  (lebih tinggi), dan fortius (lebih kuat), mereka akan berlaga dalam 37 cabang olah raga pertandingan, 56 disiplin cabang olah raga, meliputi 679 nomor pertandingan/perlombaan. Mulai hari ini hingga dua minggu ke depan (2-15 oktober). Tiga kata semangat dari bahasa latin di atas tidak hanya semata untuk mengejar rekor ataupun juara. Melainkan lebih kepada usaha dan perjuangan yang gigih dan bersih. Juga menyangkut kesetaraan. Siapapun berhak untuk menang dan menjadi yang terbaik. Tanpa membedakan suku, agama dan ras. Kesetaraan dalam kesempatan untuk menjadi yang terbaik

Saya jadi teringat sub-tema Cap Go Meh Bogor tahun 2020 lalu: Looking Eastward. Melihat ke Timur. Lihatlah betapa indahnya Indonesia bagian timur itu. Baik budaya maupun alamnya.  Kenalilah daerah nan terpemanai itu. Mulai hari ini kita akan lebih dekat lagi dengan saudara kita di Papua, melalu penyelenggaraan PON XX tahun 2021.

Keputusan memilih Papua sebagai tempat penyelenggaraan PON XX, bukan tanpa sebab. Inilah pertama kalinya PON diadakan di wilayah Timur Indonesia, di Papua pula. Sesungguhnyalah nasionalisme dan persatuan kita diuji saat ini. Jika Indonesia Bagian Barat dan Tengah mampu melakukannya, mengapa Indonesia Bagian Timur tidak? Torang Bisa (Kita Bisa), sebagaimana tersirat dalam judul lagu tema PON XX.

Kirab api PON, Sabtu (1/10/2021). Foto: Tim Penerangan Kodam Cendrawasih

Kesempatan untuk kesetaraan dalam kemampuan menyelenggarakan kegiatan yang bersifat nasional harus kita berikan kepada Papua. Sebaliknya, saatnya pula masyarakat Papua menunjukkan dan membuktikan, bahwa mereka mampu memegang kepercayaan tersebut, dengan suksesnya penyelenggaraan PON XX.     

Hari ini di Stadion Lukas Enembe -konon stadion termegah ke dua di Indonesia-   yang berkapasitas sekitar 40.000 penonton, Presiden Joko Widodo akan membuka secara resmi PON XX 2021. Rabu pukul 19.00 Waktu Indonesia Timur (WIT), atau 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Mengingat kondisi pandemi, maka penonton yang diperbolehkan memasuki stadion hanya berjumlah 25 persen dari kapasitas stadion.  Termasuk atlet, undangan VIP/VVIP dan tenaga kesehatan. Masyarakat disarankan menyaksikan acara pembukaan tersebut melalui saluran televisi. Stasiun televisi yang direncanakan menyiarkan secara langsung adalah GTV, iNEWS, Kompas TV, Metro TV, MNC TV, RCTI, dan TVRI. Selain itu dapat juga menyaksikannya melalui kanal media sosial Youtube (PONXXPapua2021), Facebook (@ponxx2020papua), dan TikTok (ponxxpapua2021)

Presiden Joko Widodo sendiri sudah hadir sejak kemarin di Papua. Kedatangannya di bandara Sentani dengan pesawat kepresidenan disambut antara lain oleh Pangdam Cendrawasih, Mayor Jendral Ignatius Yogo Triyono dan Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D Fakhiri. Sementara Gubernur Papua,  Lukas Enembe menunggu di hotel tempat Presiden bermalam.

Sebelumnya telah dilakukan kirab api PON XX selama enam hari.  Sumber api PON XX diambil dari api abadi yang terdapat di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Pertamina, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 27 September.  Api kemudian diarak sepanjang 3.367 km, melewati lima wilayah adat, yaitu: Biak, Timika, Wamena, Merauke, dan Jayapura.

Selain itu, sebagian pertandingan juga sudah dimulai dari 2 minggu lalu. Diawali antara lain dari cabang olah raga softball. Kemudian diikuti dengan cabang olah raga polo air, terbang layang, sepak bola, futsal, senam artistik, wushu, voli indoor, voli pasir, taekwondo, judo, sepak takraw, paralayang, judo, gantole, dayung, panahan, gantole, panjat tebing, sepatu roda, atletik, tenis indoor,

Sepanjang dua minggu lalu, pertandingan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Bahkan beberapa pertandingan menyuguhkan pemandangan yang indah, di luar dugaan atlet. Seperti gantole dan terbang layang misalnya. Juga olah raga dayung. Papua memang indah. Looking eastward.

Semoga pembukaan PON  XX secara resmi malam ini juga berlangsung dengan lancar dan aman. Kita percayakan kepada TNI dan POLRI masalah kemanan ini. Mereka tentu sudah mempersiapkan sebaik dan secermat mungkin. Juga dukungan dari masyarakat Papua. Mereka tentu akan bangga dan memiliki kenangan yang indah jika PON XX dapat terlaksana dengan baik. Kita yakin masyarakat Papua pasti bisa. Torang Bisa, demikian judul lagu tema PON XX. Syair lagu ajakannya sangat indah dan penuh semangat. Seolah-olah menyatukan semangat lagu Di Timur Matahari Terbit dan semangat citius, altius, dan fortius.

TORANG BISA

Mari satukan perbedaan

Ooo…kita bisa

Tanamkan jiwa sportifitas

Dari timur Indonesia

Ku menyambutmu dalam damaikan hadirmu

Bersatu dalam semangat, serukan persatuan

Wahai anak bangsa

Walau tubuh penuh peluh ku kan tetap

Bertahan untuk bertahan

Meski kaki terasa lelah tetap melangkah

Tuk jadi pemenang…

(Ciptaan: Hebat Fatahilah. Vokalis: Vien Mangku dan Qibah Mansawan)

(Razaini Taher, wartawan senior)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here