Home News Polisi Sudah Menangkap Pelaku Klithih di Perempatan Lempuyangan

Polisi Sudah Menangkap Pelaku Klithih di Perempatan Lempuyangan

163
0
Polres Sleman menunjukkan salah satu barang bukti berupa gir yang digunakan tersangka pelaku klitih dalam jumpa pers di Polres Sleman. Foto: Ilustrasi

BERNASNEWS.COM – Aparat kepolisian sudah menangkap dan mengamankan pelaku kejahatan jalanan atau klithih yang terjadi Lempuyangan, Danurejan, Kota Yogyakarta pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 05.00 WIB. Dalam peristiwa itu, yang menjadi korban adalah anggota Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Danurejan.

Kami informasikan, kelompok pelaku peristiwa di Lempuyangan (Minggu, 1 Jan 2022, 05.00 WIB) sebagaimana twit @al_arif14 sudah ada yang diamankan. Petugas melakukan penyelidikan adanya pelaku lain dalam peristiwa tersebut,” cuit Polda DIY dikutip Bernasnews.com di akun twitter @PoldaJogja yang diunggah pada Minggu, 2 Januari 2022.

Cuitan itu disampaikan Polda DIY menanggapi cuitan pemilik akun twitter @mas_opit yang menyebutkan anggota Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Danurejan menjadi korban klithih. Peristiwa itu terjadi di timur perempatan Lempuyangan atau di depan TK ABA Lempuyangan.

Menurut pemilik akun @mas_opit, korban diikuti pelaku sejak dari depan Hotel Jambu Luwuk Jalan Hayam Wuruk atau sebelah selatan perempatan bangjo Lempuyangan/RS Behesda Lempuyangan. Sampai di perempatan Lempuyangan korban berbelok ke timur dan dilempari batu. Setelah terjatuh kemudian dibacok dengan menggunakan celurit sehingga korban mengalami luka 3 lapis dan lebar luka 10 centimeter. Korban kemudian dirawat di RS Bethesda.

Menanggapi peristiwa tersebut maupun peristiwa-peristiwa klithih sebeumnya, seorang warganet Ozie allhanif pemilik akun twitter @Ozie22chelsea bertanya-tanya. “Knpa Jogja sekarang…??? Kota pelajar Kota pariwisata Kota yg indah dan warga ny yg ramah Beberapa tahun belakangan bnyak penyerangan klitih… Tujuan ny ap…??? itu yg melakukan klitih hmpir sama dgn psikopat.. Apa Jogja aman..?? Meresah kn pelajar dan wisatawan..,” kata Ozie Allhanif.

Namun, hal ini ditanggapi Edy Sutiyono di akun @edysutiyono8 yang menyebut kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di Jogja. “Bukan hanya Jogja… Daerah lain juga ada, dan setiap ditindak petugas kemudian hilang… Setelah aman, mereka main lagi… Jadi memang harus dipantau terus perkembangan nya, kalau muncul, sikat lagi sampai tuntas…”Pancen jengkelke”,” kata Edy Setiyono.

Sementara Yulaja di akun @Yulaja1 menyarankan agar para pelaku diberi SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) yang sebelumnya dengan nama SKKB (surat keterangan kelakuan baik). Di SKCK itu ditulis kejahatan yang pernah dilakukan pelaku.

Skck (surat ket catatan kepolisian) itu dulunya skkb (surat ket kelakuan baik). Di skck jika sesorang pernah melakukan kejahatan maka akan di tulis di skck. Tapi tetep di berikan skck,” tulis Yulaja. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here