Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPMKRI Ditantang untuk Menjadi Nabi di Zaman Sekarang

PMKRI Ditantang untuk Menjadi Nabi di Zaman Sekarang

BERNASNEWS.COM – Nabi itu utusan Tuhan. Dan Tuhan memanggil seseorang untuk menjadi utusan-Nya, justru pada saat terjadi krisis. Misalnya, Tuhan memanggil Musa menjadi nabi bangsa Israel pada waktu bangsa Israel ditindas oleh bangsa Mesir. Demikian pula Tuhan memanggil Hosea menjadi utusan-Nya pada saat Tuhan merasa kecewa dengan umat-Nya.

Perihal panggilan seseorang menjadi utusan Tuhan ini mengemuka dalam khotbah pada Misa Dies Natalis ke- 73 PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia). Presidium PMKRI Cabang DIY menyelenggarakan misa ini di Pusat Pastoral Mahasiswa (PPM) DIY di Jalan Wahidin Yogyakarta, Senin (25/5/2020). Misa dipimpin Kepala PPM Romo Ferdinandus Effendi Sunur SJ, diikuti sepuluh orang aktivis PMKRI Cabang DIY.  

Misa Dies Natalis ke-73 (1947-2020) PMKRI ini diselenggarakan dengan tidak melanggar protokoler kesehatan, sesuai anjuran pemerintah. Semua mengenakan masker dan duduk dengan menjaga jarak. Romo Effendi yang duduk di depan, jauh dari peserta misa pun menggunakan masker.

Ketua PPM DIY Romo Ferdinandus Effendi Sunur SJ memimpin Misa Dies Natalis ke 73 PMKRI di Aula PPM Jalan Wahidin Yogyakarta, Senin (25/5/2020). Misa hanya diikuiti 10 aktivis PMKRI DIY dengan mengindahkan protokoler kesehatan. Foto : Anton Sumarjana/Bernasnews.com

Ketua Presidium PMKRI Cabang DIY Astra Tandang menjelaskan, PMKRI Cabang DIY tidak pernah surut dan terus bersemangat untuk merayakan ulang tahun ini. “Ini waktu yang baik untuk kita merefleksikan diri. Kami tetap mengikuti protokoler kesehatan. Yang hadir tidak lebih dari sepuluh orang,” ujar Astra. 

Dalam khotbah, Romo Effendi menegaskan bahwa PMKRI harus menyukuri dan menjaga nilai-nilai warisan para perintis. Nilai-nilai itu, menurut Romo Effendi, terbukti mampu membuat PMKRI bertahan hingga usia ke-73 tahun. “Ini pasti karya Tuhan. Jika bukan karya Tuhan, PMKRI tidak akan mampu bertahan,” tegas imam Jesuit asal Flores Timur itu.

Terkait dengan bacaan Kitab Suci yang dibacakan dalam misa Dies Natalis ke-73 PMKRI ini, Romo Effendi mengungkapkan, dalam masa pandemi Covid -19 ini kita seperti dicerai-beraikan dengan keharusan melakukan social distancing. Dalam situasi ini kita merasa sendiri. Namun Romo Effendi mengingatkan, satu hal bahwa kita percaya pada Tuhan Yesus. Kita percaya pada Bapa. “Kita akan melakukan hal yang besar,” tegasnya.

Romo Effendi menceritakan bagaimana Allah memanggil Musa dan Hosea menjadi utusan-Nya. Nabi-nabi itu menerima panggilan dari Tuhan justru pada masa krisis. Tuhan memanggil Musa pada saat bangsa Israel tertindas di Mesir. Hosea dipanggil Tuhan pada saat Tuhan merasa kecewa dengan umat-Nya. “Justru dalam masa krisis suara Tuhan terdengar lebih jelas. Roh Kudus mendorong kita untuk mencari sesuatu yang penting untuk kita lakukan bersama,” tambahnya.

Romo Effendi mengakhiri khotbah dengan mengajak para aktivis PMKRI untuk mendengarkan suara Tuhan, menjadi nabi zaman sekarang yang bisa membawa pembaharuan. “Panggilan kita menjadi pewarta. Jangan takut dan gelisah. Saya harap kalian menjadi pelaku sabda Tuhan. Covid 19 merupakan tantangan dan peluang. Jangan takut walau kita diceraiberaikan oleh corona, tapi kita tetap disatukan oleh Yesus,” kata Romo Effeni.

Dapur umum

Ketua Presidium PMKRI DIY dan Penanggungjawab Dies Natallis ke-73 PMKRI Astra Tandang menjelaskan program yang telah disiapkan. Mahasiswa di Sekolah Tinggi Pembangunan Desa (STMD) Yogyakarta ini menyebutkan, setidaknya ada empat kegiatan yang akan dilakukan yaitu dapur umum, bantuan sembako, webinar dan reuni para alumni.

PMKRI DIY berkoordinasi dengan Ketua PPM DIY Romo Ferdinandus Effendi Sunur SJ membuka dapur umum setiap Senin dan Jumat untuk membantu kebutuhan pangan mahasiswa-mahasiswa perantauan di DIY. Diundang siapa saja yang mau menyumbang bahan makanan. Pada Senin (25/5/2020) disediakan 30 bungkus nasi untuk mahasiswa kos. Foto: Anton Sumarjana/Bernasnews.com

Menurut Astra, pada hari Senin(25/5/2020), sebagaimana tampak di Sekretariat PMKRI Cabang DIY, diselenggarakan dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi para mahasiswa kos yang memang sangat membutuhkan bantuan.

Pada Senin (25/5/2020) disiapkan 30 bungkus nasi beserta sayur dan lauknya. Astra menjelaskan, dapur umum yang dikoordinasikan dengan Romo Effendi selaku pimpinan PPM ini akan dibuka setiap Senin dan Jumat selama tiga bulan ke depan.

Untuk bantuan sembako, menurut Astra, seorang pemersatu PMKRI dan alumni telah menghimpun dana untuk memberi bantuan sembako kepada 30 mahasiswa kos yang diprioritaskan. PMKRI DIY telah mendata sekitar 500 mahasiswa kos yang butuh bantuan. “Yang 30 orang ini prioritas karena orangtua kena PHK atau Webinar,” kata Astra akan diadakan awal Juni ini.

Mahasiswa STPDN Yogyakarta yang tengah merampungkan skripsi ini menjabat Ketua Presidium PMKRI DIY Periode 2019-2021. Foto: Anton Sumarjana/Bernasnews.com

PMKRI DIY mengundang Melky Lakalena, anggota DPR dari Fraksi Golkar dan Budiantoro Staf Bapenas sebagai narasumber. Pembicara lainnya adalah DR Lukas Ispandriyo, alumni dan Dosen Unika Atma Jaya Yogyakarta.

Seminar ini, menurut Astra, bertujuan melihat kembali kemandirian Indonesia di tengah pandemi Covid 19 ini. “Pandemi ini berimbas kemana-mana. Kita tidak mau pandemi ini menjadikan krisis dan kita menjadi ambruk. Kita mau tetap mandiri dan mampu melewati masa ini,” tutur Astra menjelaskan alasan diadakan webinar.

Astra juga menjelaskan, PMKRI DIY dalam masa pandemi Covid 19 ini tetap melakukan kaderisasi dengan berdasar pada tiga semangat utama, yaitu intelektualitas, kristianitas dan fraternitas. Dirgahayu PMKRI. Pro Eclesia et Patria. (Anton Sumarjana)




spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments