Home Pendidikan PKM UWM: “Menangkal Infodemik Covid-19 dengan Peningkatan Literasi Digital”

PKM UWM: “Menangkal Infodemik Covid-19 dengan Peningkatan Literasi Digital”

123
0
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UWM dalam bentuk pelatihan literasi media digital kepada pemuda Desa Nitiprayan, Kasihan, Bantul, DIY. (Foto: Kiriman Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Pandemi Covid-19 berimbas pada berbagai aspek kehidupan. Keadaan yang sebelumnya tidak terbayangkan menjadi kenyataan. Ruang gerak dan ritme aktivitas manusia berubah secara serentak. Selain itu, istilah-istilah asing bernada medis pun bermunculan. Berbanding terbalik dengan tenaga medis yang terus berguguran.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM) Bagus Ajy Waskyto Sugiyanto, SI Kom, MA mengatakan, bahwa dari perspektif Ilmu Komunikasi dampak pandemi ini adalah kekhawatiran munculnya infodemik. Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) menyebutkan penyebaran informasi secara masif dibalik pandemi Covid-19 ini sebagai infodemik (infodemic).

“Istilah tersebut dipopulerkan oleh WHO merujuk pada banjir informasi tentang pandemi Covid-19 baik yang akurat maupun hoaks (berita palsu), sehingga masyarakat yang membutuhkan sumber informasi terpercaya akan kesulitan untuk mendapatkannya,” ucap Bagus, Rabu (25/8/2021).

Dikatakan, atas dasar kondisi tersebut pihaknya menuntaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan literasi media digital kepada pemuda Desa Nitiprayan, Kasihan, Bantul, DIY. Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran literasi dalam menangkal infodemik Covid-19. Pelatihan terlaksana pada tanggal 26 Juni 2021 secara luring dengan protokol kesehatan ketat.

 “Pelatihan diawali dengan analisis program media, dilakukan penggalian pengalaman sehari-hari peserta diskusi dalam melakukan pencarian informasi menggunakan gawainya. Kemudian pada pada materi kedua peserta diajak mendiskusikan pengaruh media sosial bagi kehidupan sehari-hari mereka,” terang Bagus.

Bagus menambahkan, pada materi selanjutnya peserta diajak untuk berpikir secara kritis terhadap informasi. Pada sesi ini peserta diberikan keterampilan dalam memverifikasi sebuah informasi. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara yang disarankan oleh Kominfo dalam menangkal hoaks. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here