Home Opini Pivot Bisnis, Terobosan Baru di Masa Pandemi

Pivot Bisnis, Terobosan Baru di Masa Pandemi

200
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Ada pepatah yang mengatakan bahwa dalam menjalankan sebuah usaha lebih mudah ketika memulai dibandingkan dengan mempertahankan usaha atau bisnis yang sudah ada. Ada pula yang mengatakan bahwa agar bisnis yang dijalankan bisa bertahan, maka kuncinya adalah pemilik bisnis tersebut harus berinovasi. Nah, ketika melakukan inovasi inilah muncul istilah “pivot”.

Pada dasarnya istilah pivot dimaksudkan sebagai suatu kegiatan mengembangkan bisnis dengan mengubah model bisnis itu sendiri namun tetap mengacu ke visi awal perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebetulnya istilah pivot itu sendiri sebelumnya dikenal dalam permainan bola basket, yang intinya adalah melakukan perubahan arah namun tetap berpijak pada salah satu kaki, dengan tetap mengutamakan bagaimana bola bisa dimasukkan ke dalam ring lawan yang ada.

Pivot bisnis biasanya terjadi ketika perusahaan membuat suatu perubahan mendasar pada bisnis yang dijalankan, melalui sebuah riset pasar bahwa produk mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar yang diinginkan. Pivot bisnis merupakan koreksi terstruktur yang dirancang untuk menguji hipotesis fundamental baru tentang suatu produk, strategi dan mesin pertumbuhan, seperti apa yang disebutkan dalam buku The Learn Startup.

Pivot bisnis menjadi salah satu strategi yang bisa dilakukan bila perusahaan mengalami jalan buntu, khususnya ketika produk yang ditawarkan sudah tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pasar, bahkan sampai tidak dapat mendatangkan keuntungan. Meskipun dalam menjalankan pivot bisnis ini harus disiapkan sedemikian rupa sampai akhirnya produk benar-benar siap untuk dipasarkan.

Keputusan pivot di saat pandemi

Di saat banyak perusahaan memutuskan untuk pengurangan tenaga kerja lewat PHK akibat perlambatan ekonomi yang semuanya dipicu karena pandemi Covid 19, namun ternyata ada beberapa perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri yang justru lebih memilih melakukan pivot ini.

Ambil contoh saja beberapa perusahaan di dalam negeri seperti Sinarmas Grup, yang notabene merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan makanan, jasa keuangan, pulp dan kertas, dan masih banyak usaha lainnya, yang selanjutnya malahan memproduksi masker yang kebutuhannya sangat meningkat drastis di saat ini di Indonesia.

Hal ini jug diikuti oleh GT Man dan Rider yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi pakaian underwear pria, yang kemudian memproduksi dan menawarkan masker non medis kepada masyarakat karena adanya permintaan yang meningkat tajam. Bahkan masker buatan perusahaan ini diklaim anti bakteri dan diinfokan sebagai masker yang mampu menghindarkan pemakainya dari debu dan percikan cairan atau droplet.

Apa yang dilakukan oleh Martha Tilaar lewat perusahaannya PT Martina Berto Tbk yang memproduksi hand sanitizer dalam masa pandemi Covid 19 yang juga mengantisipasi permintaan pasar yang sangat meningkat akan kebutuhan hand sanitizer ini, meskipun perusahaan ini merupakan perusahaan yang memproduksi kosmetika.

Belum lagi hal ini dilakukan oleh beberapa perusahaan di luar negeri seperti General Motor yang kemudian membuat ventilator yang sangat dibutuhkan di berbagai belahan dunia untuk mengantisipasi penyakit yang satu ini. Hal ini juga diikuti oleh perusahaan mobil listrik Tesla milik Elton Musk untuk Amerika Serikat yang juga memproduksi ventilator.

Ternyata juga masih terdapat beberapa perusahaan di luar negeri seperti Prada, Yves Saint Laurent, Gucci, Balenciaga, dan masih banyak lagi yang pada dasarnya perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi brand fashion ternama di dunia, kemudian membuat masker untuk membantu terutama tenaga medis yang bekerja melawan virus Corona.

Itulah kiranya beberapa perusahaan yang telah menerapkan dan memilih pivot dalam bisnisnya, guna untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan pada saat pandemi yang sekarang ini sedang merebak demikian pesatnya. Anda mau melakukannya? Semoga dengan melakukan pivot dalam bisnis Anda akan dapat survive. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here