Home Pariwisata Pingin Selfi Ala Bangsawan atau Seorang Gelandangan, Ada Spot Fotonya Di Sini

Pingin Selfi Ala Bangsawan atau Seorang Gelandangan, Ada Spot Fotonya Di Sini

346
0
Sebuah train (kereta) moda transportasi kota jaman kolonial sebagai fasilitas atau property di Desa Wisata Gamplong, Kabupaten Sleman, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bagi yang pernah nonton film Sultan Agung atau film Bumi Manusia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, tentu tidak akan mengira bahwa keindahan bangunan dan suasana tempo dulu yang tergambar dalam film tersebut sungguh menakjubkan itu, ternyata berada di Studio Alam, yang kini merupakan bagian dari Desa Wisata Gamplong.

Desa Gamplong tepatnya berada di Dukuh Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Berksiar 17 kilo meter arah Barat Kota Yogyakarta. Awalnya dikenal sebagai desa sentra pengrajin tenun tradisional yang masih mempergunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), namun sejak adanya Studio Alam yang diresmikan sebagai destinasi wisata edukasi oleh Presiden RI Joko Widodo, pada tanggal tanggal 15 Juli 2018, semakin banya dikenal dan viral.

Seorang pengunjung sedang mencoba foto berpose ala bangsawan pada jaman kolinal. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Lahan luas sekitar 3 hektar yang berdiri bangunan bekas property shoting tersebut dihibahkan oleh Presiden Direktur Mustika Grup, Dr. BRA Mooryati Soedibyo, SS, MHum. Di sini pengunjung maupun wisatawan dapat menikmati bangunan-bangunan berasitektur jaman kolinal dan kereta train moda transportasi perkotaan tempo dulu hingga bangunan beteng pertahanan VOC pun ada.

Desa Wisata Gemplong memanjakan benar bagi wisatawan dan pengunjung yang mempunyai hobi fotografi maupun selfi. Pingin foto berperan layaknya bangsawan ala dalam film-film karya Hanung Bramantyo atau pingin foto berpose seperti seorang gelandangan? Di sini ada spot foto yang menggambarkan sebuah tempat yang kumuh.

Spot foto yang menggambarkan daerah kumuh di pinggiran kali. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Menurut pengamatan Bernasnews.com, Sabtu (2/1/2021), pengelolaan yang dilakukan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat telah melakukan protokol kesehatan cukup baik. Jadi pengunjung nggak begitu perlu khawatir dalam berwisata di masa pandemi ini. Pengunjung didata secara digital berupa scan barcode dan harus mengisi data.

Pemakaian masker selalu ditekankan oleh petugas, tempat cuci tangan lengkap dengan sabun tersedia cukup banyak dari depan pintu masuk maupun dipasang di beberapa property yang ada di Studio Alam. Hanya dalam pengaturan jaga jarak dan durasi saat memasuki sebuah bangunan atau property belum ada pengaturan sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi pengumpulan orang di dalam bangunan.

Salah satu bangunan jaman kolinal yang ada di Studio Alam, Desa Wisata Gamplong, Kabupaten Sleman. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara papan informasi bea masuk (tiket) dan ketentuan penggunaan kamera profesional/ kamera besar tidak tertera dengan jelas, kecuali berupa tempelan sanksi pelanggaran pemakaian kamera tanpa ijin terkena denda Rp 500.000. Studio Alam Desa Wisata Gamplong ini masih dapat dioptimalkan untuk menarik pengunjung. Selain meningkatkan pelayanan alangkah baiknya, petugas juga dibekali story telling yang dapat menceritakan lengkap venue terkait adegan dalam film sehingga akan menambah kesan tersendiri. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here