Home News Petugas PLN dan Relawan Lakukan Penebangan Pohon di Kalibawang

Petugas PLN dan Relawan Lakukan Penebangan Pohon di Kalibawang

43
0
Penebangan pohon yang menghalangi jaringan listrik oleh Petugas PLN bersama relawan Jajaran Progo Menoreh (JPM) dan Relawan Lokal Asri (RALA), Minggu (19/9/2021),di Padukuhan Tosari, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. (Foto: Luciani Berthin Aninda)

BERNASNEWS.COM — Petugas PLN bersama komunitas relawan diantaranya, Relawan Lokal Asri (RALA), Jajaran Progo Menoreh (JPM) dan Jalin Komunikasi Mandiri (JKM), serta pemuda padukuhan setempat melakukan rabas-rabas dan penebangan pohon, di Kalurahan Banjarsari dan Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo.

Penebangan dilakukan pada pohon-pohon yang berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya gangguan arus listrik atau konsleting, seperti pohon jati, mahoni, sonokeling, rambutan serta pohon durian yang berada di dekat kabel jaringan PLN.

“Penebangan pohon dilakukan untuk mencegah terjadinya lagi korban akibat tersengat aliran listrik, serta resiko padamnya aliran listrik karena ranting pohon yang menempel pada jaringan listrik,” terang Subagya, salah seorang relawan saat ditemui di tempat, Minggu (19/9/2021).

Suasana kegiatan penebangan pohon-pohon yang berada di dekat kabel jaringan listrik oleh Petugas PLN dan Komunitas Relawan, Minggu (19/9/2021), Padukuhan Tosari, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo. (Foto: Luciani Berthin Aninda)

Dikatakan, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan tersebut dilakukan pemadaman listrik pukul 07:30 – 14:45 WIB. Seluruh warga yang memiliki pohon dekat dengan jaringan listrik dihimbau, agar memperbolehkan pohon miliknya ditebang. “Sesuai aturan PLN, jarak minim antara pohon dan kabel listrik adalah sejauh tiga meter,” ujar Subagya.

Akibat kurangnya sosialisasi atau informasi warga, pemadaman listrik untuk kegiatan itu dikeluhkan oleh seorang warga, yang kebetulan mempunyai usaha pembuatan geblek makanan khas Kulon Progo. Karena lamanya pemadaman listrik sehingga tidak dapat menjalankan proses usahanya.

Juga sempat terjadi kesalahan pahaman komunikasi antara warga dengan petugas PLN dalam proses penebangan pohon, yang dikira arus listrik masih dalan kondisi padam. Untungnya selaku diadakan pengecekan kembali sehingga tidak ada kejadian yang menyebabkan korban akibat tersengat listrik. (Luciani Berthin Aninda, Mahasiswa Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here