Home Pendidikan UMB Berikan Santunan, Pesan H Probosutedjo: Pendidikan untuk Semua

UMB Berikan Santunan, Pesan H Probosutedjo: Pendidikan untuk Semua

151
0
Rindangsari Kurniawati MA, Pembina Yayasan Menara Bhakti, lembaga yang menaungi Universitas Mercu Buana menyerahkan santunan kepada para yatim di Masjid Manarul 'Amal Universitas Mercu Buana Jakarta, Kamis (19/8/2021). Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Alasan utama Universitas Mercu Buana (UMB) didirikan agar pendidikan bis dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini merupakan cita-cita sekaligus pesan Pendiri UMB H Probosutedjo yang meninggal pada 26 Maret 2018.

Karena itu itu, mereka yang kurang beruntung seperti anak yatim jangan pernah putus asa dan berkecil hati. Mereka diminta untuk terus menuntut ilmu sampai akhir hayat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hal itu disampaikan Rindangsari Kurniawati MA, Pembina Yayasan Menara Bhakti, lembaga yang menaungi Universitas Mercu Buana dalam acara penyerahan santunan kepada para yatim di Masjid Manarul ‘Amal Universitas Mercu Buana Jakarta, Kamis (19/8/2021). Selain Rindangsari Kurniawati, hadir dalam acara tersebut antara lain Dr Hadri Mulya (Wakil Rektor Bidan Sumerdaya dan Keuangan), Ketua DKM Dr Achmad Jamil, Pengurus DKM Manarul Amal dan juga 20 perwakilan yatim yang menerima santunan secara simbolik. Panitia juga mengirimkan santunan secara langsung dari rumah ke rumah Yatim yang membutuhkan.

Rindangsari Kurniawati MA (kiri), Pembina Yayasan Menara Bhakti, lembaga yang menaungi Universitas Mercu Buana foto bersma usai menyerahkan santunan kepada yatim di Masjid Manarul ‘Amal Universitas Mercu Buana Jakarta, Kamis (19/8/2021). Foto: Istimewa

“Jangan pernah berputus asa untuk sekolah sampai tutup usia. Universitas Mercu Buana didirikan sebagai cita-cita Bapak Probosutedjo agar pendidikan juga dinikmati oleh mereka yang kurang beruntung. Probosutejdo menginginkan semua lapisan masyarakat dapat mengenyam pendidikan,” ujar Rindangsari dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis (19/8/2021).

Sementara Hadri Mulya meminta agar para anak Yatim juga tetap mendoakan orangtua masing-masing. Orangtua akan berbahagia ketika anak-anak tetap mendoakan dan mencintai mereka meskipun mereka tidak bersama lagi. Justru doa merupakan kekuatan yang luar biasa tidak hanya bagi orang tua tetapi juga untuk anak-anak ketika menyambut masa depan.

Achmad Jamil, sebagai Ketua DKM Manarul ‘Amal Universitas Mercu Buana menjelaskan bahwa penyerahan santunan ini tidak dilakukan seperti biasanya mengingat tingkat pandemi yang masih tinggi. Namun demikian, meski tidak dilakukan secara langsung, substansi dari pemberian santunan kepada anak yatim tidak hilang.

Para penerima santunan foto bersama, Kamis (19/8/2021). Foto: Istimewa

“Sebelum ini, ketika Covid belum ada, selain mendapat santunan, para anak Yatim diundang dan diajak untuk berekreasi bersama ke tempat-tempat di mana anak-anak bisa bermain. Dan itu merupakan penghiburan. Namun di masa pandemi ini, sesuai dengan anjuran pemerintah dan sekaligus demi keselamatan anak-anak, acara-acara yang bersifat kerumunan ditiadakan. Namun santunan tetap diadakan. Kegiatan pemberian santunan berpusat di Mesjid,” ujar Achmad Jamil.

Salah seorang perima santunan, Jafar (14) menceritakan bahwa setiap tanggal 10 Muharram selalu diundang Universitas Mercu Buana sebagai tanda perhatian. Pada tahun 2018, ia bersama teman-teman yang lain diajak rekreasi air ke Wondeful Land di Tangerang, dan tahun 2019 diajak ke Jungle Land di Sentul.

Ayah Jafar meninggal pada tahun 2016 dan untuk menafkahi keluarga dengan 2 orang anak, ibunya berjualan gorengan di depan sekolah dasar di Jalan Haji Juhri. Namun karena sekolah tutup, ibunya tidak berjualan lagi karena sudah dua tahun ini sekolah dasar itu tutup. Dia mengaku gembira sering mendapat perhatian dari Masjid Kampus Universitas Mercu Buana untuk membantu biaya sekolahnya. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here