Home Seni Budaya Perupa Didorong Hasilkan Karya Seni Berkelas Internasional

Perupa Didorong Hasilkan Karya Seni Berkelas Internasional

57
0
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyampaikan wejangan pada acara ramah tamah bersama perupa Yogyakarta di Kraton Kilen Yogyakarta, pada Jumat (15/10/2021) malam. Foto: kiriman Hasto

BERNASNEWS.COM – Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong para perupa untuk menghasilkan karya seni berkelas internasional. Selain itu, para perupa perlu terus berkolaborasi lewat berbagai aktivitas berkesenian yang dapat memberikan warna bagi Yogyakarta sebagai kota budaya.

“Perupa perlu membuat karya-karya berkelas internasional sehingga sebutan Yogyakarta sebagai kota budaya tidak sekadar julukan belaka namun sungguh memiliki isi yang berbobot. Selain itu perlu dikonsolidasikan hadirnya bursa seni rupa yang digelar berkala menyajikan karya seni rupa baik lukisan, patung maupun instalasi dari lintas generasi yang dikurasi secara kualitatif dengan target publik nasional bahkan internasional sehingga dapat menunjang kesinambungan dalam proses berkesenian,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X pada acara ramah tamah bersama perupa Yogyakarta di Kraton Kilen Yogyakarta, pada Jumat (15/10/2021) malam.

Dalam acara yang juga dihadiri Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono, Komandan Kodim Kota Yogyakarta Kolonel Erwin Ekagita Yuana dan sejumlah tamu undangan itu juga diisi dengan acara serah terima karya lukisan yang dipamerkan dan dilelang pada di Bale Raos Kraton Yogya kepada para kolektor.

Seluruh karya yang dipamerkan pun habis terjual. Dua putri Sri Sultan HB X yakni Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dan Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono turut mengoleksi 3 buah karya dan selebihnya dikoleksi sejumlah pengusaha asal Yogyakarta. Hasil penjualan karya sebagian besar disalurkan untuk membantu masyarakat kecil terdampak pandemi Covid-19.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas foto bersama para perupa dan tamu undangaan pada acara ramah tamah bersama perupa Yogyakarta di Kraton Kilen Yogyakarta, pada Jumat (15/10/2021) malam.

Para perupa yang terlibat adalah Astuti Kusumo, Bayu Wardhana, Bambang Herras, Budi Ubrux Haryono, Dewa Mustika, Hari Budiono, Made Toris Mahendra, Nasirun, Putu Sutawijaya dan Sidik Martowidjojo.

Pada kesempatan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengucapkan terimakasih atas partisipasi kalangan perupa yang turut mendukung kegiatan vaksinasi sekaligus berbagi kepedulian terhadap masyarakat melalui lelang amal. Keterlibatan seniman dalam momentum ini menandaskan masyarakat Yogyakarta yang dinamis dan responsif terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Sultan menyatakan bersedia membantu memfasilitasi upaya menghadirkan bursa seni berkala yang menghimpun semua generasi.

Perupa Astuti Kusumo merasa senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan melukis dan pameran bersama dan berkesempatan ikut dalam ramah tamah ini. Menurut Astuti, kepedulian dan dukungan Kasultanan Yogyakarta terhadap seniman, khususnya kalangan perupa, sangat menunjang atmosfir berkesenian. Astuti Kusumo mendonasikan 100 persen hasil penjualan karyanya untuk kegiatan amal.

GKR Condrokirono menerima sertifikat lukisan karya Made Toris Mahendra pada acara ramah tamah bersama perupa Yogyakarta di Kraton Kilen Yogyakarta, pada Jumat (15/10/2021) malam.

Koordinator Perupa Kuss Indarto mengatakan ada tiga hal esensial yang muncul dari peristiwa budaya yang diawali di Sasono Hinggil. Pertama, karya dibuat bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi. Hal ini memberikan pesan bahwa kalangan seniman turut terpanggil dan peduli mendukung program percepatan vaksinasi sekaligus menjadi karya penanda zaman yang dibuat di masa dunia tengah berjuang melawan pandemi.

Kedua semua karya lukisan diawali dengan sapuan kuas GKR Hemas sehingga setiap lukisan adalah karya kolaboratif yang unik. Ketiga sebagian besar hasil penjualan karya didedikasikan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Niatan ini mempertegas ciri khas masyarakat Indonesia khususnya Yogyakarta yang kental dengan sikap gotong royong. Dalam situasi sulit karena pandemi ini memang menjadi momentum penting untuk saling bergandeng tangan, saling menengok sesamanya, untuk tetap empati pada kesulitan liyan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas pada acara ramah tamah bersama perupa Yogyakarta di Kraton Kilen Yogyakarta, pada Jumat (15/10/2021) malam

Salah satu kolektor Roni Hidayat mengungkapkan kolaborasi kegiatan vaksin dengan seni rupa menurutnya sebuah terobosan bagus dan kreatif. Selain berdampak bagi perupa juga bermanfaat bagi sesama. Roni berharap kedepan sinergi semua komponen masyarakat dapat terus terjaga dan terpelihara demi terwujudnya kebaikan bersama.

Menurut Humas GKR Indonesia Widihasto Wasana Putra dalam rilis yang dikirim kepda Bernasnews.com pada Sabtu, 16 Oktober 2021, GKR Indonesia akan segera menyalurkan hasil amal lelang lukisan dalam wujud bahan-bahan pokok makanan ke masyarakat kecil di sejumlah kawasan di DIY. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here