Home News Perubahan Dimulai dari Dalam Diri Sendiri

Perubahan Dimulai dari Dalam Diri Sendiri

1066
0
Para mahasiswa usai acara makrab. (Foto: Agnes Efrata Saragih)

BERNASNEWS.COM – Sosiolog Samuel Koening berpendapat bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam masyarakat yang terjadi akibat adanya modifikasi dalam pola kehidupan. Media sosial dapat mengubah prilaku masyarakat secara drastis bahkan prilaku masyarakat tidak dapat terkontrol lagi akibat hadirnya budaya baru ini.

Hal ini juga tidak luput terjadi dalam dunia pendidikan tinggi. Tidak sedikit tenaga dosen dan pendidik yang mengeluh menghadapi perilaku mahasiswa baru yang semakin acuh dan kehilangan norma-norma kesopanan. Kebebasan berekspresi di social media terbawa sampai di ruang-ruang kuliah.  “Nyinyir” pada saat dosen mengajar di kelas. Pada sisi lain tata krama atau kesopanan adalah soft skill yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Beruntung Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Kendal, menyadari sejak awal, sebelum virus itu menjadi akut dan susah disembuhkan. Diprakarsailah pertemuan dan disepakati bahwa perubahan lebih efektif kalau dimulai dari atas. Lalu dimulailah proyek perbaikan mental block itu dengan CANDRAMAWA, yang merupakan proyek pembangunan karakter dari, oleh dan untuk mahasiswa.

Soal pendanaan, para mahasiswa sepakat untuk mencarinya bersama. Tiap pagi bawa makanan, dijual ke teman-temannya, untungnya diambil untuk biaya CANDRAMAWA. Tak hanya itu, para mahasiswa juga menjual Merchandise ke dosen, dan juga ke tenaga pendidikan yang ada. Masih belum cukup juga, berangkatlah bersama untuk berjualan di Car Free Day Semarang.

Sampai Akhirnya padea Sabtu (11/1/2020), proyek yang digagas sendiri oleh mahasiswa itu terwujud di sebuah villa di Bandungan, Semarang, “Pecah”.  Kebersamaan itu muncul di bandungan, senyum dan tawa menyebar, semua merasa menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. Modal awal yang bagus membangun jaringan di masa mendatang, Connect to Collaborate dipilihlah menjadi tema CANDRAMAWA.

Para mahasiswa menyadari bersama, untuk berubah memang harus dari dalam dirinya. Kini 3 Soft Skill dikuasai mahasiswa, Team Building, Negotiation Skill & Problem Solving. Anak muda (baca: mahasiswa) memang harus diberi banyak tantangan untuk masalah yang mereka buat sendiri. Inilah Problem Based Learning sesungguhnya.

Pasang surut industri furnitur memang harus disiasati. Untuk itu perlu tim-tim tangguh yang harus disiapkan. Digembleng khusus, dibangun solidaritasnya, agar mereka survive dan Industri Furnitur Indonesia kecipratan berkah kebersamaannya.

Sejak kapan? Ya sejak mahasiswa tentunya. Kakak yang baik adalah kakak yang merasa ikut bertanggung jawab dalam hal membangun budaya organisasi yang baik, sistem yang baik. Adik-adiknya pun yang tadinya bandel sekarang ikutan baik juga, malu sama kakak-kakak tingkatnya. Mereka pun ikutan kompak, yang laki-laki menggunduli rambutnya sama-sama. Padahal kegiatan ini Cuma Makrab (Malam Keakraban), bukan Mandul (Malam Penggundulan). (Agnes Efrata Saragih, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Furnitur, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Kendal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here