Home Pendidikan Perpustakaan Sahabat Kita Semua

Perpustakaan Sahabat Kita Semua

185
0
Buku-buku karya pustakawan IPI DIY, DPK Kota Yogyakarta, DPK Kabupaten Sleman dan penulis Komunitas Literasi YBM diterbitkan sebagai kado untuk momentum Hari Kunjung Perpustakaan 14 September. Foto : Kiriman YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Momentum Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September bukan hanya milik kalangan perpustakaan, perbukuan, pendidikan dan penulis, namun juga milik semua. Perpustakaan menjadi sahabat bagi semua warga masyarakat. Mereka yang haus pengetahuan, inspirasi dan ketrampilan terapan yang berguna bagi diri sendiri akan dengan penuh semangat berkunjung ke perpustakaan.

“Karena kecintaan kepada perpustakaan dan literasi, sejumlah penulis dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta, DPK Kabupaten Sleman, dan penulis Komunitas Literasi Yuk Belajar Menulis (YBM) memberikan kado buku untuk momentum Hari Kunjung Perpustakaan 14 September. Hal ini sungguh menggembirakan dan patut ditiru oleh lembaga atau komunitas lain. Artinya, apresiasi dalam bentuk karya buku tidak kalah menarik dibanding apresiasi lain, misalnya karangan bunga, iklan ucapan selamat dan sukses di media. Perpustakaan adalah sahabat kita semua,” kata Praktisi Media dan Pegiat Literasi YB Margantoro kepada Bernasnews.com, Senin (13/9/2021).

Keempat buku itu adalah Dari Balik Jendela Perpustakaan (ISBN : 978-623-5531-02-1 ) karya pustakawan anggota IPI DIY, Pustakawan Mengabdi untuk Negeri (ISBN : 978-623-5531-03-8) karya pustakawan dan tenaga teknis DPK Kota Yogyakarta, Gerakan Literasi dari Dinas Perpustakaan Sleman untuk Keistimewaan Yogyakarta (ISBN : 978-623-5531-04-5) karya Dra Sri Wantini, MPd. dan Staf DPK Kabupaten Sleman, dan Warisan Perpustakaan Kakek (ISBN : 978-623-5531-01-4) karya penulis dari Komunitas Literasi YBM.

Ketua PD IPI DIY Sarwono MA mengemukakan, para penulis di buku Dari Balik Jendela Perpustakaan membuktikan bahwa sesungguhnya banyak sekali bahan dan permasalahan pustakawan yang dapat dituangkan dalam tulisan. Mereka menuliskannya dalam bentuk karya ilmiah, esai maupun puisi. “Besar harapan kami, buku ini dapat memberikan manfaat untuk penulis, pustakawan, guru, pegiat kepustakawanan dan seluruh lapisan masyarakat,” kata dia.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Ir Aman Yuriadijaya MM dalam sambutan atas buku Pustakawan Mengabdi untuk Negeri mengemukakan, Perpustakaan Kota Yogyakarta sebagai perpustakaan daerah merupakan pengelola informasi berbasis bahan Pustaka dan penanggung jawab peningkatan minat baca-tulis masyarakat i Yogyakarta harus senantiasa menunjukkan eksistensinya agar gelora semangat membaca dan menulis terus berkumandang meski pandemic belum mereda.

Sedangkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berpesan, karya inovatif informatif yang dituangkan dalam buku Gerakan Literasi dari Dinas Perpustakaan Sleman untuk Keistimewaan Yogyakarta ini mendorong para penulis untuk lebih literat dalam berbagai hal sehingga melalui kegiatan ini juga dapat menjadi sebuah wujud gerakan literasi dalam bingkai  keistimewaan Yogyakarta.

YB Margantoro menambahkan, kegiatan penulisan buku seperti ini diharapkan semakin menyemarakkan dinamika literasi di Yogyakarta khususnya dan Indonesia umumnya. Selain itu, dengan semakin mencintai perpustakaan berarti mencintai masa depan karena perpustakaan adalah rumah peradaban.  (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here