Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePerpustakaan Jadi Ukuran Peradaban Sebuah Bangsa

Perpustakaan Jadi Ukuran Peradaban Sebuah Bangsa

bernasnews.com — Webinar tematik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang dikemas dalam bentuk talkshow dengan tema Penghimpunan dan Pelestarian Karya Anak Bangsa dari Masa ke Masa diselenggarakan pada Jumat (27/5/2022). Salah seorang pemateri, sejarawan JJ Rizal mengatakan, perpustakaan merupakan ukuran perwujudan peradaban sebuah bangsa dan fungsi deposit yang dimiliki menjadi sangat penting.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Selain merupakan bagian dari Monitoring dan Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SS KCKR) Tahun 2022, menurut informasi yang diterima bernasnews.com, kegiatan ini juga selaras dengan rangkaian kegiatan Peringatan Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI ke-42.

Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Emyati Tangke Lembang menyatakan, Perpusnas RI memiliki fungsi sebagai perpustakaan deposit yang memiliki amanah untuk mengimplementasikan pelaksanaan SS KCKR sebagai perwujudan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Undang-undang ini bertujuan mewujudkan koleksi nasional dan melestarikan sebagai hasil budaya bangsa.

Sejarawan sekaligus penulis JJ Rizal menyampaikan bahwa deposit menjadi inti dari perpustakaan itu sendiri dengan mengambil bahan dari publik, mencatat pengetahuan menjadi proses menuju peradaban. Dari sini kita dapat tahu, siapa sebenarnya kita,  apa yang kita capai dari periode ke periode dan apakah maju, mundur atau jalan di tempat. Itu tergantung pada koleksi yang tercatat di perpustakaan kita.

“Semakin baik koleksi atau bibliografi perpustakaan, makin update dengan data yang tertata baik, kita menjadi tahu seberapa banyak kemajuan peradaban kita. Itu yang menjadi tolok ukur bangsa kita,” tambah dia.

Menurut JJ Rizal, kemajuan peradaban ini juga diimbangi dengan perkembangan karya cetak ke karya digital. Koleksi buku yang semakin banyak ditandai dengan hadirnya buku digital yang mendampingi buku fisik. Kondisi ini semakin memudahkan akses dalam membuat edisi pembaharuan maupun menjadi seorang penulis.

Data dan informasi

Richardus Eko Indrajit sebagai akademisi sekaligus penulis mengungkapkan, di balik buku berisi data dan informasi yang merupakan bahan baku dari pengetahuan atau kecerdasan.

Sebuah bangsa yang cerdas adalah bangsa yang mahir menggunakan dan menguasai informasi maupun pengetahuan untuk diolah, menerka situasi dan mengantisipasi perkembangan ke depan.

“Informasi maupun pengetahuan yang terkandung dalam karya cetak maupun karya rekam sangat mendukung perkembangan sekaligus pembentukan karakter bangsa karena didukung oleh pengetahuan dan informasi  yang terangkum dalam sebuah buku,” ujar Richardus.

Senada dengan perkembangan dunia digital Indonesia, Musisi Iwan Fals mengungkapkan perkembangan musik Indonesia dari tahun 1980 hingga 2022 adalah dengan semakin beragamnya jenis musik, musisi maupun teknologi rekaman tanpa harus antri ke perusahaan rekaman. Namun tema lagu cinta tetap mendominasi industri musik sampai saat ini. Dari musik kita dapat melihat potret zaman sebuah bangsa dan musisi terlibat di dalamnya dengan sebuah karya.

“Cara melestarikan karya adalah dengan terus menghasilkan karya terbaik dan mendokumentasikannya serta menyimpan di Perpusnas untuk kemudian dapat diakses dan diceritakan kepada generasi selanjutnya, “ tambahnya. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments