Home Pendidikan Perlu Sinkronisasi Antara Kurikulum dan Passion Siswa dalam Pendidikan Vokasi

Perlu Sinkronisasi Antara Kurikulum dan Passion Siswa dalam Pendidikan Vokasi

232
0
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto dalam acara Kick Off Program Pendidikan Vokasi yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud di Hotel Marriot Yogyakarta pada Kamis (4/2/2021). Foto: Dwi Suyono

BERNASNEWS.COM – Pendidikan Vokasi adalah sebuah sistem pendidikan yang diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan kebutuhan SDM bagi dunia industri. Karena itu sistem pendidikan dan materi ajar dalam pendidikan vokasi juga diharapkan mampu memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan bagi para peserta didik dengan benar.

Hal itu disampaikan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto dalam acara Kick Off Program Pendidikan Vokasi yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud di Hotel Marriot Yogyakarta pada Kamis (4/2/2021).

Menurut Wikan,sekolah harus mampu melihat passion para siswa ketika memilih pendidikan vokasi. “Saya memberi contoh jika siswa tersebut passion-nya “ikan” maka jangan diberikan pendidikan vokasi memanjat pohon. Sebaliknya jika siswa memiliki passion “kera” maka jangan diberikan ketrampilan menyelam.

Sebab, bila kita salah menentukan model pendidikan tersebut maka sebaik apapun kurikulumnya akan tidak berhasil. Karena itu jika siswa memiliki passion seperti ikan maka model vokasi yang diajarkan harus berhubungan dengan air seperti berenang dan menyelam. Dan jika diberikan ketrampilan memanjat pohon maka sudah jelas hasilnya akan jelek.

Wikan menambahkan bahwa proses penerimaan siswa juga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pendidikan Vokasi.
Saat ini pendidikan vokasi dalam berbagai tingkatan hendaknya bukan menjadi yang nomor dua dalam pilihan pendidikan. Pendidikan di SMK yang menjadi pilhan bukan lagi karena siswa tersebut menempatkan pendidikan vokasi sebagai tempat pelarian atau asal sekolah saja.

“Demikian pula di tingkat pendidikan tinggi, sehingga sekolah vokasi atau pendidikan vokasi bena- benar menjadi tujuan pendidikan bagi siswa di masa depan,” tegasnya.

Menurut Wikan, saat ini pihaknya sudah menyusun berbagai program yang di tingkat SMK akan memiliki kesetaraan dengan Program D2, sementara untuk perguruan tinggi akan menjadi jenjang D4. Karena itu berbagai penyesuaian juga dilakukan termasuk dengan kebutuhan dunia industri.

Menjawab pertanyaan media terkait kebutuhan yang muncul dalam perkembangan zaman, seperti terkait keberadaan IT, Wikan menjelaskan bahwa semua materi pendidikan yang diberikan juga harus menempatkan sistem IT sebagai bagian pembelajarannya.

“Pendidikan vokasi di berbagai bidsang, dari pertanian perdagangan, jasa serta pariwisata dan lainnya, akan menempatkan IT sebagai dasarn sehingga setiap peserta didik juga harus mampu menguasai IT di bidangnya,” kata Wikan. (dwi suyono, penulis lepas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here